Akarkata.com, Pontianak – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat meningkatkan pengamanan selama perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili hingga Cap Go Meh melalui Operasi Liong Kapuas 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalbar menurunkan 38 personel Subsatgas Pengamanan Tempat Ibadah untuk menjaga lima vihara di Kota Pontianak, Sabtu (21/2/2026).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk tanpa gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat (kamtibmas).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pontianak sendiri dikenal sebagai salah satu daerah dengan perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang meriah setiap tahun.
Fokus Pengamanan Tempat Ibadah

Pengamanan difokuskan pada vihara yang menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Tionghoa.
Personel kepolisian melakukan berbagai kegiatan mulai dari monitoring situasi, patroli rutin, komunikasi intensif dengan pengurus tempat ibadah, hingga sterilisasi area sebelum kegiatan ibadah berlangsung.
Sterilisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk memastikan tidak ada benda berbahaya maupun potensi gangguan keamanan.
Selain itu, polisi juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah guna mencegah kemacetan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat.
Dengan pola pengamanan berlapis, aparat dapat merespons cepat apabila muncul potensi gangguan keamanan.
Menjamin Rasa Aman Masyarakat

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Bambang Suharyono menyampaikan bahwa kehadiran polisi bertujuan memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat selama rangkaian ibadah.
Ia menegaskan seluruh personel disiagakan untuk melakukan pengawasan menyeluruh terhadap kegiatan keagamaan, baik saat sembahyang malam pergantian tahun Imlek maupun perayaan Cap Go Meh.
Menurutnya, kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.
Pihaknya berkomitmen melakukan monitoring berkelanjutan agar setiap kegiatan berlangsung tertib serta bebas dari gangguan kamtibmas.
Sinergi dengan Pengurus Vihara dan Masyarakat

Keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian.
Kerja sama dengan pengurus tempat ibadah serta partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting.
Polisi secara aktif berkoordinasi dengan pengurus vihara untuk mengetahui jadwal kegiatan, jumlah jemaat, dan kebutuhan pengamanan.
Komunikasi ini mempermudah pengaturan personel serta antisipasi lonjakan pengunjung.
Selain itu, masyarakat diimbau ikut menjaga ketertiban lingkungan sekitar. Kesadaran kolektif dinilai efektif mencegah gangguan keamanan selama perayaan berlangsung.
Situasi Kondusif Selama Perayaan

Hingga pelaksanaan kegiatan, situasi keamanan di wilayah hukum Polda Kalbar dilaporkan aman dan kondusif.
Tidak ditemukan gangguan berarti selama kegiatan ibadah berlangsung.
Kondisi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara aparat keamanan, pengurus vihara, dan masyarakat.
Keberadaan polisi di lokasi ibadah memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap pelayanan keamanan.
Perayaan Imlek dan Cap Go Meh bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi agenda budaya yang menarik perhatian masyarakat luas.
Oleh karena itu, stabilitas keamanan menjadi prioritas utama.
Komitmen Polri Melindungi Kebebasan Beribadah

Operasi Liong Kapuas 2026 merupakan bagian dari komitmen Polri dalam melindungi kebebasan beragama di Indonesia.
Pengamanan tempat ibadah dilakukan secara profesional dengan pendekatan humanis.
Polri memastikan seluruh warga negara dapat menjalankan keyakinannya tanpa rasa khawatir.
Upaya preventif menjadi prioritas, sementara penegakan hukum tetap disiapkan apabila terjadi pelanggaran.
Dengan pengamanan yang optimal, diharapkan perayaan Imlek 2577 dan Cap Go Meh di Pontianak berjalan lancar serta membawa suasana damai bagi masyarakat.
Kepolisian juga mengajak warga untuk tetap menjaga toleransi, saling menghormati, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman.
Dukungan masyarakat menjadi kunci keberhasilan terciptanya keamanan dan ketertiban selama perayaan keagamaan di Kalimantan Barat.











