Akarkata.com, Pontianak, Kalimantan Barat – Suasana penuh kebersamaan dan toleransi mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (25/2/2026).
Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kerukunan antarumat beragama dan stabilitas keamanan daerah.
Acara berlangsung khidmat sejak sore hari dan dihadiri berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta perwakilan lembaga negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran aparat kepolisian menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di provinsi yang dikenal memiliki keragaman etnis tersebut.
Ajang Silaturahmi Lintas Sektor

Perayaan Imlek bersama ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga menjadi ruang pertemuan lintas komunitas.
Perwakilan Polda Kalbar dihadiri Kasubditbinpolmas Ditbinmas, AKBP Asmadi yang mewakili Direktur Binmas.
Selain unsur kepolisian, hadir pula anggota DPR RI daerah pemilihan Kalimantan Barat, Yuliansyah, serta anggota DPD RI yang juga Ketua KONI Kalbar, Daud Yordan.
Kehadiran berbagai tokoh menunjukkan pentingnya momentum Imlek sebagai sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Tionghoa dan berbagai suku lain di Kalimantan Barat berkumpul dalam satu forum kebersamaan, memperkuat nilai toleransi yang telah lama menjadi ciri khas daerah tersebut.
Pesan Kebersamaan dari Pemerintah Daerah

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman budaya.
Ia menyampaikan bahwa Kalimantan Barat memiliki puluhan kelompok etnis yang hidup berdampingan.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus saling menjaga dan menghormati perbedaan.
Menurutnya, harmoni sosial menjadi modal utama pembangunan daerah.
Tanpa keamanan dan ketenteraman, pembangunan ekonomi maupun sosial tidak dapat berjalan optimal.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan budaya tradisional sebagai bagian dari identitas daerah.
Polisi Pastikan Keamanan Perayaan

Polda Kalbar menegaskan komitmennya menjaga keamanan selama rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.
Pengamanan dilakukan melalui Operasi Liong Kapuas 2026 yang digelar di berbagai wilayah.
Kasatgas Humas Operasi Liong Kapuas 2026, AKBP Prinanto, menjelaskan pengamanan difokuskan pada tempat ibadah, pusat keramaian, dan lokasi perayaan masyarakat.
Langkah pengamanan meliputi:
• patroli rutin
• penjagaan vihara dan klenteng
• pengaturan lalu lintas
• pemantauan kegiatan masyarakat
Tujuannya memastikan seluruh warga dapat merayakan Imlek dengan rasa aman.
Kepolisian juga mengapresiasi pesan perdamaian yang disampaikan pemerintah daerah.
Kerukunan antar suku dinilai sebagai faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan.
Kalbar sebagai Miniatur Keberagaman

Kalimantan Barat dikenal sebagai salah satu provinsi dengan keberagaman etnis yang tinggi.
Berbagai suku seperti Melayu, Dayak, Tionghoa, Madura, dan lainnya hidup berdampingan.
Karena itu, potensi konflik sosial harus dikelola melalui pendekatan dialog dan kebersamaan.
Kegiatan budaya seperti perayaan Imlek bersama menjadi sarana memperkuat interaksi sosial.
Dengan komunikasi yang baik antar kelompok masyarakat, potensi gesekan dapat diminimalkan.
Makna Imlek bagi Keharmonisan

Perayaan Imlek tidak hanya bermakna religius, tetapi juga sosial budaya, momentum ini menjadi waktu berkumpulnya keluarga serta ajang berbagi kebahagiaan.
Kegiatan bersama lintas agama juga memperkuat toleransi, kehadiran pemerintah dan aparat keamanan menunjukkan negara hadir untuk melindungi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang.
Polda Kalbar berharap masyarakat terus menjaga kedamaian dan saling menghormati tradisi satu sama lain.
Dengan kerja sama semua pihak, Kalimantan Barat diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan harmonis.











