Akarkata.com, Sambas, Kalbar – Babinsa Desa Penjajap, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, Koptu Suhendar bersama personel Basarnas melaksanakan kegiatan komunikasi sosial atau komsos dengan para nelayan di wilayah pesisir Desa Penjajap, Minggu, 12 April 2026.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran para nelayan mengenai pentingnya keselamatan saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan cenderung ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
Melalui kegiatan komsos ini, Babinsa dan Basarnas secara langsung memberikan imbauan, edukasi, serta berbagai informasi penting kepada para nelayan agar lebih berhati-hati sebelum memutuskan pergi ke laut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tersebut dinilai sangat penting karena wilayah pesisir Sambas, khususnya di Kecamatan Pemangkat, merupakan salah satu daerah dengan aktivitas nelayan yang cukup tinggi.
Banyak warga menggantungkan mata pencaharian mereka dari hasil laut, sehingga keselamatan saat melaut harus menjadi prioritas utama.
Komsos Dilaksanakan di Kawasan Pesisir Desa Penjajap

Kegiatan komunikasi sosial dilakukan di kawasan pesisir Desa Penjajap yang setiap harinya menjadi tempat berkumpul para nelayan.
Dalam suasana santai namun penuh perhatian, Koptu Suhendar bersama personel Basarnas berdialog langsung dengan nelayan mengenai kondisi cuaca dan risiko yang mungkin terjadi saat melaut.
Para nelayan tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut, mereka mendengarkan dengan seksama setiap imbauan yang disampaikan.
Selain itu, Babinsa dan Basarnas juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menanyakan kendala yang selama ini dihadapi para nelayan saat berada di laut.
Melalui dialog dua arah, berbagai informasi penting dapat tersampaikan dengan lebih efektif.
Para nelayan juga merasa lebih dekat dan nyaman karena dapat berdiskusi langsung mengenai persoalan yang mereka alami.
Babinsa Ingatkan Keselamatan Adalah Prioritas

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Desa Penjajap Koptu Suhendar menegaskan bahwa keselamatan merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh seluruh nelayan.
Menurutnya, kondisi cuaca saat ini sering berubah secara tiba-tiba.
Angin kencang, gelombang tinggi, dan hujan lebat dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga para nelayan tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan.
Koptu Suhendar mengingatkan agar para nelayan tidak memaksakan diri pergi melaut apabila kondisi cuaca tidak mendukung.
“Kami mengimbau kepada seluruh nelayan agar tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca tidak mendukung. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Koptu Suhendar.
Ia menambahkan bahwa nelayan sebaiknya selalu memeriksa prakiraan cuaca terlebih dahulu sebelum berangkat.
Jika terdapat informasi mengenai cuaca buruk, nelayan disarankan menunda keberangkatan hingga situasi kembali aman.
Menurut Koptu Suhendar, langkah sederhana seperti memperhatikan informasi cuaca dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan di laut.
Nelayan Diminta Lengkapi Alat Keselamatan

Selain mengingatkan soal kondisi cuaca, Babinsa Desa Penjajap juga meminta para nelayan untuk selalu membawa dan menggunakan alat keselamatan saat melaut.
Peralatan keselamatan tersebut antara lain pelampung, jaket keselamatan, alat komunikasi, senter, hingga perlengkapan darurat lainnya.
“Selalu lengkapi alat keselamatan seperti pelampung dan peralatan komunikasi. Jangan berangkat melaut tanpa perlengkapan yang memadai,” tegas Koptu Suhendar.
Menurutnya, masih ada sebagian nelayan yang terkadang mengabaikan penggunaan alat keselamatan karena merasa sudah terbiasa bekerja di laut.
Padahal, kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan tanpa diduga.
Dengan membawa perlengkapan keselamatan, peluang untuk bertahan dan mendapatkan bantuan akan jauh lebih besar apabila terjadi musibah di laut.
Koptu Suhendar juga mengingatkan para nelayan agar memastikan kondisi kapal atau perahu dalam keadaan baik sebelum digunakan.
Mesin, bahan bakar, dan peralatan navigasi harus diperiksa terlebih dahulu agar tidak menimbulkan masalah saat berada di tengah laut.
Basarnas Berikan Edukasi Mengenai Cuaca Buruk
Selain Babinsa, personel Basarnas bernama Sigit juga memberikan edukasi kepada para nelayan mengenai tanda-tanda cuaca buruk.
Dalam penjelasannya, Sigit menyampaikan bahwa nelayan harus lebih peka terhadap perubahan kondisi alam.
Beberapa tanda cuaca buruk yang perlu diwaspadai antara lain munculnya awan gelap, angin yang tiba-tiba bertiup kencang, gelombang yang semakin tinggi, serta hujan deras disertai petir.
“Jika di tengah laut melihat tanda-tanda cuaca memburuk, segera cari tempat aman atau kembali ke daratan. Jangan menunggu sampai kondisi menjadi semakin berbahaya,” ujar Sigit.
Ia juga memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan apabila nelayan menghadapi situasi darurat di laut.
Salah satunya ialah tetap tenang dan segera menggunakan alat komunikasi untuk menghubungi pihak yang dapat memberikan pertolongan.
Selain itu, nelayan juga diminta untuk tidak panik agar dapat mengambil keputusan dengan tepat.
Nelayan Sambut Baik Kegiatan Komsos
Para nelayan yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya perhatian dan edukasi dari Babinsa dan Basarnas.
Mereka menilai kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan pengetahuan baru mengenai keselamatan saat melaut.
Sejumlah nelayan mengatakan bahwa selama ini masih banyak rekan mereka yang belum memahami pentingnya memantau cuaca dan membawa alat keselamatan.
Karena itu, mereka berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin.
“Kami merasa terbantu. Kadang kami terlalu fokus mencari ikan dan lupa memperhatikan keselamatan. Dengan adanya imbauan seperti ini, kami jadi lebih waspada,” ujar salah seorang nelayan.
Para nelayan juga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat terus memberikan informasi cuaca secara cepat dan mudah diakses.
Dengan demikian, mereka dapat lebih siap sebelum turun ke laut.
Tingkatkan Kesadaran dan Kurangi Risiko Kecelakaan
Melalui kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan Babinsa Desa Penjajap dan Basarnas, diharapkan kesadaran para nelayan terhadap pentingnya keselamatan kerja dapat semakin meningkat.
Kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut akibat cuaca ekstrem.
Sinergi antara TNI, Basarnas, dan masyarakat nelayan diharapkan terus terjalin dengan baik agar keselamatan para pencari nafkah di laut dapat lebih terjamin.
Dengan meningkatnya kewaspadaan, para nelayan di Desa Penjajap dan wilayah sekitarnya dapat bekerja dengan lebih aman dan tenang, tanpa mengabaikan faktor keselamatan saat melaut.











