Akarkata.com, Ketapang, Kalbar – Kasat Samapta Polres Ketapang, AKP Suyanto, menghadiri kegiatan Apel Penutupan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 yang digelar di halaman parkir UPBU Kelas II Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Selasa (31/03/2026).
Kehadiran AKP Suyanto dalam kegiatan tersebut mewakili Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR. Apel penutupan posko menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelayanan dan pengamanan angkutan udara selama masa mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Kabupaten Ketapang.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan khidmat dengan diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai instansi dan stakeholder yang selama ini terlibat dalam Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Bandara Rahadi Oesman Pimpin Apel Penutupan

Apel Penutupan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dipimpin langsung oleh Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir berbagai unsur forkopimda dan stakeholder terkait, di antaranya perwakilan Kodim 1203 Ketapang yang diwakili Kasdim, perwakilan Danlanal Ketapang yang diwakili Kapten Joko Wiranto, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Ketapang, Kepala Satuan Basarnas Ketapang, jajaran internal Bandara Rahadi Oesman, serta unsur lainnya.
Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antarinstansi dalam menjaga kelancaran transportasi udara selama momentum Lebaran.
Selama masa Operasi Ketupat dan pelayanan arus mudik hingga arus balik, seluruh pihak bekerja sama untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat pengguna transportasi udara.
Pelayanan dan Pengamanan Lebaran Berjalan Lancar

Dalam sambutannya, Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Dwi Muji Raharjo, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pelayanan dan pengamanan selama Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026 berjalan dengan lancar.
Menurutnya, selama periode angkutan udara Lebaran tidak terdapat kejadian menonjol di Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Seluruh aktivitas penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan penumpang, dapat berlangsung tertib dan aman.
Ia juga mengapresiasi seluruh personel dari berbagai instansi yang telah terlibat aktif selama pelaksanaan posko.
“Pelaksanaan pelayanan dan pengamanan selama periode angkutan udara Lebaran Tahun 2026 di Bandara Rahadi Oesman Ketapang berjalan dengan lancar, tertib, dan aman tanpa adanya kejadian menonjol,” ujar Dwi Muji Raharjo.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pihak kepolisian, TNI, petugas bandara, Basarnas, Dinas Perhubungan, hingga instansi pendukung lainnya.
AKP Suyanto Apresiasi Sinergitas Antarinstansi

Mewakili Kapolres Ketapang, AKP Suyanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang tergabung dalam Pos Pelayanan Bandara Rahadi Oesman Ketapang.
Ia menilai sinergitas yang terjalin selama pelaksanaan Operasi Ketupat Tahun 2026 menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurut AKP Suyanto, baik pada arus mudik maupun arus balik Lebaran, seluruh rangkaian kegiatan di Bandara Rahadi Oesman berjalan aman dan lancar.
“Sinergitas yang terbangun antarinstansi menjadi kunci utama dalam keberhasilan pelaksanaan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar AKP Suyanto.
Ia menambahkan, kerja sama lintas sektor tersebut sangat penting karena pengamanan transportasi udara tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja.
Diperlukan koordinasi yang baik antara pihak kepolisian, TNI, pengelola bandara, otoritas penerbangan, hingga unsur pendukung lainnya agar seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.
Operasi Ketupat 2026 Berjalan Aman dan Kondusif
AKP Suyanto menegaskan bahwa selama pelaksanaan Operasi Ketupat Tahun 2026, situasi di Bandara Rahadi Oesman Ketapang tetap dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif.
Peningkatan jumlah penumpang selama masa mudik dan arus balik tidak menimbulkan gangguan berarti karena seluruh personel yang terlibat telah menjalankan tugas sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing.
Petugas Posko Terpadu tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk membantu penumpang yang membutuhkan informasi dan pendampingan.
Selain itu, kesiapan personel di lapangan juga didukung oleh fasilitas yang memadai serta koordinasi yang intensif antarinstansi.
Melalui langkah tersebut, potensi terjadinya gangguan keamanan, kemacetan, maupun keterlambatan layanan dapat diminimalisir.
AKP Suyanto berharap meskipun Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 telah resmi ditutup, kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Bandara Rahadi Oesman Ketapang tetap terus terjaga.
“Kami berharap, meskipun operasi telah resmi ditutup, situasi kamtibmas di wilayah Bandara Rahadi Oesman Ketapang tetap kondusif,” tegasnya.
Posko Terpadu Jadi Wujud Pelayanan Prima
Keberadaan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2026 dinilai menjadi salah satu bentuk pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya para pengguna jasa transportasi udara.
Melalui posko tersebut, masyarakat dapat memperoleh rasa aman dan nyaman saat melakukan perjalanan selama momentum Lebaran.
Posko juga berfungsi sebagai pusat koordinasi apabila terjadi gangguan atau kondisi darurat di bandara.
Dengan adanya keterlibatan berbagai instansi, setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Selain itu, Posko Terpadu juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik akan berjalan lebih optimal apabila seluruh pihak mampu bekerja sama dan saling mendukung.
Diharapkan Tetap Jaga Koordinasi dan Kesiapsiagaan
Dengan berakhirnya Apel Penutupan Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran Tahun 2026, seluruh unsur terkait diharapkan tetap menjaga koordinasi dan kesiapsiagaan.
Hal tersebut penting untuk memastikan pelayanan transportasi udara di Kabupaten Ketapang tetap berjalan dengan baik, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Sinergi yang telah terbangun selama masa Lebaran diharapkan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, tidak hanya saat operasi khusus, tetapi juga dalam pelayanan sehari-hari.
Melalui kerja sama yang solid, Bandara Rahadi Oesman Ketapang diharapkan mampu terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu pintu gerbang transportasi udara yang aman dan andal di Kalimantan Barat.











