Akarkata.com, Jakarta- Nama Syahrini kembali menjadi perbincangan publik setelah ia mengklaim menerima penghargaan internasional yang disebut- sebut berasal dari UNESCO, lembaga di bawah naungan PBB.
Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, penghargaan tersebut sebenarnya diberikan oleh United Society Council( USC), bukan UNESCO.
Klaim Syahrini dan Aksi Kemanusiaan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahan Instagram terbarunya, Syahrini membagikan videotape saat menerima penghargaan bertajuk Cannes Award.
Ia menulis bahwa penghargaan tersebut diberikan oleh UNESCO melalui Princess Charlene Fondation dan acara hear To Her Parole.
UNESCO( United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) adalah badan resmi PBB yang dikenal mendukung perdamaian melalui pendidikan, kebudayaan, dan komunikasi.
Namun, pernyataan Syahrini terkait penghargaan dari UNESCO menimbulkan pertanyaan.
Ada Logo UNESCO, Tapi Bukan dari UNESCO
Dalam bill penghargaan tersebut, tampak totem dari United Society Council, dan juga terdapat totem UNESCO pada piala penghargaan.
Baca juga : https://akarkata.com/index.php/2025/06/07/dewi-perssik-kurban-17-sapi-tuai-berkah-dari-julukan-nona-ambon/
Namun, totem UNESCO tersebut tidak menunjukkan keterlibatan resmi organisasi tersebut.
totem itu berkaitan dengan Guila Clara Kessous, seorang seniman perdamaian UNESCO( UNESCO Artist for Peace).
Kessous memang aktif di berbagai forum budaya dan dikenal memperjuangkan aksi kemanusiaan melalui seni.
Konfirmasi dari Kantor PBB Indonesia
Setelah dilakukan klarifikasi, kantor PBB di Indonesia menyatakan bahwa penghargaan tersebut tidak berkaitan dengan UNESCO.
United Society Council( USC) adalah organisasi independen yang berbasis di Dublin, Irlandia.
Meskipun aktif dalam kegiatan sosial dan acara glamor, USC bukan bagian dari sistem PBB.
“Penghargaan ini bukan diberikan oleh UNESCO. Adanya totem UNESCO hanya berkaitan dengan partisipasi pribadi dari UNESCO goodwill minister, bukan sebagai lembaga pemberi penghargaan,” demikian keterangan dari pihak PBB Indonesia.
Mengenal United Society Council
United Society Council dikenal sebagai organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, aksi kemanusiaan, dan perdamaian.
Mereka rutin menggelar acara eksklusif di kota- kota besar dunia seperti Cannes, Paris, New York, dan Monaco.
Melalui acara semacam itu, USC mencoba membangun jembatan kolaborasi antar tokoh global untuk mendukung nilai- nilai perdamaian dan pembangunan berkelanjutan, mirip dengan visi misi UNESCO, meskipun tidak terkait secara institusional.
Peran Guila Clara Kessous sebagai Seniman Perdamaian UNESCO
Guila Clara Kessous merupakan seniman perdamaian UNESCO sejak 2012. Ia dikenal sebagai akademisi dan sutradara yang mengangkat isu hak asasi manusia dan perdamaian melalui seni pertunjukan.
Kehadirannya dalam acara penghargaan Syahrini bukan berarti acara tersebut diadakan oleh UNESCO, melainkan sebagai individu yang diundang oleh pihak ketiga.
Apa Itu hear To Her Parole?
Acara” hear To Her Parole” yang disebut Syahrini bukan merupakan bagian resmi dari program UNESCO.
Acara tersebut merupakan rubrik dalam majalah Discrte Magazine yang menyoroti pencapaian perempuan di berbagai bidang seperti seni, bisnis, dan teknologi.
Tidak ada publikasi resmi dari situs unesco.org terkait acara ini.
Klaim Syahrini menerima penghargaan dari UNESCO perlu diluruskan.
Meskipun ia menerima penghargaan yang menggunakan simbol atau tokoh- tokoh yang terkait dengan UNESCO, seperti seniman perdamaian UNESCO, acara tersebut diselenggarakan oleh organisasi independen United Society Council, bukan badan resmi PBB.(Tim)***











