Akarkata.com, Kubu Raya, Kalbar – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menerima kunjungan silaturahmi dari Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar), Budi Harjanto, S.E., M.M., beserta jajaran, Senin (13/4/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung di Lobby Kehormatan Makodam XII/Tpr, Kubu Raya, dalam suasana hangat dan penuh keakraban.
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara Kodam XII/Tanjungpura dan Bea Cukai Kalbagbar dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya di kawasan perbatasan darat Kalimantan yang rawan terhadap aktivitas ilegal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Silaturahmi Strategis Antarlembaga

Pertemuan antara Pangdam XII/Tpr dan Kepala Bea Cukai Kalbagbar bukan sekadar agenda silaturahmi biasa.
Lebih dari itu, pertemuan ini merupakan langkah strategis dalam mempererat sinergi antarinstansi negara yang memiliki tanggung jawab besar terhadap keamanan dan stabilitas wilayah.
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kalimantan memiliki sejumlah titik rawan yang memerlukan pengawasan intensif.
Jalur perbatasan, baik resmi maupun tidak resmi, sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penyelundupan barang, perdagangan ilegal, hingga aktivitas yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
Karena itu, kolaborasi antara TNI AD dan Bea Cukai dinilai sangat penting untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan lintas batas.
Kehadiran kedua lembaga di lapangan akan memberikan dampak signifikan dalam menciptakan sistem pengawasan yang lebih efektif, terintegrasi, dan responsif.
Fokus Pengawasan Jalur Perbatasan Darat
Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik utama yang dibahas adalah penguatan pengawasan terhadap lalu lintas barang di sepanjang jalur perbatasan darat.
Pengawasan ini diperlukan untuk meminimalisir praktik penyelundupan barang ilegal yang dapat merugikan negara.
Beberapa jenis barang yang kerap menjadi perhatian di wilayah perbatasan antara lain barang kena cukai ilegal, produk impor tanpa dokumen resmi, serta barang-barang yang berpotensi membahayakan masyarakat.
Jalur-jalur tikus yang berada di kawasan perbatasan dinilai masih menjadi celah yang dimanfaatkan oleh pelaku penyelundupan.
Melalui koordinasi yang lebih intensif, Kodam XII/Tpr dan Bea Cukai Kalbagbar sepakat untuk meningkatkan patroli bersama, pengawasan di titik rawan, serta memperkuat kehadiran personel di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan mempersempit akses masuk barang ilegal ke wilayah Indonesia.
Pertukaran Informasi Intelijen Ditingkatkan
Selain pengawasan lapangan, kedua pihak juga membahas pentingnya pertukaran informasi intelijen.
Dalam menghadapi kejahatan lintas batas, informasi yang cepat dan akurat menjadi faktor utama untuk melakukan tindakan pencegahan.
Kodam XII/Tpr dan Bea Cukai Kalbagbar sepakat untuk memperkuat komunikasi antara personel di lapangan.
Dengan adanya pertukaran data dan informasi secara berkala, potensi ancaman dapat dideteksi lebih awal sehingga penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat.
Koordinasi intelijen tersebut juga diyakini mampu meningkatkan efektivitas operasi gabungan di wilayah perbatasan.
Tidak hanya dalam mencegah penyelundupan, tetapi juga untuk mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran hukum lain yang berkaitan dengan lalu lintas barang dan aktivitas ilegal lintas negara.
Pangdam XII/Tpr Tegaskan Dukungan terhadap Tugas Bea Cukai
Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bea Cukai Kalbagbar yang terus menjalin komunikasi dan kerja sama dengan jajaran Kodam XII/Tanjungpura.
Menurutnya, sinergi yang selama ini terjalin harus terus diperkuat agar tugas pengamanan perbatasan dapat berjalan optimal.
Pangdam juga menegaskan bahwa Kodam XII/Tpr siap mendukung tugas-tugas kepabeanan, terutama dalam pengamanan wilayah yang berpotensi menjadi jalur penyelundupan.
“Kerja sama yang solid antara TNI dan Bea Cukai adalah kunci utama dalam menjaga kedaulatan negara, tidak hanya dari sisi keamanan fisik, tetapi juga keamanan ekonomi dari praktik ilegal yang merugikan negara,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ancaman terhadap negara tidak hanya berasal dari gangguan keamanan konvensional, melainkan juga dari aktivitas ekonomi ilegal yang dapat mengurangi penerimaan negara dan merusak stabilitas nasional.
Bea Cukai Kalbagbar Apresiasi Dukungan Kodam XII/Tpr
Sementara itu, Kepala Bea Cukai Kalbagbar, Budi Harjanto, S.E., M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan oleh personel Kodam XII/Tpr.
Ia menilai, keterlibatan TNI di lapangan sangat membantu tugas Bea Cukai, terutama dalam pengamanan di wilayah perbatasan.
Budi Harjanto menjelaskan bahwa sinergi dengan Kodam XII/Tpr telah berjalan dengan baik, khususnya dalam pengawasan di Pos Lintas Batas Negara maupun jalur-jalur tidak resmi yang sering digunakan untuk aktivitas ilegal.
Menurutnya, kerja sama ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengawasan.
Dengan dukungan personel TNI, petugas Bea Cukai dapat menjalankan tugas dengan lebih maksimal, terutama di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan jajaran Kodam XII/Tpr, baik di Pos Lintas Batas Negara maupun di jalur-jalur tidak resmi. Kolaborasi ini sangat membantu tugas kami dalam melakukan pengawasan,” ungkap Budi Harjanto.
Komitmen Bersama Jaga Kedaulatan dan Stabilitas Negara
Pertemuan antara Pangdam XII/Tpr dan Kepala Bea Cukai Kalbagbar menegaskan adanya komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan negara dan stabilitas keamanan wilayah Kalimantan Barat.
Melalui sinergi yang semakin erat, kedua institusi berharap pengawasan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih efektif.
Selain mencegah praktik penyelundupan, kerja sama ini juga menjadi bagian penting dalam melindungi kepentingan nasional, menjaga penerimaan negara, dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Ke depan, Kodam XII/Tpr dan Bea Cukai Kalbagbar berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi, memperluas pertukaran informasi, serta melaksanakan langkah-langkah strategis demi menciptakan perbatasan yang aman, tertib, dan bebas dari aktivitas ilegal.
(Pendam XII/Tpr)











