Akarkata.com, Sintang, Kalbar – Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., mendampingi Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat (Asops Kasad) Mayjen TNI Aminton Manurung, S.I.P., dalam kunjungan kerja ke daerah latihan militer yang berlokasi di Desa Nanga Bugau, Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat (24/04/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD untuk memastikan seluruh rangkaian latihan berjalan optimal, terukur, serta sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan.
Kehadiran pejabat tinggi TNI AD ini sekaligus menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap kualitas pembinaan prajurit di wilayah perbatasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan Asops Kasad disambut langsung oleh Kasbrigif 19/KH Letkol Inf Zulfikar Akbar Helmi, S.E., Dandim 1205/Stg Letkol Arm Anggit Wijaksono, S.I.P., M.I.P., M.O.S., Dansatgas Pamtas Yonkav 3/AC Letkol Kav Alfid Dwi Arisanto, S.Sos., serta Kepala Desa Nanga Bugau, Bapak Toni, bersama unsur perangkat desa setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Aminton Manurung, S.I.P., menegaskan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mengevaluasi sekaligus memastikan pelaksanaan latihan berjalan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditentukan.
Menurutnya, latihan militer tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis dan taktis prajurit, tetapi juga diarahkan untuk mencetak kader pelatih yang memiliki kompetensi dalam mentransfer ilmu dan pengalaman kepada satuan di bawahnya.

“Latihan ini tidak sekadar meningkatkan keterampilan tempur, tetapi juga bertujuan menciptakan kader-kader pelatih yang mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama latihan militer,” ungkapnya.
Dalam peninjauan lapangan, Asops Kasad turut memberikan arahan kepada para peserta latihan agar mengoptimalkan setiap materi yang diterima.
Ia menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terhadap setiap tahapan latihan guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

Selain itu, aspek kedisiplinan, soliditas, serta semangat juang prajurit juga menjadi perhatian utama.
Hal tersebut dinilai sebagai fondasi penting dalam menghadapi kompleksitas tantangan tugas di masa mendatang, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki dinamika tersendiri.
Pada kesempatan yang sama, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., menyampaikan bahwa peserta latihan yang terlibat merupakan prajurit pilihan yang dipersiapkan menjadi kader pelatih di lingkungan TNI AD.
Ia menegaskan bahwa peran kader pelatih sangat strategis dalam membentuk postur prajurit yang profesional, tangguh, serta adaptif terhadap perkembangan situasi dan tantangan operasional.
“Para peserta latihan ini adalah kader unggulan yang akan menjadi ujung tombak dalam pembinaan satuan. Ilmu yang diperoleh harus terus diasah dan diterapkan secara konsisten di lapangan,” jelas Danrem.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit TNI AD, sekaligus memperkuat kesiapan operasional satuan dalam menjaga kedaulatan wilayah, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat.











