Bentuk bullying mencakup fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying
Peran guru dan orang tua penting dalam mencegah dan menangani kasus bullying.
“Pelaku bullying bisa ditegur, diproses di sekolah, atau bahkan di ranah hukum jika berat. Jangan diam jika melihat aksi bullying, segera laporkan,” tegas Diva.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pandangan Psikiater: Dampak Mental Bullying

dr. Yohanes, SpKJ menjelaskan bahwa bullying adalah perilaku agresif yang disengaja, dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap korban yang sulit membela diri. Beberapa poin penting:
• Perbedaan antara kenakalan biasa dan bullying terletak pada ketimpangan kekuatan.
• Dampak bullying mencakup kerusakan mental, sosial, hingga trauma jangka panjang.
• Data UNICEF menunjukkan bahwa 2 dari 3 anak usia 13–17 tahun pernah mengalami bullying.
“Bullying bukan sekadar kenakalan remaja. Ia berdampak fisik, psikologis, dan sosial. Bahkan pelaku bisa menjadi korban baru ketika mendapat sanksi sosial,” ujar dr. Yohanes.
Jenis-Jenis Bullying yang Perlu Diwaspadai
Menurut dr. Yohanes, jenis bullying meliputi:
• Kekerasan fisik: memukul, menendang, merusak barang.
• Verbal: mengejek, menghina, menyebar rumor.
• Sosial: mengucilkan dari kelompok.
• Cyberbullying: melalui media sosial atau teknologi.
Update informasi terhangat kini lebih mudah! Langsung akses berita pilihan Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:
Halaman : 1 2











