Sesjampidum Agus Sahat Lumban Gaol Hadiri Pemusnahan Hortikultura Ilegal di Kalbar, Tegaskan Keamanan Pangan Tak Bisa Ditawar

- Admin

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesjampidum Agus Sahat Lumban Gaol Tegaskan Keamanan Pangan Nasional Tak Bisa Ditawar

Sesjampidum Agus Sahat Lumban Gaol Tegaskan Keamanan Pangan Nasional Tak Bisa Ditawar

Akarkata.com, Pontianak, Kalbar — Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Sesjampidum) Kejaksaan Republik Indonesia, Agus Sahat Lumban Gaol, S.H., M.H., menghadiri kegiatan pemusnahan barang sitaan hasil penyidikan Subdirektorat I Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri yang digelar di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen negara dalam menjaga keamanan pangan nasional sekaligus memperkuat pengawasan terhadap masuknya komoditas ilegal ke wilayah Indonesia.

Barang sitaan yang dimusnahkan merupakan produk hortikultura yang diketahui masuk tanpa melalui prosedur karantina resmi, tidak dilengkapi dokumen persyaratan, serta melanggar aturan peredaran pangan sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adapun komoditas yang dimusnahkan terdiri dari 484 karung bawang putih kemasan 20 kilogram, 129 karung bawang merah kemasan 17 kilogram, 191 karung bawang bombai merah ukuran di bawah 5 sentimeter kemasan 9 kilogram, serta 366 karung bawang bombai kemasan 20 kilogram.

Produk Ilegal Dinilai Membahayakan Keamanan Pangan Nasional

Pemusnahan dilakukan pada tahap penyidikan karena produk hortikultura tersebut tidak memenuhi standar keamanan dan kesehatan pangan.

Selain itu, komoditas tersebut tidak melalui mekanisme karantina yang diwajibkan pemerintah sehingga berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat dan sektor pertanian nasional.

Karena sifat barang yang mudah rusak dan berisiko menimbulkan dampak lebih luas, aparat penegak hukum memutuskan pemusnahan segera dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam sambutannya, Agus Sahat Lumban Gaol, S.H., M.H., menegaskan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan karantina dan tata niaga pangan bukan hanya persoalan administratif biasa.

Menurutnya, praktik impor ilegal dapat menjadi ancaman nyata bagi keamanan pangan nasional, perlindungan konsumen, serta kedaulatan negara dalam mengawasi arus barang dari luar negeri.

Baca Juga:  FGD Restorative Justice di Kejati Kalbar Dorong Penegakan Hukum Humanis Berbasis Living Law

“Setiap produk yang masuk tanpa prosedur karantina dan pengawasan resmi berpotensi membawa risiko biologis, merusak tata niaga yang sehat, serta menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pelaku usaha yang patuh terhadap aturan.

Negara tidak boleh kalah oleh praktik perdagangan ilegal yang mencari keuntungan dengan mengorbankan kepentingan publik,” tegas Sesjampidum.

Penegakan Hukum Jadi Benteng Perlindungan Masyarakat

Menurut Agus Sahat Lumban Gaol, penegakan hukum harus menjadi instrumen perlindungan masyarakat yang efektif dan berkeadilan.

Oleh sebab itu, tindakan pemusnahan barang ilegal bukan hanya bertujuan menghilangkan barang bukti yang tidak layak edar, tetapi juga memberikan pesan tegas kepada pelaku usaha yang mencoba mengabaikan aturan.

Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap regulasi karantina dan perdagangan merupakan kewajiban mutlak yang harus dipatuhi seluruh pihak.

Setiap upaya mengakali sistem atau memasukkan komoditas secara ilegal harus ditindak secara tegas demi menjaga kepastian hukum dan menciptakan iklim usaha yang sehat.

“Kepatuhan terhadap aturan bukan pilihan, melainkan kewajiban. Siapa pun yang mencoba mengabaikan prosedur karantina atau memasukkan komoditas ilegal harus berhadapan dengan konsekuensi hukum. Penegakan hukum yang konsisten menjadi fondasi terciptanya perlindungan konsumen dan persaingan usaha yang sehat,” ujarnya.

