Akarkata.com, Ketapang, Kalbar – Polres Ketapang memastikan seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung 2026 di wilayah Kabupaten Ketapang berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Perayaan Jumat Agung yang dilaksanakan umat Kristiani pada Jumat, 3 April 2026, berjalan lancar berkat kesiapsiagaan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan secara maksimal di sejumlah gereja.
Sejumlah rumah ibadah yang menjadi fokus pengamanan di antaranya Gereja Santo Gemma Galgani di Jalan A. Yani, Kecamatan Delta Pawan, serta Gereja Santo Agustinus di Jalan Gatot Subroto, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamanan Jumat Agung 2026 di Ketapang dilakukan secara terbuka dan tertutup dengan melibatkan personel Polres Ketapang, personel gabungan, serta dukungan dari Kompi Brimob Ketapang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan tenang, aman, dan khidmat.
Polisi Fokus Pengamanan di Sejumlah Gereja

Sejak pagi hari, personel kepolisian telah disiagakan di sejumlah gereja yang menggelar ibadah Jumat Agung.
Petugas ditempatkan di area pintu masuk, halaman gereja, serta titik-titik strategis di sekitar lokasi ibadah.
Kehadiran aparat keamanan di sekitar gereja disambut positif oleh masyarakat dan umat Kristiani.
Mereka merasa lebih tenang dan nyaman karena ibadah dapat dilaksanakan tanpa rasa khawatir.
Selain melakukan penjagaan, polisi juga mengatur arus lalu lintas di sekitar gereja agar kendaraan jemaat dapat masuk dan keluar dengan tertib.
Kondisi tersebut penting karena pada saat ibadah berlangsung, jumlah jemaat yang hadir cukup banyak sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan.
Dengan pengaturan lalu lintas yang baik, aktivitas masyarakat di sekitar gereja tetap berjalan lancar dan tidak mengganggu pelaksanaan ibadah.
Pengamanan Dilakukan Secara Terbuka dan Tertutup

Dalam pelaksanaan pengamanan Jumat Agung 2026 di Ketapang, Polres Ketapang menerapkan pola pengamanan secara terbuka dan tertutup.
Pengamanan terbuka dilakukan dengan menempatkan personel berseragam di sekitar gereja sehingga kehadiran polisi dapat terlihat langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, pengamanan tertutup dilakukan melalui patroli dan pengawasan oleh personel yang tidak menggunakan seragam.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi.
Selain itu, personel juga melakukan deteksi dini terhadap situasi di lapangan.
Polisi memantau kondisi sekitar gereja, memeriksa area yang dianggap rawan, serta berkoordinasi dengan pengurus gereja.
Dukungan dari Kompi Brimob Ketapang juga memperkuat pengamanan.
Personel Brimob disiagakan sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Melalui sistem pengamanan yang menyeluruh, situasi selama pelaksanaan ibadah Jumat Agung tetap aman dan terkendali.
Jumat Agung Menjadi Momen Sakral Umat Kristiani

Jumat Agung merupakan salah satu hari paling penting bagi umat Kristiani.
Momentum tersebut diperingati untuk mengenang wafatnya Yesus Kristus di kayu salib sebagai bentuk pengorbanan demi menebus dosa umat manusia.
Karena memiliki makna yang sangat sakral, pelaksanaan ibadah Jumat Agung selalu dilakukan dengan suasana hening, khidmat, dan penuh refleksi.
Bagi umat Kristiani, Jumat Agung bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga waktu untuk merenungkan kasih, pengorbanan, dan pengampunan.
Momentum ini juga menjadi bagian dari persiapan spiritual menjelang Hari Raya Paskah.
Karena itu, Polres Ketapang memandang penting untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan aman.
Kehadiran aparat kepolisian di sekitar gereja diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang tenang sehingga umat dapat lebih fokus menjalankan ibadah.
Kehadiran Polisi Beri Rasa Aman bagi Jemaat
Pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat yang hadir di gereja.
Banyak jemaat mengaku merasa lebih tenang ketika melihat polisi berjaga di sekitar lokasi ibadah.
Selain menjaga keamanan, personel kepolisian juga membantu jemaat yang datang, seperti mengarahkan kendaraan, membantu penyeberangan, hingga memberikan informasi jika diperlukan.
Pendekatan yang humanis tersebut membuat hubungan antara polisi dan masyarakat semakin baik.
Polres Ketapang berupaya menunjukkan bahwa kehadiran polisi bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.
Dengan suasana yang aman dan tertib, seluruh rangkaian ibadah Jumat Agung di Kabupaten Ketapang dapat berlangsung dengan khidmat tanpa gangguan yang berarti.
Polres Ketapang Komitmen Jaga Kamtibmas
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Kasi Humas Polres Ketapang IPTU Niptah Alimudin menegaskan bahwa Polres Ketapang akan terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat.
Menurut IPTU Niptah Alimudin, pengamanan yang dilakukan pada Jumat Agung merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya pada momentum keagamaan.
“Pengamanan ini merupakan wujud tanggung jawab Polri dalam memastikan seluruh rangkaian ibadah umat Kristiani dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar hingga selesai,” ujar IPTU Niptah Alimudin.
Ia juga mengatakan bahwa Polres Ketapang akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengawal kegiatan masyarakat agar situasi di wilayah Kabupaten Ketapang tetap aman dan kondusif.
Kegiatan pengamanan seperti ini juga menjadi bukti bahwa Polri berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
Sinergi Polisi dan Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif
Keberhasilan pengamanan Jumat Agung 2026 di Ketapang tidak terlepas dari kerja sama antara kepolisian, pengurus gereja, dan masyarakat.
Pengurus gereja turut membantu dengan memberikan informasi kepada jemaat serta berkoordinasi dengan polisi mengenai pelaksanaan ibadah.
Sementara masyarakat juga ikut menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Sinergi tersebut membuat seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan baik tanpa gangguan kamtibmas.
Polres Ketapang berharap kerja sama yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat dapat terus terjalin pada setiap kegiatan keagamaan maupun kegiatan lainnya.
Dengan kebersamaan dan saling menghormati, situasi yang aman dan damai di Kabupaten Ketapang akan terus terjaga.
Melalui pengamanan maksimal yang dilakukan, Polres Ketapang kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.
Perayaan Jumat Agung 2026 pun dapat berlangsung khidmat, aman, dan penuh kedamaian bagi seluruh umat Kristiani di Kabupaten Ketapang.











