Akarkata.com, Mandor, Landak – Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat personel Polsek Mandor, Polres Landak, Polda Kalbar menyapa warga yang tengah bersantai pada Selasa (21/4/2026).
Dengan senyum ramah dan pendekatan humanis, para petugas berbincang langsung bersama masyarakat di sejumlah titik di wilayah Mandor.
Momen yang awalnya tampak santai tersebut dimanfaatkan personel kepolisian sebagai sarana edukasi kepada masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sela-sela obrolan ringan, petugas menyampaikan imbauan penting terkait keamanan lingkungan, khususnya mengenai maraknya tindak pencurian kendaraan bermotor atau curanmor.
Dalam kesempatan tersebut, warga diingatkan agar selalu berhati-hati saat memarkir kendaraan.
Petugas mengimbau agar sepeda motor diparkir di tempat yang aman, mudah diawasi, dan bila memungkinkan menggunakan kunci tambahan.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak meninggalkan kunci yang masih melekat di kendaraan, meskipun hanya sebentar.
Menurut petugas, kebiasaan meninggalkan kunci di sepeda motor menjadi salah satu penyebab yang sering dimanfaatkan pelaku curanmor.
“Jangan pernah meninggalkan kunci di motor, walaupun hanya sebentar. Hal kecil seperti itu bisa memberi kesempatan bagi pelaku kejahatan,” ujar salah satu petugas saat berdialog dengan warga.
Warga yang hadir tampak antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan.
Bahkan, beberapa di antaranya ikut berbagi pengalaman mengenai kejadian kehilangan kendaraan yang pernah terjadi di lingkungan sekitar.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H., secara terpisah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Melalui pendekatan humanis seperti ini, kami ingin membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga keamanan lingkungan, sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat,” ujar IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H.
Kapolsek Mandor menambahkan bahwa pencegahan tindak kejahatan, termasuk curanmor, tidak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar potensi kejahatan dapat diminimalisir.
Ia mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan saling mengingatkan apabila melihat ada kendaraan yang diparkir sembarangan atau orang asing yang mencurigakan.
“Kami juga mengimbau agar warga segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” tambah IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H.
Selain memberikan imbauan terkait curanmor, petugas juga mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan memperkuat komunikasi antarwarga.
Dengan lingkungan yang kompak dan saling peduli, potensi tindak kejahatan dapat dicegah sejak dini.
Salah seorang warga mengaku senang dengan kehadiran polisi yang datang langsung dan memberikan edukasi secara santai.
“Kadang kami tidak sadar kalau meninggalkan kunci di motor itu berbahaya. Setelah diingatkan polisi, kami jadi lebih hati-hati,” ujar seorang warga.
Warga lainnya juga menilai bahwa pendekatan yang dilakukan polisi membuat masyarakat merasa lebih dekat dan tidak sungkan untuk berkomunikasi.
“Kalau polisi datang seperti ini, kami merasa lebih nyaman. Kami juga jadi tahu bagaimana cara menjaga keamanan di lingkungan sendiri,” ungkap warga lainnya.
Dengan adanya komunikasi yang baik, pendekatan humanis, dan kepedulian bersama, Polsek Mandor berharap potensi tindak kejahatan, khususnya pencurian kendaraan bermotor, dapat terus ditekan.
Melalui langkah sederhana seperti saling mengingatkan dan menjaga kendaraan dengan baik, masyarakat diharapkan dapat beraktivitas dengan rasa aman, nyaman, dan tenang.











