Saat ini, peternakan Ratu Madu Borneo fokus membudidayakan empat jenis lebah kelulut, yakni Thoracica, Itama, Apicalis, dan Caniforn.
Meski jenis kelulut di alam sangat beragam, pemilihan empat jenis tersebut dinilai paling sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.
Panen madu dilakukan secara berkala setiap satu bulan sekali dengan sistem bergantian antar log sarang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain madu, produk turunan berupa bee pollen atau serbuk sari bunga juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Tidak hanya dipasarkan di wilayah Melawi dan Pulau Jawa, madu kelulut produksi Ratu Madu Borneo bahkan telah menjangkau pasar internasional, seperti Australia, Swedia, dan Belgia.
Perawatan lebah kelulut yang relatif mudah menjadi salah satu keunggulan budidaya ini.
“Kelulut tidak membutuhkan pakan tambahan dan mencari makan secara alami dari bunga di sekitar lingkungan. Kami berharap potensi ini dapat dikembangkan bersama oleh masyarakat,” tambahnya.
Kunjungan Kapolres Melawi disambut hangat oleh H. Edu bersama sang istri, Hj. Sakyah.
Ia menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas perhatian yang diberikan terhadap usaha yang sedang dirintis.
“Kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi kami. Kami berterima kasih kepada Bapak Kapolres Melawi atas dukungan dan dialog yang sangat membangun,” pungkasnya.
Update informasi Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:
Saluran Whatsapp, Tiktok, Instagram,
Halaman : 1 2











