Akarkata.com, Sambas – Semangat cinta tanah air terus digelorakan hingga ke pelosok negeri.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan oleh Babinsa perbatasan jajaran Kodim 1208/Sambas, Sertu Dwi Ariyanto, yang bersama masyarakat membentuk Kampung Merah Putih di Dusun Sempadan, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Wilayah Temajuk dikenal sebagai salah satu kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi geografis tersebut menjadikan penguatan identitas kebangsaan sebagai hal penting, agar masyarakat tetap memiliki rasa bangga dan loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui kegiatan ini, Babinsa bersama warga melakukan pemasangan bendera Merah Putih, umbul-umbul, serta berbagai atribut bernuansa nasional di lingkungan permukiman.
Hasilnya, kampung yang sebelumnya tampak biasa kini berubah menjadi kawasan penuh simbol kebangsaan yang mencerminkan semangat persatuan dan kedaulatan negara.
Gotong Royong TNI dan Masyarakat Hiasi Kampung

Kegiatan pembentukan Kampung Merah Putih dilaksanakan secara gotong royong, melibatkan berbagai elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, tokoh pemuda, hingga warga setempat.
Mereka bersama Babinsa bekerja sama memasang bendera di sepanjang jalan desa, halaman rumah, fasilitas umum, serta titik strategis lainnya.
Suasana kebersamaan terlihat jelas saat warga bahu-membahu menghias kampung.
Selain memperindah lingkungan, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap simbol negara serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.
Sertu Dwi Ariyanto menjelaskan bahwa Kampung Merah Putih bukan sekadar dekorasi, melainkan bentuk edukasi kebangsaan yang konkret bagi masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah perbatasan.
“Melalui pembentukan Kampung Merah Putih ini, kami ingin menanamkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan menjadi bagian dari NKRI, terutama bagi anak-anak muda yang tinggal di wilayah perbatasan,” ungkapnya.
Strategi Pembinaan Teritorial di Daerah Perbatasan

Program Kampung Merah Putih juga merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah perbatasan.
Kehadiran Babinsa tidak hanya berfungsi sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan penguatan karakter kebangsaan masyarakat.
Wilayah perbatasan seringkali menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pembangunan hingga pengaruh budaya luar.
Oleh karena itu, pendekatan humanis melalui kegiatan sosial dan edukatif menjadi strategi efektif untuk menjaga ketahanan nasional dari tingkat desa.
Menurut Sertu Dwi Ariyanto, pembentukan Kampung Merah Putih diharapkan mampu menjadi benteng moral dan simbol bahwa masyarakat perbatasan tetap setia kepada Indonesia.
“Walaupun tinggal di ujung negeri, masyarakat di sini tetap memiliki semangat nasionalisme yang tinggi dan siap menjaga kedaulatan NKRI,” tegasnya.
Mempererat Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Selain memperkuat identitas nasional, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Interaksi langsung melalui kerja bersama menciptakan kedekatan emosional yang penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah.
Konsep kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali terlihat nyata dalam kegiatan ini.
Warga merasa dihargai dan diperhatikan, sementara TNI dapat memahami kondisi sosial masyarakat secara langsung.
Tokoh masyarakat setempat menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas inisiatif Babinsa.
Mereka menilai kegiatan tersebut tidak hanya memperindah desa, tetapi juga membangkitkan semangat persatuan dan kebangsaan.
“Kami bangga kampung kami menjadi Kampung Merah Putih. Ini menunjukkan bahwa kami di perbatasan tetap Indonesia,” ujar salah satu warga.
Simbol Komitmen Menjaga Keutuhan NKRI

Terbentuknya Kampung Merah Putih di Desa Temajuk diharapkan menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI.
Selain sebagai pengingat identitas nasional, keberadaan kampung ini juga dapat menjadi inspirasi bagi wilayah perbatasan lainnya di Indonesia.
Program serupa dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa cinta tanah air secara berkelanjutan, karena melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Ke depan, Kampung Merah Putih dapat dikembangkan menjadi kawasan edukasi kebangsaan sekaligus destinasi wisata nasionalisme di wilayah perbatasan.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Babinsa bersama masyarakat Temajuk menunjukkan bahwa menjaga Indonesia tidak selalu dilakukan dengan senjata, tetapi juga melalui penguatan karakter, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Kehadiran Kampung Merah Putih di batas negeri menjadi pesan kuat bahwa NKRI tetap kokoh dari Sabang sampai Merauke, termasuk di garis terdepan perbatasan.











