Akarkata.com, Teheran – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran meluncurkan gelombang baru rudal ke wilayah Israel.
Serangan ini diklaim menargetkan fasilitas produksi bahan bakar jet tempur dan pusat pasokan energi, yang menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas.
Di tengah situasi yang memanas, Israel membalas dengan menyerang sejumlah target strategis di Iran, termasuk infrastruktur energi dan fasilitas penyimpanan minyak di Teheran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serangan balasan tersebut memicu kebakaran besar dan memperparah eskalasi konflik regional.
Menurut laporan Al Jazeera, serangan ini disebut sebagai salah satu yang paling intens sejak konflik bilateral meningkat tahun lalu.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, turut angkat bicara mengenai situasi ini.
Ia menyatakan bahwa dirinya bersama Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah sepakat bahwa permusuhan antara Israel dan Iran harus segera dihentikan demi menjaga stabilitas kawasan.
Sementara itu, pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya dijadwalkan digelar di Oman pada hari Minggu resmi dibatalkan, menandakan memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali mengeluarkan pernyataan keras yang ditujukan kepada Iran.
Ia menegaskan bahwa Israel akan “menghantam setiap lokasi dan setiap target” milik pemerintah Iran jika serangan berlanjut.











