Akarkata.com, Sintang, Kalimantan Barat – Nuansa adat dan budaya Dayak menyelimuti Betang Tampun Juah Jerora Satu ketika Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala.
Secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) Ke-12 Tahun 2025 dengan penabuhan gendang sebagai simbol dimulainya perayaan budaya akbar ini.
Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Ketua DPRD Kalbar, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sintang, panitia PGD 2025, unsur Forkopimda, Wakil Bupati Kabupaten Sintang, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, perwakilan DAD dari 14 kecamatan, tokoh adat, organisasi masyarakat, serta tamu undangan dari kabupaten tetangga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Makna Syukur dan Refleksi dalam Perayaan Gawai

Dalam sambutannya, Bupati Gregorius menyampaikan bahwa pelaksanaan Gawai Dayak merupakan bentuk syukur atas capaian masyarakat Dayak.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak lepas dari niat, kerja keras, dan kedisiplinan dalam memanfaatkan waktu.
“Apa yang kita capai hari ini lahir dari usaha, niat tulus, serta bagaimana kita menghargai waktu. Mari kita mulai dari hal kecil, seperti bijak dalam menangani sampah rumah tangga. Kalau kita sendiri tak peduli, maka akan sulit bagi pemerintah menanganinya,” ujar Bupati.
Pertanian Modern dan Harapan untuk Kelompok Tani

Gregorius juga menyinggung pentingnya transformasi dalam sektor pertanian.
Ia menekankan bahwa para petani kini mendapatkan banyak kemudahan berkat bantuan pemerintah, meskipun tidak bisa terus-menerus.
“Saya ingin kelompok tani tetap eksis dan berkelanjutan. Jangan hanya aktif saat bantuan datang, lalu menghilang setelah itu,” pesannya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya











