Akarkata.com, Badau, Kapuas Hulu – Dalam upaya mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah perbatasan, personel Koramil 1206-04/Badau bergerak cepat melakukan pengecekan langsung terhadap titik api yang terdeteksi melalui pantauan satelit.
Lokasi tersebut berada di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), tepatnya di Dusun Tanjung Hantu, Kecamatan Pulau Majang, Kecamatan Badau, pada Senin (30/03/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons dini terhadap indikasi kenaikan suhu permukaan di koordinat (Co.0.94182 – 111.994), yang berpotensi menjadi awal terjadinya kebakaran hutan dan lahan jika tidak segera ditangani.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sinergi TNI, Polri, dan Manggala Agni

Kegiatan pengecekan titik api ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, hingga masyarakat peduli api di wilayah Kecamatan Badau.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama dalam mempercepat penanganan serta meminimalisir risiko meluasnya kebakaran.
Sinergitas yang terjalin menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi masyarakat dari dampak buruk karhutla, seperti kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Tim gabungan bekerja secara terpadu dengan membagi tugas di lapangan, mulai dari pemantauan, pemadaman, hingga pengamanan area sekitar lokasi titik api.
Medan Sulit Tak Surutkan Semangat Petugas

Untuk mencapai lokasi yang terdeteksi sebagai hotspot, personel gabungan harus menempuh medan yang cukup berat dan menantang.
Akses menuju kawasan hutan dan lahan gambut tersebut memerlukan ketahanan fisik serta koordinasi yang baik antar tim.
Meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, semangat petugas tidak surut dalam memastikan kondisi sebenarnya dari titik panas tersebut, apakah merupakan kebakaran aktif atau hanya aktivitas pembukaan lahan terbatas oleh masyarakat.
Upaya ini menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini karhutla yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan dalam penanganan.
Kapten Inf Mahfud Sabban Tekankan Pentingnya Sinergi
Danramil 1206-04/Badau Kapten Inf Mahfud Sabban melalui Babinsa di lapangan Koptu Dian Abdul Malik menyampaikan bahwa patroli terpadu akan terus ditingkatkan, terutama menjelang musim kemarau yang rawan terjadinya kebakaran.
“Kami tidak ingin kecolongan. Sinergi antar instansi serta kesadaran masyarakat menjadi kunci utama agar wilayah Badau tetap bebas dari kabut asap,” ujar Kapten Inf Mahfud Sabban.
Ia menegaskan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Titik Api Berhasil Ditangani dan Dipastikan Aman
Setelah dilakukan pengecekan langsung di lokasi, tim gabungan memastikan bahwa titik api yang terpantau telah berhasil ditangani.
Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa, khususnya di area lahan gambut yang berpotensi menyimpan api di bawah permukaan tanah.
Langkah pendinginan ini menjadi sangat penting guna mencegah munculnya kembali api yang dapat memicu kebakaran lanjutan.
Dengan penanganan yang cepat dan tepat, potensi meluasnya kebakaran dapat ditekan sejak dini.
Edukasi dan Pencegahan Jadi Prioritas
Selain melakukan penanganan langsung di lapangan, Koramil 1206-04/Badau bersama instansi terkait juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla serta sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan secara sengaja.
Koptu Dian Abdul Malik menjelaskan bahwa pendekatan persuasif kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
“Kami tidak hanya turun ke lokasi titik api, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak karhutla dan konsekuensi hukumnya,” jelasnya.
Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Antisipasi Lebih Lanjut dan Kesiapsiagaan
Sebagai langkah antisipatif, tim gabungan juga melakukan pemetaan terhadap akses jalan terdekat serta sumber air yang dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran yang lebih besar.
Kesiapan ini sangat penting guna mempercepat proses penanganan apabila terjadi situasi darurat.
Dengan perencanaan yang matang, setiap potensi kebakaran dapat direspon dengan cepat dan efektif.
Komitmen Jaga Wilayah Bebas Karhutla
Kegiatan patroli dan pengecekan titik api ini menjadi bukti nyata komitmen Koramil 1206-04/Badau bersama seluruh pihak terkait dalam menjaga wilayahnya dari ancaman karhutla.
Dengan sinergi yang kuat, diharapkan wilayah Badau dan sekitarnya, khususnya kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, tetap terjaga kelestariannya serta bebas dari bencana kabut asap.
Upaya pencegahan yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan diyakini mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah perbatasan Kapuas Hulu.











