Akarkata.com, Kubu Raya, Kalbar – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin langsung prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Artileri Medan (Danyonarmed) 16/Tumbak Kaputing di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr, Senin (6/4/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam rangka regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Dalam upacara tersebut, tongkat komando Danyonarmed 16/TK resmi diserahterimakan dari Letkol Arm Anggit Wijaksono, S.I.P., M.I.P., M.O.S., kepada Letkol Arm Ari Hartono, S.I.Pem., M.I.P.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum dipercaya memimpin Yonarmed 16/Tumbak Kaputing, Letkol Arm Ari Hartono menjabat sebagai Kasubbagopsdik Bagdik Pusdikarmed.
Sementara itu, Letkol Arm Anggit Wijaksono mendapat amanah baru sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1205/Sintang.
Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan personel dan penyegaran organisasi agar kinerja satuan terus meningkat seiring tuntutan tugas yang semakin dinamis.
Sertijab Bukan Sekadar Pergantian Jabatan

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menegaskan bahwa serah terima jabatan di lingkungan TNI AD bukan sekadar pergantian pejabat atau agenda rutin administratif.
Menurutnya, sertijab merupakan langkah strategis untuk menjaga kesinambungan pembinaan organisasi, sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas di lapangan.
Pangdam XII/Tpr menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan harus dimaknai sebagai upaya menghadirkan energi baru, gagasan baru, dan semangat baru dalam membangun satuan.
Dengan demikian, setiap pejabat yang mendapat kepercayaan baru diharapkan mampu menghadirkan inovasi, meningkatkan profesionalitas, dan menjaga soliditas prajurit.
“Serah terima jabatan ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalitas dan produktivitas para perwira dalam membangun sistem kerja yang lebih efektif, efisien serta mendukung kemajuan TNI AD,” tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa rotasi jabatan di lingkungan militer tidak hanya bertujuan memindahkan personel dari satu jabatan ke jabatan lainnya.
Lebih dari itu, sertijab menjadi sarana evaluasi, pembinaan, dan penguatan kapasitas kepemimpinan agar setiap satuan mampu menjawab tantangan tugas di masa mendatang.
Pangdam XII/Tpr Tekankan Pola Face to Face Leadership

Salah satu pesan utama yang disampaikan Pangdam XII/Tpr dalam sertijab Danyonarmed 16/TK adalah pentingnya pola kepemimpinan yang dekat dengan prajurit.
Menurut Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, seorang Komandan Batalyon tidak cukup hanya mengandalkan laporan di atas meja atau memimpin dari balik ruangan.
Ia menekankan pentingnya menerapkan pola Face to Face Leadership, yakni kepemimpinan yang hadir secara langsung di tengah anggota.
Seorang pemimpin, kata Pangdam, harus mampu mengenal karakter, memahami kebutuhan, dan merasakan situasi yang dihadapi oleh anak buahnya.
Dengan turun langsung ke lapangan, seorang komandan akan lebih mudah membangun komunikasi, menumbuhkan loyalitas, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis.
Pendekatan tersebut juga diyakini dapat memperkuat ikatan emosional antara pimpinan dan prajurit.
Pemimpin Hebat Harus Dicintai dan Mencintai Anak Buah

Dalam kesempatan itu, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito juga memberikan pesan yang menjadi sorotan dalam pelaksanaan sertijab Danyonarmed 16/TK.
Ia menyampaikan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari kemampuan memimpin, tetapi juga dari seberapa besar ia dicintai oleh anggotanya.
Namun, menurut Pangdam XII/Tpr, hal yang lebih penting lagi adalah ketika seorang pemimpin juga memiliki kepedulian dan rasa cinta terhadap anak buahnya.
“Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang hebat, karena pemimpin yang hebat pasti dicintai anak buahnya dan lebih hebat lagi bila seorang pemimpin juga mencintai anak buahnya,” ujar Jenderal bintang dua tersebut.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa kepemimpinan yang ideal di lingkungan militer bukanlah kepemimpinan yang kaku dan berjarak.
Sebaliknya, seorang komandan harus mampu menjadi teladan, pelindung, sekaligus sosok yang dekat dengan prajurit.
Pendekatan humanis tersebut dinilai penting untuk menjaga semangat, kedisiplinan, dan kekompakan satuan.
Ketika prajurit merasa diperhatikan dan dihargai, mereka akan memiliki motivasi yang lebih tinggi dalam melaksanakan tugas.
Apresiasi untuk Letkol Arm Anggit Wijaksono
Pada kesempatan yang sama, Pangdam XII/Tpr menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Letkol Arm Anggit Wijaksono, S.I.P., M.I.P., M.O.S., beserta istri atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Yonarmed 16/Tumbak Kaputing.
Menurut Pangdam, selama menjabat sebagai Danyonarmed 16/TK, Letkol Arm Anggit telah menunjukkan semangat, ketekunan, dan tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas.
Berbagai capaian dan kontribusi yang telah diberikan dinilai menjadi modal penting bagi perkembangan satuan.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito pun mengucapkan selamat atas penugasan baru yang dipercayakan kepada Letkol Arm Anggit sebagai Dandim 1205/Sintang.
“Selamat bertugas di tempat yang baru, semoga keberhasilan senantiasa menyertai saudara sekeluarga,” ucap Pangdam XII/Tpr.
Mutasi tersebut diharapkan menjadi langkah lanjutan bagi Letkol Arm Anggit Wijaksono untuk terus menunjukkan dedikasi dan kemampuan kepemimpinan di wilayah tugas yang baru.
Letkol Arm Ari Hartono Diminta Segera Beradaptasi
Kepada pejabat baru Danyonarmed 16/TK, Letkol Arm Ari Hartono, S.I.Pem., M.I.P., Pangdam XII/Tpr menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan TNI AD.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito meyakini bahwa pengalaman tugas yang dimiliki Letkol Arm Ari Hartono akan menjadi bekal penting dalam memimpin Yonarmed 16/Tumbak Kaputing.
Meski demikian, Pangdam menegaskan bahwa seorang pejabat baru harus segera memahami karakter satuan, mengenali lingkungan kerja, serta membangun komunikasi dengan seluruh prajurit.
Pangdam meminta agar Letkol Arm Ari Hartono segera melaksanakan orientasi tugas dan mempelajari seluruh aspek di lingkungan Yonarmed 16/TK.
Langkah tersebut penting agar program pembinaan dan pengembangan satuan dapat berjalan lebih optimal.
“Saya berharap, agar segera laksanakan orientasi tugas dan pelajari lingkungan secara menyeluruh untuk mengembangkan satuan ini dengan baik serta laksanakan tugas dengan dilandasi oleh keikhlasan, disiplin dan profesional,” tutup Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Regenerasi Kepemimpinan untuk Memperkuat Yonarmed 16/TK
Pelaksanaan sertijab Danyonarmed 16/TK di Makodam XII/Tpr menjadi bukti bahwa regenerasi kepemimpinan di lingkungan TNI AD terus berjalan secara terencana.
Pergantian jabatan bukan hanya menghadirkan pemimpin baru, tetapi juga membawa semangat baru dalam memperkuat organisasi.
Dengan kepemimpinan Letkol Arm Ari Hartono, Yonarmed 16/Tumbak Kaputing diharapkan mampu semakin profesional, solid, dan adaptif dalam menjalankan berbagai tugas ke depan.
Sementara pesan Pangdam XII/Tpr tentang pentingnya mencintai dan dicintai anak buah menjadi nilai penting yang harus terus dijaga dalam setiap lini kepemimpinan militer.
(Pendam XII/Tpr)











