Akarkata.com, Melawi, Kalbar – Puluhan personel Polres Melawi menjalani tes urine dalam rangka pemeriksaan disiplin yang dilaksanakan oleh Tim Propam Polda Kalimantan Barat, Senin, 20 April 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Mapolres Melawi dan menjadi bagian dari upaya pengawasan internal terhadap anggota Polri.
Tes urine dipimpin langsung oleh Kasubbid Provos Bidpropam Polda Kalbar, AKBP Bibit Triyono, A.Md.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktibplin) yang tengah dilakukan di Polres Melawi.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan bahwa seluruh personel, baik perwira maupun bintara, bebas dari penyalahgunaan narkoba dan tetap menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Tes Urine Jadi Bagian dari Gaktibplin di Polres Melawi

Pelaksanaan tes urine tidak dilakukan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari kegiatan Gaktibplin yang dilakukan oleh Propam Polda Kalbar di Polres Melawi.
Sebelumnya, Tim Propam juga telah melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan, kelengkapan identitas, penampilan personel, hingga pengecekan handphone untuk mencegah judi online.
Kini, fokus pemeriksaan diarahkan pada penyalahgunaan narkoba yang dinilai sebagai salah satu pelanggaran serius bagi anggota Polri.
Puluhan personel dipilih untuk mengikuti tes urine secara bergantian.
Mereka berasal dari berbagai satuan dan tingkatan, mulai dari perwira hingga bintara.
Seluruh proses berlangsung di bawah pengawasan ketat Tim Propam untuk memastikan pemeriksaan berjalan objektif, transparan, dan sesuai prosedur.
Propam Polda Kalbar Pastikan Anggota Bebas dari Narkoba

Dalam pelaksanaannya, setiap personel diwajibkan mengikuti tes urine sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Petugas Propam memantau langsung proses pengambilan sampel guna memastikan tidak ada kecurangan maupun pelanggaran selama pemeriksaan berlangsung.
AKBP Bibit Triyono, A.Md. menjelaskan bahwa tes urine ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini.
Menurutnya, institusi Polri tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian.
“Tes urine ini kami lakukan sebagai langkah deteksi dini serta memastikan tidak ada anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar AKBP Bibit Triyono, A.Md.
Ia menambahkan bahwa personel Polri harus menjadi teladan bagi masyarakat.
Karena itu, anggota yang bertugas menjaga keamanan justru harus bersih dari narkoba dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya.
Pemeriksaan rutin seperti ini diharapkan mampu mencegah sejak dini kemungkinan adanya anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan zat terlarang.
Penyalahgunaan Narkoba Dinilai Merusak Citra Institusi

Polda Kalbar menilai bahwa penyalahgunaan narkoba oleh anggota Polri merupakan pelanggaran yang sangat serius.
Selain melanggar hukum, tindakan tersebut dapat merusak citra institusi dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Anggota yang terlibat narkoba dinilai tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga dapat memengaruhi kinerja, disiplin, dan profesionalisme dalam bertugas.
Karena itu, Tim Propam Polda Kalbar menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap personel yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
AKBP Bibit Triyono menegaskan bahwa apabila ditemukan pelanggaran, maka anggota yang bersangkutan akan diproses dan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Apabila ditemukan adanya pelanggaran, maka akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas AKBP Bibit Triyono, A.Md.
Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan Polda Kalbar dalam menjaga kedisiplinan dan integritas seluruh personel di jajaran kepolisian.
Personel Polres Melawi Ikuti Pemeriksaan dengan Kooperatif
Pelaksanaan tes urine di Mapolres Melawi berlangsung dengan tertib dan lancar.
Seluruh personel yang mengikuti pemeriksaan menunjukkan sikap kooperatif dan mematuhi arahan dari Tim Propam.
Tidak terlihat adanya penolakan maupun keberatan dari personel yang menjalani tes urine.
Sebaliknya, para anggota memahami bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan pengawasan untuk menjaga nama baik institusi.
Pihak Polres Melawi juga menyambut baik pelaksanaan tes urine tersebut.
Menurut jajaran Polres Melawi, pemeriksaan semacam ini penting dilakukan secara rutin agar seluruh personel selalu waspada dan menjauhi segala bentuk pelanggaran.
Selain itu, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga perilaku, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Polres Melawi Dukung Pengawasan Internal dari Propam
Polres Melawi menilai bahwa pengawasan internal yang dilakukan oleh Propam Polda Kalbar sangat penting untuk meningkatkan kualitas personel.
Melalui kegiatan Gaktibplin dan tes urine, personel diingatkan kembali bahwa disiplin dan integritas merupakan modal utama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Polres Melawi berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar seluruh anggota tetap menjaga profesionalisme dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Dengan personel yang bersih dari narkoba, pelayanan kepada masyarakat tentu akan berjalan lebih maksimal dan kepercayaan publik terhadap Polri akan semakin meningkat.
Selain tes urine, pengawasan terhadap perilaku anggota juga akan terus diperkuat, termasuk dalam hal penggunaan media sosial, kepatuhan terhadap aturan, serta disiplin dalam pelaksanaan tugas.
Diharapkan Kepercayaan Masyarakat terhadap Polri Semakin Meningkat
Kegiatan tes urine yang dilakukan oleh Propam Polda Kalbar di Polres Melawi bukan hanya bertujuan untuk mendeteksi penyalahgunaan narkoba, tetapi juga menjadi bentuk komitmen Polri dalam menjaga integritas institusi.
Masyarakat tentu menginginkan anggota Polri yang bersih, disiplin, dan profesional.
Karena itu, langkah tegas yang dilakukan Propam Polda Kalbar dinilai sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Dengan adanya pemeriksaan rutin seperti ini, diharapkan seluruh personel Polres Melawi dapat terus menjaga diri, menjauhi narkoba, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Polri yang disiplin dan bebas dari pelanggaran akan semakin dipercaya serta mampu menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat secara optimal.











