Baginya, setiap tindakan Erika memiliki alasan kuat, meski tidak selalu bisa dibenarkan.
“Aku sendiri pernah merasakan kerasnya hidup, jadi aku nggak bisa langsung menghakimi Erika,” ujar Gisel. Ia menambahkan bahwa sosok seperti Erika memang ada di dunia nyata, sehingga perannya terasa relevan dan realistis.
Untuk mendalami karakter Erika yang penuh konflik batin, Gisel menjalani proses pendalaman peran yang intens.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengakui bahwa keberhasilan memerankan karakter ini tidak lepas dari dukungan tim produksi yang mendorongnya mengeksplorasi setiap sisi Erika.
Pada akhirnya, Gisel menilai daya tarik utama A Normal Woman ada pada karakter-karakternya yang sangat manusiawi, tidak sepenuhnya hitam atau putih.
“Setiap karakter punya alasan kuat untuk setiap tindakannya,” pungkasnya.
Melalui film ini, Gisella Anastasia tidak hanya membuktikan kemampuan aktingnya, tetapi juga mengajak penonton untuk memahami bahwa di balik setiap keputusan, selalu ada cerita dan alasan yang mendalam.
Update informasi Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:
Saluran Whatsapp, Tiktok, Instagram,
Halaman : 1 2











