Akarkata.com, Sintang — Dalam upaya memastikan kelancaran arus lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Kapuas 2026, Polres Sintang memanfaatkan teknologi kamera pengawas (CCTV) milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sintang.
Sistem pemantauan ini digunakan untuk mengawasi kondisi lalu lintas di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Sintang secara real time.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengamanan terpadu guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat menjelang dan selama perayaan Hari Raya Idul Fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemantauan Real Time di Titik Rawan Kemacetan

CCTV yang terpasang di berbagai lokasi penting memungkinkan personel operasi memonitor kondisi jalan tanpa harus berada langsung di lapangan.
Jalur utama yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan menjadi fokus utama pemantauan.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan Tugu Jam Sintang, yang merupakan simpang utama dan pusat aktivitas masyarakat.
Karendal Ops Ketupat Kapuas 2026 Polres Sintang Kompol Dedy Fahrudin Siregar, S.I.P., M.A.P. menjelaskan bahwa penggunaan CCTV sangat membantu dalam pengambilan keputusan cepat di lapangan.
“Melalui CCTV, personel dapat memonitor jalur utama secara langsung, terutama titik yang rawan antrean panjang,” ujarnya.
Mendukung Kinerja Personel di Lapangan

Selain penempatan Pos Pengamanan di lokasi strategis, pemantauan melalui CCTV menjadi alat pendukung penting bagi personel operasi.
Petugas dapat mengetahui kondisi lalu lintas secara menyeluruh melalui layar monitor yang terhubung dengan jaringan CCTV Diskominfo.
Dengan informasi yang akurat dan terkini, personel dapat segera mengatur arus kendaraan atau mengirim tim tambahan apabila terjadi kepadatan.
Teknologi ini juga membantu meningkatkan efektivitas koordinasi antarpetugas di berbagai titik.
Deteksi Dini Kejadian di Jalan

Penggunaan CCTV tidak hanya berfungsi untuk memantau kemacetan, tetapi juga mendeteksi berbagai kejadian yang memerlukan respons cepat.
Beberapa situasi yang dapat terpantau antara lain:
• Kecelakaan lalu lintas
• Kendaraan mogok
• Antrean panjang
• Pelanggaran lalu lintas
• Potensi gangguan keamanan
Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan sebelum situasi berkembang menjadi lebih serius.
Integrasi Teknologi dan Pengamanan Konvensional
Kompol Dedy Fahrudin Siregar menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi CCTV merupakan pelengkap dari pengamanan konvensional di lapangan.
Personel tetap ditempatkan di pos-pos pengamanan dan pelayanan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat.
Kombinasi antara teknologi dan kehadiran fisik petugas diharapkan mampu menciptakan sistem pengamanan yang lebih komprehensif.
Memastikan Kenyamanan Pemudik
Selama periode Lebaran, arus kendaraan di wilayah Kabupaten Sintang diperkirakan meningkat, baik karena aktivitas mudik maupun mobilitas masyarakat lokal.
Dengan pemantauan yang intensif, Polres Sintang berupaya memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, lancar, dan nyaman.
Pengendara diharapkan dapat mencapai tujuan tanpa mengalami hambatan berarti di jalan.
Dukungan Diskominfo Kabupaten Sintang
Kerja sama dengan Diskominfo Kabupaten Sintang menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menjaga keamanan publik.
Sistem CCTV yang sebelumnya digunakan untuk pemantauan umum kini dioptimalkan untuk mendukung Operasi Ketupat Kapuas 2026.
Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen Polres Sintang Jaga Kamtibmas
Polres Sintang menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri.
Berbagai langkah preventif, termasuk pemanfaatan teknologi modern, dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Keberadaan CCTV menjadi salah satu bukti bahwa Polri terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam menjalankan tugasnya.
Harapan Lalu Lintas Tetap Lancar
Dengan dukungan teknologi pemantauan, Polres Sintang berharap pengaturan lalu lintas selama Operasi Ketupat Kapuas 2026 dapat berjalan lebih efektif.
Masyarakat yang melakukan perjalanan, baik untuk mudik maupun aktivitas lainnya, diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari sistem pengawasan ini.
Situasi yang aman dan kondusif menjadi tujuan utama agar perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan penuh kebahagiaan.











