Akarkata.com, Ketapang — Personel Pamapta I Polres Ketapang Polda Kalimantan Barat bersama piket fungsi bergerak cepat menangani kebakaran yang melanda Mess GOR PT. Suka Jaya Makmur (Alas Kusuma Group) di Jalan SJM, Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, pada Jumat malam (13/03/2026).
Respons cepat aparat kepolisian menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran sekaligus menjaga situasi keamanan di sekitar lokasi kejadian.
Laporan Diterima Melalui Call Center 110
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Informasi awal diperoleh dari masyarakat yang melaporkan kejadian tersebut melalui Call Center Polri 110.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Pamapta I yang dipimpin Ipda Rizky Fefbianto, S.Tr.I.K. segera menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan langkah-langkah awal penanganan, termasuk pengamanan area dan membantu proses pemadaman.
Api Diduga Berasal dari Salah Satu Kamar Mess

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari salah satu kamar mess karyawan PT. Suka Jaya Makmur.
Kepulan asap tebal dengan cepat membumbung tinggi sebelum api merambat ke bagian bangunan lainnya.
Sebagian bangunan diketahui merupakan konstruksi lama yang sudah tidak digunakan atau dalam kondisi kosong, sehingga api dengan cepat menjalar.
Kondisi material bangunan yang mudah terbakar turut mempercepat penyebaran api sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Empat Unit Damkar Dikerahkan
Untuk memadamkan kebakaran, sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dari BPK Dharma Bakti Kabupaten Ketapang diterjunkan ke lokasi.
Personel Polres Ketapang bekerja sama dengan petugas pemadam kebakaran serta BPBD Kabupaten Ketapang dalam proses pemadaman.
Setelah upaya intensif selama kurang lebih 60 menit, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan tidak lagi membahayakan bangunan di sekitarnya.
Tidak Ada Korban Jiwa
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Pamapta I Polres Ketapang Ipda Rizky Fefbianto, S.Tr.I.K. memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Hal ini dikarenakan mess GOR PT. Suka Jaya Makmur yang terbakar merupakan bangunan lama yang sudah lama tidak dihuni.
“Personel telah melakukan pengamanan lokasi, pemasangan garis polisi, serta pendataan saksi. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar Ipda Rizky.
Polisi Pasang Garis Pembatas dan Lakukan Penyelidikan
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kepolisian langsung memasang garis polisi (police line) di area terdampak untuk mencegah warga mendekat dan menjaga keutuhan TKP.
Tim juga melakukan pendataan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi guna mengumpulkan informasi terkait kronologi kejadian.
Langkah ini penting untuk memastikan penyebab kebakaran dapat diketahui secara akurat melalui proses penyelidikan.
Imbauan Waspada Risiko Kebakaran
Ipda Rizky Fefbianto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim panas atau kemarau.
Kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, baik akibat korsleting listrik maupun kelalaian manusia.
Masyarakat diharapkan rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membakar sampah sembarangan, serta memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
Komitmen Polres Ketapang Tanggap Darurat
Polres Ketapang menegaskan komitmennya untuk selalu hadir secara cepat dan responsif dalam menangani setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Fungsi Samapta menjadi garda terdepan dalam penanganan situasi darurat, termasuk kebakaran, bencana alam, maupun gangguan kamtibmas lainnya.
Respons cepat aparat tidak hanya membantu meminimalkan kerugian, tetapi juga memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Situasi Kembali Kondusif
Setelah proses pemadaman dan pengamanan selesai, situasi di sekitar lokasi kebakaran kembali kondusif.
Warga sekitar dapat beraktivitas seperti biasa tanpa gangguan berarti.
Pihak kepolisian masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama pada bangunan kosong yang rentan terhadap risiko.











