Akarkata.com, Bengkayang, Kalbar – Kodim 1209/Bengkayang melalui Koramil 1209-07/Jagoi Babang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi infrastruktur desa dengan melaksanakan karya bakti rehabilitasi jembatan gantung di Dusun Senaning, Desa Gersik, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Jumat (17/4/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan bersama warga binaan sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi jembatan yang sudah mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat yang melintas setiap hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jembatan gantung itu selama ini menjadi salah satu akses utama bagi masyarakat Dusun Senaning.
Jalur tersebut digunakan warga untuk beraktivitas, mulai dari menuju kebun, pergi ke pasar, hingga menjadi lintasan anak-anak menuju sekolah.
Karena itu, ketika kondisi jembatan semakin rusak, masyarakat mulai merasa khawatir saat melintas.
Kondisi Jembatan Sudah Memprihatinkan

Sebelum dilakukan rehabilitasi, kondisi jembatan gantung di Dusun Senaning dilaporkan sudah sangat memprihatinkan.
Sejumlah papan lantai jembatan terlihat lapuk, patah, bahkan berlubang di beberapa titik.
Selain itu, tali pengaman di sisi jembatan juga mulai kendur dan tidak lagi layak digunakan.
Kerusakan tersebut membuat jembatan menjadi rawan dilalui, terutama saat pagi dan sore hari ketika aktivitas masyarakat meningkat.
Anak-anak sekolah, petani yang membawa hasil kebun, hingga warga yang hendak menuju pusat kecamatan harus ekstra hati-hati saat melintas.
Melihat situasi tersebut, personel Koramil 1209-07/Jagoi Babang segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.
Setelah menilai tingkat kerusakan, diputuskan bahwa jembatan harus segera direhabilitasi agar tidak membahayakan warga.
Koramil 1209-07/Jagoi Babang Bergerak Cepat

Dipimpin oleh personel Koramil 1209-07/Jagoi Babang, kegiatan karya bakti pun segera dilaksanakan.
Material kayu yang sudah lapuk diganti dengan papan baru yang lebih kuat dan kokoh.
Tidak hanya itu, bagian tali pengaman dan sisi jembatan yang mulai rusak juga diperbaiki agar jembatan kembali stabil saat digunakan.
Para personel TNI bersama warga tampak bahu-membahu mengangkat material, memotong kayu, hingga memasang papan lantai jembatan satu per satu.
Seluruh proses dilakukan secara teliti agar hasil perbaikan benar-benar aman dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.
Semangat gotong royong terlihat begitu kuat selama kegiatan berlangsung.
Meski pekerjaan cukup berat, suasana kebersamaan antara TNI dan masyarakat membuat proses rehabilitasi berjalan lancar dan penuh semangat.
Sinergi TNI, Pemerintah Desa, dan Warga

Karya bakti rehabilitasi jembatan gantung ini tidak hanya melibatkan anggota Koramil 1209-07/Jagoi Babang.
Pemerintah Desa Gersik, tokoh masyarakat, dan warga Dusun Senaning juga ikut terlibat secara aktif.
Sejak pagi hari, warga berdatangan untuk membantu proses perbaikan.
Ada yang bertugas mengangkut kayu, menyiapkan alat, hingga membantu memasang papan jembatan.
Kehadiran seluruh elemen masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
Pemerintah Desa Gersik menyampaikan apresiasi atas kepedulian Kodim 1209/Bengkayang yang sigap membantu warga.
Menurut mereka, rehabilitasi jembatan ini sangat penting karena jembatan gantung tersebut merupakan urat nadi aktivitas masyarakat di Dusun Senaning.
Kebersamaan antara TNI dan rakyat yang terjalin dalam kegiatan ini sekaligus menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dengan masyarakat.
Kehadiran TNI tidak hanya dirasakan dalam bidang pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui aksi nyata membantu kebutuhan warga.
Jembatan Gantung Jadi Akses Vital Warga

Bagi masyarakat Desa Gersik, jembatan gantung di Dusun Senaning memiliki peran yang sangat penting.
Jembatan ini merupakan akses utama yang menghubungkan permukiman warga dengan area perkebunan, sekolah, pasar, dan pusat pelayanan lainnya.
Banyak petani di Dusun Senaning memanfaatkan jalur tersebut untuk membawa hasil panen menuju pasar atau pengepul.
Jika jembatan rusak dan tidak dapat digunakan, maka aktivitas ekonomi warga otomatis terganggu.
Tidak hanya itu, anak-anak sekolah juga harus melewati jembatan tersebut setiap hari.
Dengan kondisi jembatan yang rusak sebelumnya, para orang tua merasa cemas karena khawatir anak-anak mereka terjatuh saat menyeberang.
Kini, setelah dilakukan rehabilitasi, masyarakat merasa lebih tenang.
Jembatan yang sudah diperbaiki dinilai jauh lebih aman dan nyaman untuk dilalui.
Warga tidak lagi waswas ketika melintas, baik saat berjalan kaki maupun membawa hasil kebun.
Bukti Nyata Kepedulian Kodim 1209/Bengkayang

Melalui kegiatan karya bakti ini, Kodim 1209/Bengkayang berharap hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat.
Rehabilitasi jembatan gantung di Dusun Senaning menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk membangun desa dan membantu sesama.
Kodim 1209/Bengkayang juga menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilakukan sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian dalam bidang infrastruktur.
Dengan selesainya perbaikan jembatan gantung tersebut, diharapkan roda perekonomian, pendidikan, dan aktivitas masyarakat di Desa Gersik dapat berjalan lebih lancar.
Infrastruktur yang aman dan layak diyakini akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga dalam jangka panjang.
Karya bakti yang dilakukan Kodim 1209/Bengkayang bersama warga Dusun Senaning ini sekaligus menjadi contoh bahwa pembangunan desa akan lebih cepat terwujud apabila dilakukan secara bersama-sama, dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
(Pendim 1209/Bky)











