Akarkata.com, Bengkayang — Komando Distrik Militer (Kodim) 1209/Bengkayang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan wilayah melalui percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil.
Salah satu wujud nyata bakti TNI kepada masyarakat adalah pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap III yang berlokasi di Desa Cempaka Putih, Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Rabu (11/03/2026).
Pembangunan jembatan ini menjadi solusi strategis bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat kondisi geografis yang sulit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Infrastruktur Penghubung Vital Antarwilayah

Jembatan gantung yang sedang dibangun tersebut akan menghubungkan Desa Muhi Bersatu dengan Dusun Tapen dengan melintasi Sungai Kendalik.
Selama bertahun-tahun, sungai ini menjadi penghalang utama mobilitas warga, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi deras.
Kehadiran jembatan permanen sangat dinantikan masyarakat karena berfungsi sebagai jalur penghubung utama antarwilayah.
Tanpa jembatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik menjadi terhambat.
Medan pembangunan yang cukup menantang, mulai dari kontur tanah hingga akses material yang terbatas, tidak menyurutkan semangat prajurit TNI bersama masyarakat setempat.
Gotong royong antara aparat dan warga menjadi kunci utama percepatan pembangunan.
Wujud Nyata Bakti TNI untuk Rakyat

Program pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu pemerintah daerah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal.
Melalui kegiatan ini, TNI tidak hanya berperan dalam aspek pertahanan negara, tetapi juga aktif mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.
Keterlibatan langsung personel Kodim 1209/Bky di lapangan menunjukkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Para prajurit bekerja bahu-membahu bersama warga, mulai dari tahap persiapan hingga proses konstruksi.
Permudah Mobilitas dan Aktivitas Harian Warga

Tujuan utama pembangunan jembatan ini adalah memberikan kemudahan akses transportasi bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selama ini, keterbatasan sarana penyeberangan membuat warga harus menempuh jalur memutar yang jauh atau bahkan mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai.
Dengan adanya jembatan gantung yang aman dan kokoh, hambatan geografis yang selama ini membatasi pergerakan penduduk dapat segera diatasi.
Mobilitas antar desa akan menjadi lebih cepat, efisien, dan aman, sehingga interaksi sosial serta kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lebih optimal.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal
Salah satu dampak paling signifikan dari pembangunan jembatan ini adalah peningkatan sektor ekonomi masyarakat.
Mayoritas penduduk di wilayah tersebut berprofesi sebagai petani dan pekebun yang bergantung pada distribusi hasil bumi ke pasar.
Selama ini, keterbatasan akses transportasi menyebabkan biaya distribusi tinggi dan waktu tempuh yang lama.
Dengan hadirnya jembatan, para petani dapat mengangkut hasil panen dengan lebih mudah dan cepat.
Hal ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperlancar arus perdagangan antarwilayah di Kabupaten Bengkayang.
Tingkatkan Akses Pendidikan dan Kesehatan
Selain sektor ekonomi, pembangunan jembatan juga membawa dampak besar terhadap bidang pendidikan dan kesehatan.
Banyak pelajar dari Dusun Tapen harus menyeberangi sungai setiap hari untuk mencapai sekolah di desa seberang.
Kondisi ini sangat berisiko, terutama bagi anak-anak saat musim hujan.
Dengan adanya jembatan gantung, para siswa dapat berangkat ke sekolah dengan lebih aman dan nyaman.
Akses menuju fasilitas kesehatan juga akan semakin mudah.
Warga yang membutuhkan layanan medis tidak lagi terhambat oleh kondisi sungai, sehingga penanganan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat.
Progres Pembangunan Terus Dipantau
Hingga saat ini, pengerjaan Jembatan Gantung Perintis Garuda Tahap III terus berjalan dan dipantau secara intensif oleh Kodim 1209/Bky.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan pembangunan selesai tepat waktu serta memiliki kualitas konstruksi yang kuat dan tahan lama.
Kodim berharap jembatan ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga simbol nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah.
Keberhasilan proyek ini diyakini akan membawa perubahan signifikan terhadap taraf hidup warga di Kecamatan Suti Semarang, sekaligus membuka peluang pembangunan lanjutan di wilayah sekitarnya.
Simbol Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Lebih dari sekadar proyek infrastruktur, pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda mencerminkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
Kehadiran TNI di tengah rakyat menjadi bukti bahwa institusi militer juga memiliki peran penting dalam pembangunan nasional.
Kodim 1209/Bengkayang berharap jembatan ini dapat menjadi tonggak kemajuan wilayah sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat.
Dengan selesainya pembangunan nanti, diharapkan kehidupan sosial, ekonomi, dan pelayanan publik di Desa Cempaka Putih dan sekitarnya akan semakin berkembang, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat pembangunan secara berkelanjutan.
Pendim 1209/Bky











