Inggris dan Prancis Batalkan Pengakuan Negara Palestina di Konferensi Internasional

- Editor

Senin, 9 Juni 2025 - 13:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inggris dan Prancis membatalkan rencana akui negara Palestina dalam konferensi PBB di New York.(Foto: pixabay/hosnysalah)

Inggris dan Prancis membatalkan rencana akui negara Palestina dalam konferensi PBB di New York.(Foto: pixabay/hosnysalah)

Hanya bersifat simbolik dan tidak bisa dilakukan tanpa dukungan negara sekutu dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Kekhawatiran Soal Penundaan Tak Berujung

Kenneth Roth, mantan Direktur Eksekutif Human Rights Watch, mengkritik keputusan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut bahwa langkah – langkah ini berpotensi menjadi bagian dari “proses perdamaian yang tak pernah berakhir” dan justru menunda pengakuan Palestina secara permanen.

“Langkah – langkah itu seharusnya bukan menjadi proses perdamaian yang tidak nyata, melainkan tekanan terhadap Israel agar tidak menghalangi terbentuknya negara Palestina,” tulis Roth di platform X( dulu Twitter).

Negara yang Sudah Akui Palestina dan Sikap Eropa

Saat ini, 147 negara telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.

Namun, sebagian besar negara Eropa termasuk Jerman, Prancis, dan Inggris.

Masih enggan melakukan hal yang sama tanpa persetujuan dari Israel dan kesepakatan timbal balik dari dunia Arab.

Tahun lalu, Irlandia, Spanyol, dan Norwegia mengambil langkah progresif dengan mengakui kenegaraan Palestina.

Sebuah tindakan yang dianggap bisa meningkatkan tekanan terhadap Israel.

Respons Israel Permukiman Tambahan di Tepi Barat

Pemerintah Israel menanggapi rencana pengakuan ini dengan mengancam perluasan permukiman di Tepi Barat.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa pembangunan 22 permukiman tambahan adalah

“langkah strategis untuk mencegah terbentuknya negara Palestina.”

Pada Juli 2024, parlemen Israel juga menolak pembentukan negara Palestina dengan suara mayoritas besar.

Situasi Terkini Gaza Masih Dilanda Krisis Kemanusiaan

Perang Israel – Gaza yang dimulai pada 7 Oktober 2023 masih menimbulkan dampak besar.

Serangan Israel yang menyusul insiden tersebut telah menewaskan lebih dari 54.000 orang, mayoritas perempuan dan anak- anak.

Menurut laporan PBB, penduduk Gaza kini menghadapi kelaparan yang mengancam jiwa.

Sementara bantuan kemanusiaan sulit masuk akibat blokade yang masih berlangsung.

Keputusan Inggris dan Prancis untuk menunda pengakuan negara Palestina menegaskan rumitnya dinamika geopolitik di Timur Tengah.

Meskipun tekanan internasional terus meningkat, pengakuan formal tampaknya masih akan sangat bergantung pada kompromi politik antara Palestina, Israel, dan kekuatan – kekuatan besar dunia.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 19:30 WIB

Polisi Sambangi Warga Saat Patroli Siang, Kamtibmas Menyuke Tetap Aman

Senin, 20 April 2026 - 19:23 WIB

Polisi dan Warga Bersinergi Jaga Keamanan Wilayah Menjalin Tetap Kondusif

Senin, 20 April 2026 - 19:16 WIB

Polsek Kuala Behe Intensifkan Patroli Siang dan Malam Demi Cegah Kejahatan

Senin, 20 April 2026 - 19:09 WIB

Patroli Siang Polsek Meranti Berubah Jadi Momen Hangat Bersama Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 19:02 WIB

Bidpropam Polda Kalbar Laksanakan Gaktibplin di Polsek Ngabang

Senin, 20 April 2026 - 18:09 WIB

Propam Polda Kalbar Gelar Gaktibplin, Periksa Kendaraan, HP, dan Tes Urine Personel Polres Landak

Senin, 20 April 2026 - 15:22 WIB

Kabid Humas Polda Kalbar Terima Kunjungan Media, Perkuat Sinergi Polri dan Media

Senin, 20 April 2026 - 14:20 WIB

Polda Kalbar Gelar Audit Kinerja Tahap I 2026 untuk Tingkatkan Transparansi

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x