Akarkata.com, Melawi, Kalbar — Upaya membangun kesadaran hukum dan karakter positif di kalangan pelajar terus dilakukan jajaran Polres Melawi melalui program Police Goes to School.
Pada Senin pagi (20/4/2026), KBO Lantas Polres Melawi, Iptu Nurhadi, hadir sebagai Inspektur Upacara di halaman Sekolah Yayasan Sungai Kehidupan Borneo, Desa Mangala, Kecamatan Pinoh Selatan, Kabupaten Melawi.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta jajaran sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kehadiran polisi di tengah lingkungan pendidikan disambut antusias oleh para pelajar yang tampak serius mengikuti jalannya upacara.
Dalam amanatnya, Iptu Nurhadi menekankan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan, khususnya dalam berlalu lintas.
Menurutnya, kesadaran terhadap keselamatan di jalan harus mulai ditanamkan sejak usia dini agar menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa.

Ia menjelaskan bahwa setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk mematuhi aturan lalu lintas, baik sebagai pejalan kaki, pengendara sepeda, maupun pengguna kendaraan bermotor.
Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Kedisiplinan berlalu lintas harus ditanamkan sejak usia sekolah, agar ke depan dapat menciptakan generasi yang sadar hukum dan keselamatan,” ujar Iptu Nurhadi di hadapan peserta upacara.

Iptu Nurhadi juga mengingatkan para siswa agar tidak mengendarai kendaraan bermotor jika belum cukup umur atau belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Selain melanggar aturan, hal itu juga sangat berisiko terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain di jalan raya.
Selain menyampaikan materi tentang tertib berlalu lintas, KBO Lantas Polres Melawi turut memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Menurutnya, para pelajar harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang negatif.
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat menghancurkan cita-cita dan masa depan.
“Jangan pernah mencoba-coba menggunakan narkoba. Sekali terjerumus, akan sangat sulit untuk keluar. Masa depan adik-adik masih panjang dan harus dijaga dengan baik,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Iptu Nurhadi juga menyoroti pentingnya menghentikan tindakan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Ia mengajak seluruh siswa untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga kebersamaan.
Bullying, menurutnya, dapat menimbulkan dampak buruk bagi korban, baik secara mental maupun emosional.
Oleh sebab itu, setiap siswa diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai.
“Jangan ada lagi saling mengejek, menghina, atau melakukan perundungan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan untuk belajar,” pesannya.
Program Police Goes to School ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.
Para guru menilai kehadiran polisi di sekolah memberikan edukasi yang sangat penting dan relevan bagi para siswa.
Pihak Yayasan Sungai Kehidupan Borneo berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar para pelajar semakin memahami pentingnya disiplin, keselamatan, dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, Polres Melawi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra pendidikan yang berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang tertib, berkarakter, dan bebas dari pengaruh negatif.











