Rakor Karhutla Kalbar 2026, Pemerintah Siapkan Patroli Terpadu dan Hujan Buatan

- Editor

Kamis, 16 April 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Siap Tindak Pelaku Pembakar Lahan

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Siap Tindak Pelaku Pembakar Lahan

Akarkata.com, Pontianak, Kalbar – Pemerintah pusat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2026.

Salah satu langkah strategis dilakukan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla yang dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, Ph.D., di Ruang Rapat Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (16/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rakor tersebut dihadiri oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Gubernur Kalimantan Barat Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Barat, serta berbagai stakeholder terkait yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla.

Pertemuan ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kemarau panjang dan fenomena El Niño yang diprediksi akan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Kalimantan Barat sepanjang tahun 2026.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Ph.D., menegaskan bahwa seluruh pihak harus meningkatkan kewaspadaan sejak dini.

Menurutnya, perubahan cuaca yang dipicu fenomena El Niño dapat menyebabkan lahan gambut menjadi lebih kering dan mudah terbakar.

“Sebagai langkah mitigasi, pemerintah akan memperkuat patroli terpadu di wilayah gambut serta menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk menciptakan hujan buatan sebagai langkah antisipasi dini,” ujar Raja Juli Antoni, Ph.D.

Ia menjelaskan bahwa patroli terpadu akan difokuskan di daerah-daerah rawan kebakaran, terutama wilayah gambut yang selama ini menjadi titik paling rentan.

Sementara itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan akan disiapkan apabila kondisi cuaca semakin ekstrem dan berpotensi memicu kebakaran dalam skala besar.

Selain pencegahan, Menteri Kehutanan juga meminta seluruh pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi terkait untuk segera memetakan daerah rawan karhutla.

Baca Juga:  Unit Kamsel Sat Lantas Polres Sintang Gelar Penyuluhan Keliling di Titik Rawan Lalu Lintas

Hal ini penting agar penempatan personel dan peralatan pemadam dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Kalbar Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menyatakan kesiapan penuh jajaran Polda Kalbar untuk mendukung seluruh kebijakan pemerintah pusat, baik dalam upaya pencegahan maupun penegakan hukum.

Kapolda menegaskan bahwa seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda, Polres, hingga Polsek telah diperintahkan untuk meningkatkan patroli terpadu dan memperkuat edukasi kepada masyarakat terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.

“Kami telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat Polres hingga Polsek untuk meningkatkan patroli terpadu dan mengedukasi masyarakat. Namun, perlu saya tegaskan bahwa Polri tidak akan segan melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu,” tegas Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.

Menurut Kapolda, siapa pun yang terbukti dengan sengaja membakar lahan akan diproses sesuai hukum, tanpa melihat latar belakang maupun status pelakunya.

“Siapa pun, baik itu korporasi maupun individu yang terbukti dengan sengaja membuka lahan dengan cara membakar, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa aparat penegak hukum di Kalimantan Barat akan bertindak tegas terhadap para pelaku karhutla.

Tidak hanya masyarakat perorangan, perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran lahan juga akan diproses secara hukum.

Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. juga menekankan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu instansi.

Menurutnya, seluruh pihak harus mengesampingkan ego sektoral dan bekerja dalam satu komando.

“Sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat Peduli Api harus berjalan dalam satu komando yang solid agar pencegahan dan pemadaman dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Menyuke Hadiri Penanaman Jagung di Padang Pio

Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa Polda Kalbar juga akan mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam memantau perkembangan situasi di lapangan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi sangat penting untuk mendeteksi titik panas atau hotspot secara cepat sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Polda Kalbar terus memonitor situasi lapangan secara real-time. Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja sama dan segera melaporkan jika melihat adanya aktivitas pembakaran lahan. Kolaborasi adalah kekuatan utama kita dalam menjaga langit Kalimantan Barat tetap biru dan bebas asap,” ujar Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H.

Dalam rakor tersebut, seluruh instansi terkait juga sepakat untuk segera melakukan pemetaan wilayah rawan, menyiapkan personel, memperkuat patroli lapangan, serta melengkapi peralatan pemadaman.

Langkah ini dinilai sangat penting untuk menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.

Dengan persiapan yang matang, diharapkan ancaman karhutla di Kalimantan Barat pada tahun 2026 dapat ditekan seminimal mungkin.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat, Kalimantan Barat diharapkan dapat terhindar dari bencana kabut asap yang selama ini kerap terjadi saat musim kemarau.

Komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu yang disampaikan Kapolda Kalbar pun menjadi pesan tegas bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Berita Terkait

Apel Siaga Karhutla Nasional 2026 di Pontianak, Forkopimda Kalbar Siapkan Mitigasi Dini
Perkuat Mental dan Spiritual, Polres Melawi Gelar Binrohtal di Masjid Shirotul Jannah
Hujan dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang, Polisi Gerak Cepat Buka Akses Jalan
Rakernis Humas Polri 2026: Polda Kalbar Borong Penghargaan Konten Digital
Kalbar Siap Cetak Sejarah, Kapolda Kalbar Matangkan Persiapan AVC Men’s Champions League 2026
Warga Sedang Beli Gorengan, Polisi Datang dan Sampaikan Pesan Kamtibmas
Polisi Sapa Warga Saat Patroli Malam, Polsek Mandor Bangun Kepercayaan Masyarakat
Patroli Siang Polsek Meranti, Warga dan Polisi Duduk Santai Penuh Keakraban
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 15:15 WIB

Rakor Karhutla Kalbar 2026, Pemerintah Siapkan Patroli Terpadu dan Hujan Buatan

Kamis, 16 April 2026 - 15:08 WIB

Apel Siaga Karhutla Nasional 2026 di Pontianak, Forkopimda Kalbar Siapkan Mitigasi Dini

Kamis, 16 April 2026 - 14:54 WIB

Perkuat Mental dan Spiritual, Polres Melawi Gelar Binrohtal di Masjid Shirotul Jannah

Kamis, 16 April 2026 - 10:41 WIB

Rakernis Humas Polri 2026: Polda Kalbar Borong Penghargaan Konten Digital

Rabu, 15 April 2026 - 20:04 WIB

Kalbar Siap Cetak Sejarah, Kapolda Kalbar Matangkan Persiapan AVC Men’s Champions League 2026

Rabu, 15 April 2026 - 19:00 WIB

Warga Sedang Beli Gorengan, Polisi Datang dan Sampaikan Pesan Kamtibmas

Rabu, 15 April 2026 - 18:55 WIB

Polisi Sapa Warga Saat Patroli Malam, Polsek Mandor Bangun Kepercayaan Masyarakat

Rabu, 15 April 2026 - 18:49 WIB

Patroli Siang Polsek Meranti, Warga dan Polisi Duduk Santai Penuh Keakraban

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x