Akarkata.com, Sintang, Kalimantan Barat – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam pengelolaan lembaga keuangan masyarakat, khususnya koperasi simpan pinjam.
Ia menegaskan bahwa kemajuan koperasi sangat bergantung pada tata kelola keuangan yang tertib dan tanggung jawab semua pihak, baik pengurus maupun anggota.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Simpan Pinjam Tepian Taduh yang digelar di Desa Pelimping, Kecamatan Kelam Permai, Kamis (26/2/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota koperasi, perwakilan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalimantan Barat, Camat Kelam Permai, serta sejumlah undangan lainnya.
RAT Tepat Waktu Jadi Bentuk Tanggung Jawab

Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa pelaksanaan RAT tepat waktu merupakan salah satu indikator kedisiplinan organisasi.
Menurutnya, kewajiban tersebut telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga koperasi.
Ia menjelaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam biasa, melainkan organisasi ekonomi berbasis kepercayaan anggota.
Karena itu, setiap keputusan dan laporan keuangan harus transparan serta dipertanggungjawabkan.
Pelaksanaan RAT menjadi sarana evaluasi kinerja pengurus sekaligus forum pengambilan keputusan bersama.
Melalui forum tersebut, anggota dapat mengetahui kondisi keuangan koperasi secara terbuka.
Pengurus, Anggota, dan Pengawas Harus Saling Mengawasi

Bupati Sintang menjelaskan pengelolaan koperasi membutuhkan strategi dan perencanaan matang.
Menurutnya, banyak tantangan yang dihadapi koperasi, mulai dari kondisi ekonomi masyarakat hingga fluktuasi harga komoditas.
Ia menekankan peran setiap unsur dalam koperasi:
• Anggota wajib disiplin menabung sebelum melakukan pinjaman
• Peminjam harus tepat waktu mengembalikan kredit
• Pengurus harus berhati-hati mengelola dana anggota
• Pengawas harus tegas melakukan kontrol internal
Jika salah satu unsur tidak berjalan baik, maka keberlangsungan koperasi bisa terganggu.
Menurutnya, kepercayaan anggota merupakan aset utama koperasi, ketika pengelolaan tidak tertib, maka kepercayaan akan menurun dan berpotensi menyebabkan kerugian bersama.
Pengaruh Ekonomi Komoditas Terhadap Kredit

Bupati juga menjelaskan bahwa koperasi simpan pinjam sangat dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.
Di Kabupaten Sintang, sebagian besar anggota koperasi menggantungkan pendapatan pada sektor komoditas seperti perkebunan dan pertanian.
Saat harga komoditas membaik, kemampuan anggota mengembalikan pinjaman meningkat.
Sebaliknya, ketika harga turun, risiko kredit macet menjadi lebih besar.
Karena itu, pengurus koperasi diminta memahami siklus ekonomi masyarakat sebelum menyalurkan pinjaman.
Analisis kemampuan bayar anggota dinilai penting untuk menjaga kesehatan keuangan lembaga.
Disiplin Pengurus Menentukan Masa Depan Koperasi

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh kualitas manajemen pengurus pusat serta pengawas.
Jika pengurus tidak tertib dalam administrasi dan pencatatan keuangan, koperasi berpotensi mengalami masalah serius.
Ia bahkan mengingatkan bahwa banyak koperasi gagal berkembang akibat lemahnya pengawasan internal.
Masalah biasanya bermula dari administrasi keuangan yang tidak rapi hingga berujung pada kredit bermasalah.
Oleh sebab itu, pengurus diminta menjalankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana anggota.
Harapan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Sintang berharap seluruh koperasi simpan pinjam di wilayahnya mampu berkembang sehat dan berkelanjutan.
Koperasi dinilai memiliki peran penting dalam membantu masyarakat mendapatkan akses pembiayaan usaha.
Melalui pengelolaan profesional, koperasi dapat menjadi solusi permodalan bagi pelaku usaha kecil serta meningkatkan kesejahteraan anggota.
Bupati juga mendorong pembinaan berkelanjutan dari dinas terkait agar koperasi semakin modern dan mampu menghadapi tantangan ekonomi.
Ia menutup arahannya dengan menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan koperasi adalah disiplin, transparansi, dan kepercayaan anggota.
Jika ketiga hal tersebut dijaga, koperasi dapat tumbuh menjadi pilar ekonomi masyarakat.











