Hanya bersifat simbolik dan tidak bisa dilakukan tanpa dukungan negara sekutu dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Kekhawatiran Soal Penundaan Tak Berujung
Kenneth Roth, mantan Direktur Eksekutif Human Rights Watch, mengkritik keputusan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut bahwa langkah – langkah ini berpotensi menjadi bagian dari “proses perdamaian yang tak pernah berakhir” dan justru menunda pengakuan Palestina secara permanen.
“Langkah – langkah itu seharusnya bukan menjadi proses perdamaian yang tidak nyata, melainkan tekanan terhadap Israel agar tidak menghalangi terbentuknya negara Palestina,” tulis Roth di platform X( dulu Twitter).
Negara yang Sudah Akui Palestina dan Sikap Eropa
Saat ini, 147 negara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
Namun, sebagian besar negara Eropa termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris.
Masih enggan melakukan hal yang sama tanpa persetujuan dari Israel dan kesepakatan timbal balik dari dunia Arab.
Tahun lalu, Irlandia, Spanyol, dan Norwegia mengambil langkah progresif dengan mengakui kenegaraan Palestina.
Sebuah tindakan yang dianggap bisa meningkatkan tekanan terhadap Israel.
Respons Israel Permukiman Tambahan di Tepi Barat
Pemerintah Israel menanggapi rencana pengakuan ini dengan mengancam perluasan permukiman di Tepi Barat.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pembangunan 22 permukiman tambahan adalah
“langkah strategis untuk mencegah terbentuknya negara Palestina.”
Pada Juli 2024, parlemen Israel juga menolak pembentukan negara Palestina dengan suara mayoritas besar.
Situasi Terkini Gaza Masih Dilanda Krisis Kemanusiaan
Perang Israel – Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023 masih menimbulkan dampak besar.
Serangan Israel yang menyusul insiden tersebut telah menewaskan lebih dari 54.000 orang, mayoritas perempuan dan anak- anak.
Menurut laporan PBB, penduduk Gaza kini menghadapi kelaparan yang mengancam jiwa.
Sementara bantuan kemanusiaan sulit masuk akibat blokade yang masih berlangsung.
Keputusan Inggris dan Prancis untuk menunda pengakuan negara Palestina menegaskan rumitnya dinamika geopolitik di Timur Tengah.
Meskipun tekanan internasional terus meningkat, pengakuan formal tampaknya masih akan sangat bergantung pada kompromi politik antara Palestina, Israel, dan kekuatan – kekuatan besar dunia.
Halaman : 1 2











