Akarkata.com, Sekadau, Kalbar – Prajurit Yonif TP 833/BD kembali menunjukkan dedikasi dan semangat pengabdian dalam misi kemanusiaan.
Bersama tim SAR gabungan, mereka berhasil menuntaskan proses evakuasi korban kecelakaan Helikopter Airbus H130 T2/PK-CFX milik PT Matthew Air Nusantara yang jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Jumat (17/04/2026).
Lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan terpencil Bukit Puntak, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Medan yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi berlangsung penuh tantangan.
Setelah bekerja sepanjang malam, tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi delapan jenazah korban dari titik jatuh helikopter menuju lokasi yang lebih aman untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Misi tersebut menjadi ujian fisik dan mental bagi seluruh personel yang terlibat.
Tidak adanya akses kendaraan menuju lokasi memaksa tim SAR dan prajurit Yonif TP 833/BD melakukan evakuasi secara manual.

Jenazah korban harus dipikul menggunakan tandu darurat sambil berjalan kaki melewati hutan lebat, lereng curam, dan jalur licin akibat hujan.
Medan yang terjal ditambah minimnya penerangan membuat perjalanan berlangsung sangat berat.
Para personel harus menyusuri kegelapan malam dengan penuh kehati-hatian.
Bahkan di beberapa titik, mereka harus melewati kemiringan ekstrem yang rawan longsor dan licin.

Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para prajurit untuk menuntaskan misi kemanusiaan tersebut.
Turut terjun langsung dalam proses evakuasi, Wadanyonif TP 833/BD Mayor Inf Ikhwan Hadi Putra, S.T.Han., ikut menyusuri medan berat bersama anggotanya.
Kehadiran beliau di lapangan menjadi penyemangat tersendiri bagi seluruh personel yang bertugas.

Mayor Inf Ikhwan Hadi Putra, S.T.Han. menegaskan bahwa misi evakuasi ini merupakan panggilan tugas dan bentuk tanggung jawab prajurit kepada masyarakat.
“Kondisi di lapangan memang sangat berat. Selain jarak pandang yang terbatas karena kegelapan malam, kemiringan medan di Bukit Puntak ini cukup ekstrem. Namun, sebagai prajurit, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dengan cepat dan layak, apa pun rintangannya. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat dan keluarga korban,” tegas Mayor Inf Ikhwan Hadi Putra, S.T.Han.
Semangat kebersamaan dan sinergi antara prajurit Yonif TP 833/BD dengan unsur SAR lainnya menjadi faktor utama keberhasilan proses evakuasi.
Seluruh personel saling membantu dan bekerja tanpa mengenal lelah demi mempercepat proses penyelamatan.
Selain Yonif TP 833/BD, proses evakuasi juga melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai unsur, termasuk aparat kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, serta masyarakat setempat.
Kerja sama tersebut membuat proses pencarian dan evakuasi berjalan lebih efektif.
Meski dihadapkan pada cuaca buruk dan medan ekstrem, seluruh jenazah korban akhirnya berhasil dibawa ke titik kumpul pada Jumat dini hari.
Selanjutnya, para korban dibawa untuk menjalani proses identifikasi oleh tim terkait.
Peristiwa jatuhnya Helikopter PK-CFX di Bukit Puntak tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga memperlihatkan besarnya pengorbanan para prajurit dan tim penyelamat di lapangan.
Aksi heroik prajurit Yonif TP 833/BD yang rela menembus hutan dan memikul jenazah di medan berbahaya menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di garis depan dalam setiap misi kemanusiaan.
Masyarakat pun memberikan apresiasi atas dedikasi dan keberanian para personel yang bertugas.
Banyak pihak menilai, keberhasilan evakuasi ini menunjukkan tingginya semangat solidaritas dan pengabdian aparat kepada masyarakat.
Melalui misi ini, Yonif TP 833/BD kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir membantu masyarakat, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.
Pengabdian tanpa batas tersebut menjadi cerminan nyata semangat prajurit dalam menjalankan tugas demi kemanusiaan.











