Akarkata.com, Kubu Raya, Kalbar – Suasana haru, bangga, dan penuh penghormatan menyelimuti Lapangan Tidayu Makodam XII/Tanjungpura, Selasa (7/4/2026).
Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin langsung upacara penyambutan purna tugas Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 644/Walet Sakti yang baru kembali dari wilayah operasi di Papua.
Kepulangan prajurit Yonif 644/Walet Sakti menjadi momen istimewa bagi jajaran Kodam XII/Tpr.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah berbulan-bulan menjalankan penugasan di wilayah rawan dan penuh tantangan di perbatasan RI–Papua Nugini, seluruh personel akhirnya kembali ke Kalimantan Barat dengan selamat serta membawa catatan keberhasilan yang membanggakan.
Para prajurit yang dikenal dengan sebutan “Ksatria Walet Sakti” itu disambut secara resmi oleh Pangdam XII/Tpr beserta jajaran pejabat utama Kodam XII/Tanjungpura.
Penyambutan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme prajurit selama bertugas menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Satgas Yonif 644/Walet Sakti Dinilai Berhasil Jalankan Misi

Di bawah kepemimpinan Letkol Inf Tiertona Arga, S.I.P., Satgas Yonif 644/Walet Sakti dinilai berhasil menjalankan tugas negara dengan baik.
Satuan ini bertanggung jawab dalam operasi pengamanan perbatasan RI–PNG Mobile di sejumlah wilayah di Provinsi Papua.
Tugas yang dijalankan tidak hanya sebatas menjaga patok batas negara dan mengamankan wilayah dari berbagai ancaman.
Satgas juga turut berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
Keberadaan personel Yonif 644/Walet Sakti di Papua dinilai mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat setempat.
Selain melaksanakan tugas pengamanan, para prajurit juga menjalin hubungan baik dengan warga melalui berbagai kegiatan sosial, komunikasi teritorial, hingga membantu masyarakat di wilayah penugasan.
Dengan pendekatan tersebut, Satgas Yonif 644/Walet Sakti berhasil menunjukkan bahwa prajurit TNI tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat di daerah penugasan.
Pangdam XII/Tpr Berikan Apresiasi Tinggi

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh personel Satgas Yonif 644/Walet Sakti.
Menurut Pangdam XII/Tpr, keberhasilan yang diraih selama penugasan merupakan bukti nyata bahwa prajurit Kodam XII/Tanjungpura mampu menjalankan amanah negara secara profesional, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Danyon beserta seluruh Prajurit Yonif 644/Walet Sakti atas pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dengan baik,” tegas Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si.
Pangdam menilai, capaian tersebut tidak dapat dipandang sebagai rutinitas semata.
Menurutnya, keberhasilan Satgas merupakan hasil dari kerja keras, semangat juang, dan kekompakan seluruh personel selama bertugas di wilayah operasi.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan di Papua menjadi salah satu prestasi penting yang patut dibanggakan oleh seluruh prajurit Kodam XII/Tanjungpura.
Pangdam Ingatkan Prajurit Tetap Disiplin

Meski telah berhasil menyelesaikan penugasan, Pangdam XII/Tpr mengingatkan seluruh prajurit agar tidak larut dalam euforia.
Ia meminta agar prestasi yang telah diraih tetap dijaga dengan menunjukkan sikap disiplin dan tanggung jawab sebagai prajurit Sapta Marga.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menekankan bahwa setelah kembali ke satuan, seluruh personel harus segera menyesuaikan diri dengan lingkungan dan ritme tugas yang baru.
Menurutnya, perubahan dari suasana penugasan ke kehidupan di satuan membutuhkan kedisiplinan dan pengendalian diri.
Selain itu, Pangdam juga berpesan kepada seluruh unsur pimpinan agar melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap personel maupun perlengkapan satuan.
Pengecekan Personel, Senjata dan Muhandak Jadi Prioritas

Dalam arahannya, Pangdam XII/Tpr secara khusus meminta agar dilakukan pengecekan terhadap seluruh materiil, terutama senjata dan muhandak, setelah Satgas kembali dari daerah operasi.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh perlengkapan berada dalam kondisi aman, lengkap, dan siap digunakan kembali untuk mendukung tugas-tugas berikutnya.
“Selanjutnya atur dinas cuti penugasan, perhatikan faktor keamanan dan hindari pelanggaran sekecil apapun, jaga nama baik satuan maupun perorangan, segera menyesuaikan kembali dengan suasana satuan untuk pelaksanaan tugas ke depan,” pesan Pangdam.
Arahan tersebut menjadi penegasan bahwa kedisiplinan prajurit tidak berhenti setelah penugasan selesai.
Sebaliknya, seluruh personel diharapkan tetap menjaga integritas, nama baik satuan, serta menghindari berbagai bentuk pelanggaran.
Upacara Ditutup dengan Ucapan Selamat
Upacara penyambutan purna tugas Satgas Yonif 644/Walet Sakti berlangsung dengan penuh khidmat.
Setelah amanat selesai disampaikan, Pangdam XII/Tpr bersama para pejabat utama Kodam XII/Tanjungpura memberikan ucapan selamat secara langsung kepada seluruh personel yang baru kembali dari Papua.
Momen tersebut menjadi simbol penghormatan atas perjuangan para prajurit yang telah mengabdikan diri demi menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kepulangan Satgas Yonif 644/Walet Sakti tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Kodam XII/Tanjungpura, tetapi juga bagi masyarakat Kalimantan Barat.
Keberhasilan mereka menjalankan misi di Papua menjadi bukti bahwa prajurit TNI selalu siap hadir di garis terdepan untuk menjaga kedaulatan negara dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Dengan berakhirnya penugasan ini, Yonif 644/Walet Sakti diharapkan dapat segera melanjutkan tugas di satuan dengan semangat baru, pengalaman yang lebih matang, serta tekad yang semakin kuat untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
(Pendam XII/Tpr)











