Akarkata.com, Sintang, Kalbar – Pendekatan humanis kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Sintang dalam mengawal aksi damai yang dilakukan oleh massa pendukung Agustinus Cs di depan Pengadilan Negeri (PN) Sintang, Kalimantan Barat, Senin (30/3/2026).
Dalam pengamanan tersebut, sejumlah Polisi Wanita (Polwan) tampil dengan cara yang berbeda dan menarik, yakni menyambut peserta aksi melalui pantun yang disampaikan secara persuasif.
Langkah unik ini menjadi sorotan karena mampu mencairkan suasana yang sebelumnya cenderung tegang, menjadi lebih santai dan penuh keakraban antara aparat keamanan dan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pantun Jadi Media Komunikasi Persuasif
Di tengah suasana aksi yang diikuti ratusan massa, para Polwan Polres Sintang dengan penuh percaya diri menyampaikan pantun berisi pesan-pesan kamtibmas.
Isi pantun tersebut mengajak masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, menghormati proses hukum, serta menyampaikan aspirasi secara damai.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Massa aksi yang semula terlihat serius dan tegang, perlahan menunjukkan respons positif, bahkan beberapa di antaranya tampak tersenyum dan memberikan apresiasi.
Penggunaan pantun sebagai media komunikasi dinilai sebagai strategi kreatif yang mampu menyampaikan pesan dengan cara yang ringan, namun tetap bermakna.
Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo: Humanis Jadi Prioritas
Kapolres Sintang AKBP Sanny Handityo menegaskan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas utama dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat, khususnya aksi penyampaian pendapat di muka umum.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan aksi damai. Kehadiran Polwan dengan pantun ini adalah bentuk komunikasi yang lebih sejuk dan persuasif agar pesan kamtibmas dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar AKBP Sanny Handityo.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan semata, tetapi juga harus mampu membangun hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.
Membangun Kedekatan dengan Masyarakat
Pendekatan humanis yang dilakukan Polres Sintang melalui peran aktif Polwan menjadi salah satu upaya untuk menciptakan kedekatan emosional dengan masyarakat.
Hal ini penting agar masyarakat merasa dihargai dan tidak merasa terintimidasi oleh kehadiran aparat keamanan.
“Dengan cara-cara humanis seperti ini, kami berharap situasi tetap kondusif, masyarakat merasa dihargai, dan penyampaian aspirasi dapat berjalan tertib tanpa mengganggu ketertiban umum,” tambah Kapolres.
Kehadiran Polwan dengan pendekatan yang lembut dan komunikatif dinilai mampu menjadi jembatan antara aparat dan masyarakat dalam menciptakan suasana yang lebih kondusif.
Pengamanan Tetap Dilakukan Secara Profesional
Meski mengedepankan pendekatan humanis, Polres Sintang tetap menjalankan pengamanan secara profesional dan terukur.
Personel disiagakan di berbagai titik strategis di sekitar lokasi aksi untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan.
Pengamanan dilakukan secara terbuka dan tertutup, dengan koordinasi yang baik antar personel di lapangan.
Hal ini memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman tanpa mengurangi kenyamanan masyarakat.
Sinergi Aparat dan Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif
Keberhasilan pengamanan aksi damai ini tidak lepas dari sinergi yang baik antara aparat keamanan dan masyarakat.
Kesadaran peserta aksi untuk menjaga ketertiban, ditambah dengan pendekatan humanis dari aparat, menjadi kunci utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
Aksi damai yang berlangsung di PN Sintang pun berjalan dengan tertib hingga selesai.
Tidak terdapat insiden yang menonjol, dan massa aksi membubarkan diri dengan damai.
Humanisasi Polri dalam Pelayanan Publik
Langkah yang dilakukan oleh Polwan Polres Sintang ini mencerminkan upaya Polri dalam mengedepankan humanisasi dalam pelayanan kepada masyarakat.
Pendekatan yang mengutamakan dialog, empati, dan komunikasi yang baik dinilai lebih efektif dalam menjaga stabilitas keamanan.
Strategi ini juga menjadi contoh bahwa pengamanan tidak harus selalu dilakukan dengan pendekatan kaku, melainkan dapat dikombinasikan dengan cara-cara kreatif yang lebih diterima oleh masyarakat.
Komitmen Jaga Kamtibmas Secara Humanis
Polres Sintang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan yang profesional sekaligus humanis.
Dengan strategi ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri semakin meningkat.
Ke depan, pendekatan serupa akan terus dikembangkan dalam berbagai kegiatan pengamanan, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat.
Situasi yang aman, tertib, dan kondusif pun diharapkan dapat terus terjaga, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban bersama.











