Akarkata.com, Kubu Raya, Kalbar – Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura secara resmi memulai pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Tahun Anggaran 2026 pada Rabu (22/4/2026).
Program yang digelar secara serentak ini menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan, daerah tertinggal, kawasan terpencil, hingga wilayah perbatasan di Kalimantan Barat.
Pada pelaksanaan TMMD ke-128 tahun ini, Kodam XII/Tanjungpura memfokuskan kegiatan di tiga wilayah strategis, yaitu Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, dan Kabupaten Sanggau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga daerah tersebut dipilih karena masih membutuhkan percepatan pembangunan, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya masyarakat.
TMMD ke-128 Digelar di Tiga Wilayah Strategis

Program TMMD ke-128 Kodam XII/Tpr dilaksanakan oleh tiga satuan tugas dari jajaran Kodam XII/Tanjungpura.
Di Kabupaten Mempawah, kegiatan TMMD dilaksanakan oleh personel Satgas dari Kodim 1201/Mempawah. Sementara di Kota Singkawang, program dijalankan oleh Satgas dari Kodim 1202/Singkawang.
Sedangkan di Kabupaten Sanggau, pelaksanaan TMMD dipercayakan kepada personel Satgas Kodim 1204/Sanggau.
Ketiga wilayah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, namun sama-sama membutuhkan sentuhan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur dasar.
Melalui TMMD, TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat akan bekerja secara gotong royong selama satu bulan penuh untuk menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan.
Kehadiran TMMD di wilayah-wilayah tersebut diharapkan dapat membantu membuka akses, mempercepat mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di desa.
Sasaran Fisik Fokus pada Infrastruktur Pedesaan

Dalam pelaksanaan TMMD ke-128, terdapat dua sasaran utama yang menjadi prioritas, yaitu sasaran fisik dan sasaran non-fisik.
Untuk sasaran fisik, Kodam XII/Tpr bersama Satgas TMMD akan melaksanakan berbagai pembangunan dan perbaikan infrastruktur pedesaan.
Beberapa kegiatan fisik yang menjadi fokus antara lain:
• Pembukaan jalan baru
• Perbaikan dan rehabilitasi jembatan
• Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
• Perbaikan sarana ibadah
• Pembangunan fasilitas umum di desa
Pembangunan jalan baru menjadi salah satu prioritas utama karena akses jalan yang baik sangat menentukan kelancaran aktivitas masyarakat.
Di sejumlah desa, warga masih mengalami kesulitan karena jalan rusak atau belum tersambung.
Kondisi tersebut menghambat distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Melalui TMMD, jalan-jalan baru akan dibuka dan diperbaiki agar masyarakat dapat lebih mudah beraktivitas.
Selain itu, renovasi RTLH juga menjadi program penting karena masih banyak warga kurang mampu yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak huni.
Dengan bantuan TMMD, masyarakat akan memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Penyuluhan dan Edukasi Jadi Sasaran Non-Fisik
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga mencakup berbagai kegiatan non-fisik yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat.
Kegiatan non-fisik tersebut dilakukan melalui penyuluhan dan sosialisasi di berbagai bidang.
Materi yang diberikan kepada masyarakat meliputi:
• Wawasan kebangsaan dan bela negara
• Kesehatan dan pencegahan stunting
• Sosialisasi penerimaan prajurit TNI (Werving)
• Penyuluhan pertanian
• Bahaya narkoba
• Dampak judi online
• Edukasi hukum dan ketertiban masyarakat
Penyuluhan ini dinilai sangat penting karena pembangunan tidak hanya dilakukan dari sisi fisik, tetapi juga dari peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui edukasi yang diberikan, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan sekitar.
Salah satu fokus utama dalam sasaran non-fisik adalah penanganan stunting.
Persoalan stunting masih menjadi perhatian pemerintah karena berdampak pada kualitas generasi masa depan.
Karena itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat, gizi seimbang, dan perawatan ibu serta anak.
Pangdam XII/Tpr: TMMD Bangkitkan Semangat Gotong Royong
Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa program TMMD bukan hanya sekadar proyek pembangunan fisik.
Menurutnya, TMMD juga menjadi sarana untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Melalui TMMD ke-128 ini, kita ingin memastikan bahwa kehadiran TNI membawa dampak langsung bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pelosok.
Sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan warga adalah kunci keberhasilan pembangunan ini,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Pangdam XII/Tpr menilai bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang selesai, tetapi juga dari terbangunnya semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Dengan gotong royong, seluruh pihak dapat saling membantu sehingga pembangunan desa dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
TMMD Jadi Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat
TNI Manunggal Membangun Desa merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Program ini dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
TMMD selama ini terbukti mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di daerah yang masih tertinggal dan sulit dijangkau.
Di wilayah Kalimantan Barat, kehadiran TMMD ke-128 diharapkan dapat membuka akses baru, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Dengan kerja sama yang solid antara TNI, pemerintah daerah, dan warga, pembangunan desa di Kabupaten Mempawah, Kota Singkawang, dan Kabupaten Sanggau diharapkan berjalan sukses.
Kodam XII/Tpr optimistis, TMMD ke-128 akan menjadi langkah nyata dalam membangun negeri dari desa serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
(Pendam XII/Tpr)











