Akarkata.com, Mandor, Landak – Suasana jalan yang mulai lengang di wilayah Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Kamis malam (09/04/2026), mendadak diwarnai momen hangat ketika seorang remaja putri yang sedang mengendarai sepeda motor disapa oleh petugas kepolisian yang tengah melaksanakan patroli malam.
Awalnya, remaja tersebut tampak terkejut saat petugas menghampirinya.
Namun ternyata, kehadiran polisi bukan untuk melakukan penindakan, melainkan untuk memberikan imbauan secara humanis demi keselamatan dirinya saat berkendara di malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan pendekatan yang ramah dan penuh kepedulian, petugas mengingatkan remaja tersebut agar selalu berhati-hati saat berkendara, menggunakan helm, serta tidak bepergian seorang diri di jam-jam rawan apabila tidak ada keperluan mendesak.
Petugas juga menekankan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, dan menghindari penggunaan telepon genggam saat berkendara.
“Inilah yang kami sampaikan, agar selalu berhati-hati saat berkendara di malam hari, menggunakan helm, serta menghindari bepergian sendirian di jam rawan demi keselamatan diri,” ujar petugas di lokasi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli malam dialogis yang rutin dilaksanakan Polsek Mandor untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukumnya.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Mandor IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H. menjelaskan bahwa patroli malam tidak hanya bertujuan mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Patroli ini merupakan upaya preventif sekaligus bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih waspada dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar rumah, terutama pada malam hari,” ujar IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H.
Menurut Kapolsek, generasi muda perlu diberikan edukasi secara langsung mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.
Hal tersebut karena masih banyak remaja yang bepergian pada malam hari tanpa memperhatikan faktor keamanan, seperti tidak menggunakan helm, berkendara terlalu cepat, atau bepergian sendirian di lokasi yang sepi.
Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis dinilai lebih efektif karena masyarakat, khususnya remaja, dapat menerima pesan keselamatan dengan lebih baik tanpa merasa takut atau tertekan.
Selain memberikan imbauan kepada remaja putri tersebut, personel patroli juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dianggap rawan di wilayah Kecamatan Mandor.
Patroli malam dilakukan untuk mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, seperti tindak kriminalitas, balap liar, maupun gangguan ketertiban lainnya.
“Kami berharap masyarakat tidak segan untuk berinteraksi dengan petugas. Kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah untuk melindungi, mengayomi, dan melayani,” tambah IPDA Bernadus Didy Kusnadi, S.H., M.H.
Momen sederhana di tengah patroli malam tersebut menjadi bukti bahwa polisi tidak selalu hadir untuk menindak.
Kehadiran polisi juga dapat menjadi sumber rasa aman, perhatian, dan kepedulian bagi masyarakat.
Dengan adanya patroli dialogis seperti ini, diharapkan masyarakat, khususnya para remaja, semakin sadar akan pentingnya keselamatan saat berkendara dan semakin dekat dengan Polri sebagai sahabat masyarakat.