Sinergi Antar Lembaga Perkuat Pengawasan Komoditas Impor

Dalam kesempatan tersebut, Sesjampidum juga memberikan apresiasi terhadap sinergi antara penyidik Subdit I Dittipideksus Bareskrim Polri, Badan Karantina Indonesia, Kejaksaan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang terus memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas komoditas lintas negara.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah masuknya produk ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat dan merusak sektor pertanian nasional.

Produk pangan ilegal yang tidak melalui pengawasan resmi dapat membawa organisme pengganggu tumbuhan, penyakit, maupun risiko biologis lain yang membahayakan kesehatan publik.

Baca Juga:  Kejati Kalbar Lakukan Pengecekan Lapangan Dugaan Korupsi Poltek Ketapang dan Kegiatan Napaktilas

Selain itu, peredaran produk ilegal juga dapat melemahkan daya saing produk dalam negeri karena menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku usaha yang mematuhi aturan pemerintah.

Komitmen Negara Jaga Kedaulatan Pangan

Pemusnahan hortikultura ilegal di Kalimantan Barat menjadi bukti bahwa negara hadir untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan pangan nasional.

Pemerintah melalui aparat penegak hukum menunjukkan komitmennya dalam memastikan seluruh komoditas yang beredar memenuhi standar mutu, kesehatan, dan ketentuan hukum yang berlaku.

Langkah tegas tersebut diharapkan mampu memberikan efek jera kepada para pelaku perdagangan ilegal sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya kepatuhan terhadap regulasi karantina dan tata niaga pangan.

Ke depan, pengawasan terhadap arus masuk komoditas impor dipastikan akan terus diperkuat demi menjaga kedaulatan pangan nasional, melindungi konsumen, serta mendukung keberlangsungan sektor pertanian Indonesia yang sehat dan berdaya saing.

Berita Terkait

Kejati Kalbar Perkuat Pengawalan Hukum Optimalisasi PAD Bersama DPRD, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah
Kejati Kalbar Setujui Dua Perkara melalui Mekanisme Keadilan Restoratif Tahap Penuntutan
Kejati Kalbar Tegaskan Penanganan Kasus Bauksit dan Dana CSR Napak Tilas Sesuai Ketentuan Hukum
Kajati Kalbar Lantik Efrivel sebagai Kajari Sambas, Tekankan Integritas dan Penegakan Hukum
Kejati Kalbar Resmi Luncurkan SIKAWAN DAYAK, Perkuat Perlindungan Hak Perempuan dan Anak Masyarakat Adat Kalimantan Barat
SIKAWAN DAYAK, Upaya Kejati Kalbar Perkuat Hak Keperdataan Masyarakat Adat, Khususnya bagi Perempuan dan Anak Dayak
Kajati Kalbar Dr. Emilwan Ridwan Setujui 4 Permohonan Mekanisme Keadilan Restoratif
Binmatkum 2026 Kejati Kalbar, Dorong Pencegahan Karhutla dan Konflik Pertanahan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:12 WIB

Sepekan Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Ketapang Catat 248 Pelanggaran Lalu Lintas

Rabu, 4 November 2026 - 15:07 WIB

Wisuda Purna Bhakti Polres Ketapang 2026, Kapolres Berikan Penghormatan kepada Sembilan Personel

Rabu, 4 November 2026 - 14:58 WIB

Polsek Menukung Ajak Tokoh Masyarakat Cegah Narkoba dan Judi Online

Rabu, 4 November 2026 - 14:52 WIB

Polsek Nanga Pinoh Tanam Jagung Hibrida di Lahan 2 Hektare Dukung Ketahanan Pangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:46 WIB

Kapolsek Nanga Pinoh Iptu Jamidi Turun Langsung Tanam Jagung Hibrida Bersama Petani

Rabu, 4 November 2026 - 14:31 WIB

Polres Melawi Tampung Aspirasi Warga Desa Paal, Narkoba dan Knalpot Brong Jadi Keluhan

Rabu, 4 November 2026 - 12:21 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Polres Melawi Hadir Lewat Program Subuh Keliling

Rabu, 4 November 2026 - 12:09 WIB

Polsek Jongkong Amankan Empat Terduga Pelaku Narkotika Sabu di Kapuas Hulu

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x