Akarkata.com, Kuala Behe, Landak – Personel Polsek Kuala Behe melaksanakan pengamanan terhadap aksi penolakan yang dilakukan masyarakat adat Desa Nyayum terkait rencana pemasangan patok dan pengukuran lahan HGU eks PT. Kebun Aria oleh pihak ATR/BPN dan Bank Tanah, Rabu (08/04/2026).
Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Desa Nyayum, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Kuala Behe IPTU Eko Kurniawan, S.H., M.H. bersama personel Polsek Kuala Behe guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama aksi berlangsung.
Dalam kegiatan tersebut hadir Koordinator Masyarakat Adat Desa Nyayum Maradon, Timanggong Binua Dait Hilir Amen, Pasirah Dusun Leban Mae, Camat Kuala Behe Richy, S.H., jajaran Kecamatan Kuala Behe, pihak ATR/BPN Kabupaten Landak, tim Bank Tanah dari Jakarta yang dipimpin Rohmat, serta sekitar 50 orang masyarakat adat Desa Nyayum.

Masyarakat adat menyampaikan aspirasi mereka melalui orasi yang berisi penolakan terhadap rencana pemasangan patok dan pengukuran lahan eks HGU PT. Kebun Aria.
Menurut masyarakat, lahan tersebut masih memiliki keterkaitan dengan hak dan wilayah adat yang mereka miliki.

Selain menyampaikan orasi, masyarakat adat Desa Nyayum juga melakukan ritual adat “Nyanggar” sebagai simbol penolakan secara adat terhadap rencana kegiatan pengukuran tanah tersebut.
Ritual tersebut berlangsung dengan tertib dan disaksikan oleh seluruh pihak yang hadir.
Meskipun suasana sempat memanas karena adanya perbedaan pandangan, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan secara humanis dan persuasif.
Personel Polsek Kuala Behe terus berupaya menjaga situasi agar tetap aman dan tidak terjadi tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Kuala Behe IPTU Eko Kurniawan, S.H., M.H. menegaskan bahwa kehadiran polisi dalam kegiatan tersebut bukan untuk memihak salah satu pihak, melainkan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami dari Polsek Kuala Behe melaksanakan pengamanan secara humanis guna memastikan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan dengan aman dan tertib. Kami juga mengimbau kepada seluruh pihak agar tetap menjaga situasi yang kondusif serta mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan,” ujar IPTU Eko Kurniawan, S.H., M.H.
Ia juga mengingatkan agar semua pihak menghormati proses hukum dan kearifan lokal yang berlaku di masyarakat.
Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui dialog yang baik agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa terus melakukan pendekatan kepada masyarakat agar aksi berlangsung damai dan tidak berujung pada tindakan anarkis.
Berkat pengamanan dan komunikasi yang dilakukan secara intensif, kegiatan penolakan tersebut berjalan aman, tertib, dan tetap kondusif hingga selesai.
Polsek Kuala Behe berharap seluruh pihak dapat mengedepankan musyawarah dan mencari solusi terbaik terkait persoalan lahan eks PT. Kebun Aria, sehingga tidak menimbulkan konflik yang lebih luas di tengah masyarakat.
Dengan adanya pengamanan yang dilakukan secara profesional dan humanis, situasi kamtibmas di Desa Nyayum tetap terjaga, sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta menghormati aspirasi masyarakat adat.











