Akarkata.com, Landak — Menyikapi beredarnya isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi menimbulkan kepanikan di masyarakat, jajaran Polres Landak Polda Kalimantan Barat bergerak cepat melakukan pemantauan langsung di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Ngabang.
Salah satu lokasi yang dipantau adalah SPBU Pulau Bendu, Kabupaten Landak, Kamis (19/03/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin oleh PAMAPTA III Polres Landak IPDA Randi Tri Nanda, S.H., didampingi personel piket fungsi, Provos, serta Satlantas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran aparat kepolisian di tengah antrean kendaraan bertujuan memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif sekaligus menenangkan masyarakat agar tidak terpancing isu kelangkaan BBM yang belum tentu benar.
Polisi Hadir Beri Rasa Aman di Tengah Antrean

Di lokasi SPBU, petugas tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga aktif berinteraksi dengan masyarakat.
Polisi memberikan imbauan agar warga tetap tertib saat mengantre serta membeli BBM sesuai kebutuhan, bukan karena kepanikan.
Selain kepada masyarakat, imbauan juga diberikan kepada petugas SPBU agar tetap menjaga kualitas pelayanan dan mengutamakan ketertiban distribusi BBM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Tetap tenang dan beli BBM sesuai kebutuhan,” ujar IPDA Randi Tri Nanda, S.H.
Aksi Humanis Polisi Tuai Apresiasi
Menariknya, dalam kegiatan tersebut personel PAMAPTA juga turut membantu petugas SPBU mengisi BBM bagi kendaraan yang sedang mengantre.
Tindakan ini dilakukan untuk mempercepat pelayanan sekaligus mengurangi kepadatan antrean.
Pendekatan humanis tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Banyak warga mengaku merasa lebih nyaman dan tenang dengan kehadiran polisi yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga membantu secara langsung.
Salah satu warga yang sedang mengantre menyampaikan apresiasinya terhadap tindakan aparat.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran polisi. Bahkan mereka ikut membantu pengisian BBM sehingga antrean lebih cepat. Pelayanannya juga ramah,” ungkapnya.
Upaya Cegah Panic Buying dan Gangguan Kamtibmas
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui PAMAPTA III IPDA Randi Tri Nanda, S.H., menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, isu kelangkaan BBM berpotensi memicu panic buying yang dapat menyebabkan antrean panjang, gangguan distribusi, hingga konflik di lapangan.
“Kehadiran kami bertujuan memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan situasi tetap kondusif. Kami juga ingin masyarakat tidak panik terhadap isu yang belum jelas,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Polres Landak akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan di sejumlah SPBU guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan normal.
Imbauan untuk Masyarakat
Polisi juga mengingatkan warga agar bijak menyikapi informasi yang beredar, khususnya di media sosial, serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Masyarakat diminta tetap menjaga ketertiban saat mengantre dan segera melapor apabila terjadi gangguan keamanan di lokasi SPBU.
“Diharapkan masyarakat tetap tenang, tidak melakukan panic buying, serta bersama-sama menjaga situasi agar pelayanan di SPBU berjalan lancar,” tambah IPDA Randi.
Menjaga Kepercayaan Publik
Dengan langkah cepat dan pendekatan humanis tersebut, Polres Landak berharap dapat menjaga stabilitas situasi di tengah masyarakat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Kehadiran aparat di lapangan tidak hanya berfungsi sebagai pengawas keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menghadapi situasi yang berpotensi menimbulkan keresahan.











