Akarkata.com, Menyuke, Landak – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional Tahun 2026, Kapolsek Menyuke bersama anggotanya rutin melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung di Desa Lintah Betung, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.
Kegiatan pengecekan tersebut dilaksanakan pada Jumat (10/04/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di lahan milik Bapak BONI yang berada di Desa Lintah Betung.
Lahan yang digunakan untuk penanaman jagung memiliki luas sekitar dua hektar dengan titik koordinat 0,650641 N dan 109,647880 E.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Menyuke IPTU I Nyoman Astika, S.H., Bhabinkamtibmas Desa Lintah Betung Aipda Hery, serta pemilik lahan, Bapak BONI.
Pengecekan dilakukan untuk mengetahui perkembangan tanaman jagung yang telah ditanam sejak 1 April 2026 dalam program penanaman jagung serentak Kuartal I Tahun 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri bersama masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan hasil pertanian di wilayah Kabupaten Landak.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui IPTU I Nyoman Astika, S.H. menjelaskan bahwa pengecekan dilakukan secara rutin agar perkembangan tanaman dapat terus dipantau.
Menurut IPTU I Nyoman Astika, S.H., kegiatan ini penting dilakukan untuk memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik dan mampu memberikan hasil maksimal pada saat panen nanti.
“Pengecekan jagung untuk bulan April 2026 dilakukan dalam rangka mendukung swasembada pangan di Tahun 2026. Kami terus memantau perkembangan tanaman agar dapat diketahui kendala maupun kebutuhan perawatannya,” ujar IPTU I Nyoman Astika, S.H.
Dalam pengecekan tersebut diketahui bahwa bibit jagung yang ditanam di lahan milik Bapak BONI merupakan jenis Maskot sebanyak delapan kilogram.
Jagung jenis ini dipilih karena dinilai cocok untuk ditanam di wilayah tersebut dan memiliki potensi hasil panen yang baik apabila dirawat dengan optimal.
Selain memantau pertumbuhan tanaman, Kapolsek Menyuke bersama personel juga berdiskusi dengan pemilik lahan mengenai kondisi tanah, kebutuhan pupuk, serta upaya pencegahan hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Pendampingan seperti ini diharapkan dapat membantu para petani agar lebih semangat dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya.
Menurut IPTU I Nyoman Astika, S.H., keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada petani, tetapi juga memerlukan dukungan dari seluruh pihak, termasuk aparat kepolisian, pemerintah, dan masyarakat.
Ia berharap kegiatan pengecekan dan pendampingan terhadap tanaman jagung dapat terus dilakukan secara berkala sehingga target swasembada pangan pada tahun 2026 dapat tercapai.
Kegiatan pengecekan tanaman jagung tersebut berakhir sekitar pukul 15.40 WIB.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.











