Akarkata.com, Meranti, Landak – Sabtu malam (18/04/2026) awalnya berjalan seperti biasa di salah satu sudut Kecamatan Meranti.
Di bawah temaram lampu warung sederhana, beberapa warga tampak duduk santai sambil menikmati kopi dan berbincang ringan setelah seharian beraktivitas.
Suasana hangat penuh keakraban itu perlahan berubah menjadi lebih serius ketika personel kepolisian yang sedang melaksanakan patroli malam datang dan bergabung bersama warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan pendekatan humanis, petugas duduk di tengah masyarakat, menyapa, dan ikut berbincang tanpa menciptakan jarak.

Percakapan yang awalnya hanya membahas aktivitas sehari-hari kemudian mengarah pada persoalan yang kini semakin meresahkan, yakni maraknya praktik judi online.
Polisi menilai ancaman judi online saat ini semakin dekat dengan masyarakat karena dapat diakses dengan mudah melalui telepon genggam dan media sosial.
Di tengah obrolan santai tersebut, petugas mengingatkan warga agar tidak tergiur dengan janji keuntungan instan yang ditawarkan oleh situs atau aplikasi judi online.
“Jangan sampai terjebak. Judi online itu tidak pernah memberi keuntungan, justru perlahan merusak ekonomi keluarga dan masa depan,” ujar salah satu petugas dengan nada tegas namun tetap bersahabat.
Menurut petugas, banyak masyarakat yang awalnya hanya mencoba-coba, namun akhirnya terlilit kecanduan.
Tidak sedikit pula yang rela menghabiskan uang belanja, menjual barang berharga, bahkan berutang demi terus bermain judi online
Akibatnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi terganggu. Hubungan rumah tangga juga kerap rusak karena muncul pertengkaran, hilangnya kepercayaan, hingga persoalan sosial lainnya.
Selain berdampak pada ekonomi, judi online juga dinilai dapat memicu tindak kriminal.
Seseorang yang sudah kecanduan sering kali nekat melakukan pencurian, penipuan, atau tindakan melanggar hukum lainnya demi mendapatkan uang untuk berjudi.
Karena itu, polisi meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media digital.
Telepon genggam dan internet seharusnya digunakan untuk hal-hal yang positif, seperti mencari informasi, bekerja, atau belajar, bukan untuk terlibat dalam praktik ilegal.
Kapolres Landak, AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Meranti, IPDA Uwes, S.H., menjelaskan bahwa patroli malam yang dilakukan personelnya tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat.
“Pendekatan seperti ini penting, agar pesan-pesan kamtibmas dapat diterima dengan lebih baik. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat,” ujar IPDA Uwes, S.H.
Kapolsek menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi online, narkoba, hingga berbagai bentuk kejahatan lainnya yang dapat merusak kehidupan.
Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak dan anggota keluarga, terutama dalam penggunaan telepon genggam dan internet.
“Mari kita jaga diri, keluarga, dan lingkungan. Jangan sampai masa depan rusak hanya karena godaan sesaat,” tegasnya.
Imbauan tersebut mendapat perhatian serius dari warga.
Sejumlah warga mengaku selama ini belum menyadari bahwa judi online bisa membawa dampak sebesar itu.
Mereka pun berjanji akan lebih berhati-hati dan saling mengingatkan di lingkungan masing-masing.
Salah seorang warga mengatakan bahwa kehadiran polisi yang mau duduk dan berbincang langsung membuat pesan yang disampaikan terasa lebih dekat dan mudah dipahami.
“Biasanya kami hanya dengar soal judi online dari media sosial. Tapi setelah dijelaskan langsung oleh polisi, kami jadi paham kalau dampaknya sangat berbahaya,” ujar seorang warga.
Malam itu, patroli Polsek Meranti tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga meninggalkan pesan penting bagi masyarakat.
Di tengah suasana sederhana dan penuh keakraban, polisi mengingatkan bahwa menjaga diri dari judi online merupakan langkah awal untuk menjaga masa depan keluarga tetap aman dan sejahtera.











