Akarkata.com, Melawi, Kalbar — Upaya membangun karakter generasi muda terus dilakukan jajaran Polres Melawi melalui kegiatan pembinaan di lingkungan sekolah.
Pada Senin pagi (20/4/2026), PS. Kasium Polsek Nanga Pinoh, Aiptu Syamsul, dipercaya menjadi pembina upacara di SMPN 06 Nanga Pinoh yang berlokasi di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga pendidik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran Aiptu Syamsul sebagai pembina upacara memberikan suasana berbeda sekaligus menjadi momentum penting untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada para pelajar.

Dalam amanatnya, Aiptu Syamsul menegaskan bahwa pembentukan karakter harus dimulai sejak dini.
Menurutnya, pelajar tidak hanya dituntut berprestasi di bidang akademik, tetapi juga harus memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan akhlak yang baik.
Ia mengajak para siswa agar membiasakan diri untuk menaati aturan sekolah, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga sikap dalam pergaulan sehari-hari.
“Karakter yang baik akan menjadi bekal penting bagi adik-adik di masa depan. Mulailah dengan disiplin, jujur, dan bertanggung jawab dalam setiap hal,” ujar Aiptu Syamsul di hadapan peserta upacara.
Selain menekankan pembentukan karakter, Aiptu Syamsul juga memberikan edukasi mengenai bahaya kenakalan remaja.
Ia mengingatkan para siswa agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku negatif lainnya yang dapat merusak masa depan.

Menurutnya, masa remaja merupakan masa yang sangat menentukan.
Karena itu, para pelajar harus pandai memilih teman dan lingkungan yang dapat memberikan pengaruh positif.
“Kenakalan remaja dapat merusak masa depan. Oleh karena itu, penting bagi adik-adik semua untuk memilih pergaulan yang baik dan menjauhi hal-hal negatif,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aiptu Syamsul juga menyoroti bahaya perundungan atau bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah.
Ia meminta para siswa untuk saling menghargai, tidak mengejek, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti teman.
Bullying, menurutnya, bukan hanya berdampak pada korban, tetapi juga dapat merusak suasana belajar dan hubungan antarsiswa.
Karena itu, seluruh pelajar diajak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan.
“Jangan pernah melakukan bullying. Jadilah teman yang baik, saling membantu, dan saling menghormati,” pesannya.
Tidak hanya itu, Aiptu Syamsul juga mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas sebagai bentuk kedisiplinan dan kepatuhan terhadap hukum.
Para siswa diminta untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak mengendarai kendaraan apabila belum cukup umur.
Ia berharap para pelajar dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk mempererat hubungan dengan dunia pendidikan.
Kehadiran polisi di sekolah diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya dan kedekatan antara pelajar dengan institusi Polri.
Aiptu Syamsul menegaskan bahwa polisi adalah sahabat anak dan pelindung masyarakat.
Karena itu, para siswa tidak perlu merasa takut terhadap polisi, melainkan dapat menjadikan polisi sebagai tempat untuk berbagi, bertanya, dan mencari perlindungan.
“Polri adalah sahabat anak. Jika ada masalah, jangan takut untuk bercerita atau meminta bantuan kepada polisi,” ujarnya.
Pihak SMPN 06 Nanga Pinoh menyambut baik kegiatan tersebut.
Para guru berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi bekal berharga bagi siswa dalam membentuk karakter positif dan menjauhi berbagai perilaku negatif.
Melalui kegiatan seperti ini, Polres Melawi berharap lahir generasi muda yang disiplin, berakhlak baik, bebas dari kenakalan remaja, serta memiliki masa depan yang lebih cerah.











