“Ini bagian dari bersampi dan bersareh—memohon izin, memberi makan, dan mengingat para leluhur, termasuk tokoh adat yang telah wafat seperti almarhum Pak Linang,” tambah Toni.
Menurutnya, menghormati leluhur bukan hanya kewajiban spiritual, tetapi juga cerminan penghargaan terhadap budaya dan sejarah nenek moyang.
Gawai Dayak, kata dia, bukan sekadar pesta budaya, tetapi perwujudan identitas masyarakat Dayak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PGD Sintang 2025 Digelar 16–19 Juli

Pekan Gawai Dayak ke-XII dijadwalkan berlangsung selama empat hari berturut-turut, dari 16 hingga 19 Juli 2025.
Toni menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan membawa manfaat serta kebanggaan bagi masyarakat Dayak di Sintang.
Jeffray Edward menegaskan bahwa penyelenggaraan ritual ini juga merupakan bentuk pelestarian budaya dan edukasi untuk generasi muda.
“Kita ingin anak-anak muda Dayak semakin mengenal dan mencintai adat istiadatnya sendiri,” ujarnya.
Update informasi terhangat kini lebih mudah! Langsung akses berita pilihan Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:
Halaman : 1 2











