Akarkata.com, Singkawang – Komandan Korem 121/Alambhana Wanawai (Danrem 121/Abw) Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Koorcab Rem 121 PD XII/Tanjungpura Ny. Deby Purnomosidi, menghadiri pembukaan Festival Cap Go Meh 2026 yang digelar di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (3/3/2026).
Festival budaya yang dikenal sebagai salah satu agenda wisata nasional tersebut dipusatkan di Jalan Firdaus, depan Kantor Wali Kota Singkawang.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto melalui prosesi pemukulan loku yang menandai dimulainya rangkaian kegiatan festival.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen pembukaan ini sekaligus menjadi simbol pelepasan Parade Tatung, atraksi budaya yang menjadi ikon utama Festival Cap Go Meh Singkawang dan telah dikenal luas hingga ke mancanegara.
Festival Budaya yang Menjadi Identitas Singkawang

Festival Cap Go Meh merupakan puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ke-15 dalam kalender lunar Tionghoa.
Di Kota Singkawang, perayaan ini berkembang menjadi festival budaya berskala besar yang mampu menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Kota Singkawang sendiri dikenal dengan julukan “Kota Seribu Kelenteng” sekaligus menjadi salah satu kota paling toleran di Indonesia.
Hal tersebut tercermin dari harmoninya kehidupan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya.
Dalam festival ini, berbagai tradisi dan ritual budaya ditampilkan secara meriah, mulai dari parade Tatung, pertunjukan barongsai, hingga berbagai atraksi budaya khas Tionghoa yang dipadukan dengan kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat.
Apresiasi Danrem 121/Abw terhadap Penyelenggaraan Festival

Pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Singkawang dan seluruh panitia penyelenggara yang telah sukses menggelar festival budaya berskala besar ini.
Menurutnya, Festival Cap Go Meh tidak hanya sekadar perayaan tradisi, tetapi juga menjadi simbol kuat dari keberagaman dan persatuan masyarakat di Kalimantan Barat.
“Festival Cap Go Meh 2026 ini merupakan representasi sempurna dari tema yang diangkat, yaitu Simbol Harmoni dan Keberagaman. Kita dapat melihat bagaimana seluruh elemen masyarakat bersatu dalam suasana penuh kegembiraan. Ini merupakan aset bangsa yang harus terus kita jaga,” ujar Brigjen TNI Purnomosidi.
Ia juga menilai bahwa kegiatan budaya seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat identitas bangsa sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.
Parade Tatung Jadi Daya Tarik Utama Festival

Salah satu atraksi yang paling ditunggu dalam Festival Cap Go Meh di Singkawang adalah Parade Tatung.
Tradisi ini menampilkan para peserta yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual dan menampilkan atraksi unik yang sarat makna budaya dan religi.
Para Tatung biasanya melakukan ritual tertentu sebelum mengikuti parade.
Dalam prosesi tersebut, mereka mengenakan kostum tradisional dengan berbagai atribut khas serta memperlihatkan aksi yang dianggap sebagai simbol keberanian dan perlindungan spiritual.
Parade Tatung tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang kuat dalam budaya masyarakat Tionghoa di Singkawang.
Setiap tahun, ribuan warga dan wisatawan memadati ruas jalan utama kota untuk menyaksikan kemeriahan festival ini.
Ajakan Menjaga Toleransi dan Ketertiban
Dalam kesempatan tersebut, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian festival berlangsung.
Menurutnya, kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan sangat penting untuk memastikan kegiatan budaya berskala besar ini dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi yang telah menjadi identitas Kota Singkawang.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa predikat Kota Tertoleran bukan hanya sekadar label, tetapi merupakan jati diri masyarakat Singkawang. Nikmati festival ini dengan penuh suka cita, namun tetap jaga keamanan dan ketertiban bersama,” ujar Danrem.
Antusiasme Masyarakat Sambut Cap Go Meh 2026
Festival Cap Go Meh tahun 2026 diprediksi menjadi salah satu perayaan terbesar yang pernah digelar di Kota Singkawang.
Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat yang hadir untuk menyaksikan rangkaian acara.
Selain warga lokal, festival ini juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri.
Kemeriahan festival tersebut tidak hanya memperlihatkan kekayaan budaya Tionghoa, tetapi juga menunjukkan akulturasi budaya yang kuat antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat lokal di Kalimantan Barat.
Festival Cap Go Meh sebagai Simbol Persatuan
Festival Cap Go Meh di Singkawang bukan hanya sekadar agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi simbol kuat dari persatuan dalam keberagaman.
Melalui perayaan ini, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul dan merayakan tradisi bersama dalam suasana penuh kebersamaan.
Kehadiran berbagai pejabat daerah, tokoh nasional, serta unsur TNI-Polri dalam kegiatan ini menunjukkan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya sekaligus menjaga stabilitas keamanan selama festival berlangsung.
Dengan semangat toleransi dan persatuan yang terus terjaga, Festival Cap Go Meh di Singkawang diharapkan tetap menjadi salah satu ikon budaya Indonesia yang mampu dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.











