Akarkata.com, Bengkayang, Kalimantan Barat – Komandan Kodim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc. memimpin langsung prosesi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Sentawak, Desa Tanjung, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, Senin (06/04/2026).
Kegiatan ground breaking tersebut menjadi penanda dimulainya pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pelosok Kabupaten Bengkayang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan video conference yang terhubung langsung dengan Danrem 121/Alambhana Wanawai Brigjen TNI Purnomosidi.
Dalam arahannya, Danrem menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat.
Melalui sambungan virtual tersebut, Brigjen TNI Purnomosidi memimpin ground breaking secara terpusat sekaligus memberikan arahan strategis agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di wilayah teritorial Kodim 1209/Bengkayang, pembangunan Jembatan Garuda tidak hanya dilaksanakan di satu titik.
Terdapat tiga lokasi strategis yang menjadi sasaran pembangunan, yakni:
• Jembatan Sungai Kendaik di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Suti Semarang
• Jembatan Sungai Teriak di Kecamatan Teriak
• Jembatan Sungai Sentawak di Desa Tanjung, Kecamatan Teriak

Ketiga jembatan tersebut dipilih karena selama ini menjadi jalur penting yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas, baik menuju sekolah, pasar, lahan pertanian, maupun pusat pelayanan publik.
Namun, keterbatasan infrastruktur sering kali menghambat mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc. menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang lebih aman dan layak.
Menurutnya, minimnya akses jembatan selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam mendukung aktivitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
“Kehadiran Jembatan Garuda ini diharapkan mampu mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil bumi, dan meningkatkan akses warga terhadap berbagai layanan,” ujar Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi prioritas Kodim 1209/Bengkayang sebagai bagian dari upaya membantu pemerintah dalam mempercepat pembangunan di daerah pelosok dan wilayah perbatasan.
Prosesi peletakan batu pertama di Sungai Sentawak berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Kehadiran para tokoh dan masyarakat menunjukkan dukungan penuh terhadap program pembangunan yang digagas TNI.
Dukungan masyarakat dinilai sangat penting agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Selain itu, pembangunan jembatan ini juga diharapkan menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Dengan terbangunnya ketiga jembatan tersebut, konektivitas antar-desa di Kecamatan Teriak dan Kecamatan Suti Semarang diharapkan semakin baik.
Masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan saat melintas, terutama pada wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.
Selain meningkatkan akses transportasi, pembangunan Jembatan Garuda juga diperkirakan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan kebutuhan pokok akan menjadi lebih cepat dan efisien.
“Kami berharap pembangunan jembatan ini mampu menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat serta memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat dalam membangun daerah,” tambah Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc.
Melalui program pembangunan Jembatan Garuda, Kodim 1209/Bengkayang menunjukkan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya dalam bidang keamanan, tetapi juga dalam pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.
(Pendim 1209/Bky)











