Akarkata.com, Pontianak — Dalam rangka mempererat hubungan dengan tokoh adat sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah, Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. melaksanakan kunjungan kehormatan ke kediaman Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie, S.H. di Istana Kadriah Kesultanan Pontianak, Dalam Bugis, Pontianak Timur, Selasa (17/3/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda silaturahmi Pangdam XII/Tpr sebagai pejabat baru di Kalimantan Barat untuk membangun komunikasi yang kuat dengan para tokoh adat dan pemangku kepentingan daerah.
Kunjungan Perdana sebagai Pangdam XII/Tpr
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan tersebut merupakan kunjungan resmi perdana Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito kepada Sultan Pontianak sejak menjabat sebagai Pangdam XII/Tanjungpura.
Kedatangan Pangdam disambut langsung oleh Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadrie dengan penuh kehangatan dan nuansa kekeluargaan khas tradisi kesultanan Melayu.
Suasana pertemuan berlangsung akrab dan penuh penghormatan, mencerminkan hubungan baik antara institusi TNI dengan lembaga adat yang memiliki pengaruh kuat di tengah masyarakat Kalimantan Barat.
Kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap peran kesultanan dalam menjaga nilai budaya, persatuan, dan stabilitas sosial di daerah.
Memperkuat Sinergi TNI dan Tokoh Adat

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XII/Tpr menegaskan pentingnya sinergi antara TNI dan tokoh adat dalam menjaga keamanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Barat.
Menurutnya, keberhasilan menjaga stabilitas wilayah tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada dukungan masyarakat dan para pemimpin tradisional.
“Silaturahmi ini merupakan langkah strategis untuk membangun komunikasi yang harmonis. Kemanunggalan TNI dengan rakyat, termasuk dukungan tokoh adat dan kesultanan, adalah kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Ia juga menekankan bahwa peran tokoh adat sangat penting dalam menjaga kerukunan serta mencegah konflik sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Peran Strategis Kesultanan Pontianak

Kesultanan Pontianak memiliki sejarah panjang dalam pembentukan identitas budaya Melayu di Kalimantan Barat.
Hingga kini, institusi adat tersebut masih memiliki pengaruh kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.
Sultan Pontianak Syarif Machmud Melvin Alkadrie yang juga merupakan anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Barat, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pangdam XII/Tpr.
Menurutnya, hubungan harmonis antara TNI dan Kesultanan Pontianak sangat penting untuk mendukung pembangunan daerah serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami menyambut baik kunjungan Pangdam XII/Tpr. Sinergi antara TNI dan Kesultanan diharapkan terus terjalin demi kemajuan Kalimantan Barat,” ungkap Sultan Melvin.
Menjaga Stabilitas Wilayah Kalimantan Barat
Kalimantan Barat merupakan provinsi strategis yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Kondisi geografis tersebut menjadikan stabilitas keamanan sebagai faktor penting dalam menjaga kedaulatan negara.
Melalui komunikasi yang intens dengan tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat, TNI diharapkan mampu menjalankan tugas pertahanan secara lebih efektif.
Kunjungan ini juga menjadi simbol komitmen Kodam XII/Tanjungpura untuk selalu hadir di tengah masyarakat serta menghormati nilai budaya lokal sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
Membangun Hubungan Kekeluargaan
Selain membahas isu strategis, pertemuan tersebut juga diisi dengan dialog santai yang mencerminkan hubungan kekeluargaan antara kedua pihak.
Nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati menjadi fondasi utama dalam membangun kerja sama jangka panjang.
Kehadiran Pangdam di Istana Kadriah diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak.
Harapan untuk Kolaborasi Berkelanjutan
Kunjungan kehormatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Kodam XII/Tanjungpura dan Kesultanan Pontianak dalam berbagai bidang, termasuk pelestarian budaya, pembangunan sosial, dan penguatan ketahanan wilayah.
Dengan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan tokoh adat, stabilitas Kalimantan Barat diyakini dapat terus terjaga, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang aman dan harmonis.
(Pendam XII/Tpr)











