Akarkata.com, Keerom, Papua – Panglima Kodam (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG) di Kabupaten Keerom, Papua, Kamis (19/2/2026).
Agenda tersebut bertujuan meninjau secara langsung kondisi prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 643/Wanara Sakti yang tengah menjalankan tugas dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Statis.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengendalian dan pengawasan operasi (Dalwasops) guna memastikan seluruh prosedur pengamanan wilayah negara berjalan efektif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pangdam hadir bersama Inspektur Kodam (Irdam) XII/Tpr Brigjen TNI Agus Firman Yusmono serta Asisten Operasi Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Komandan Satgas Yonif 643/Wanara Sakti, Letkol Inf Adhi Sumarno, beserta para prajurit yang bertugas di garis terdepan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Penugasan Operasi Adalah Kebanggaan Prajurit

Dalam pengarahan kepada pasukan, Pangdam menekankan bahwa penugasan di wilayah operasi bukan hanya sekadar rutinitas militer.
Ia menyebutnya sebagai amanah sekaligus kehormatan tertinggi bagi seorang prajurit TNI.
Menurutnya, prajurit yang bertugas di perbatasan memiliki peran strategis karena mereka bukan hanya penjaga wilayah, tetapi juga representasi negara di mata masyarakat setempat.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tempur, melainkan juga pendekatan teritorial kepada warga sekitar.
Prajurit diminta aktif membantu masyarakat, memberikan solusi atas kesulitan warga, serta menjaga hubungan sosial yang harmonis.
Pendekatan ini dinilai penting karena wilayah perbatasan seringkali memiliki keterbatasan akses layanan dasar.
Kehadiran aparat keamanan menjadi salah satu faktor stabilitas sosial dan rasa aman masyarakat.
Tingkatkan Kewaspadaan dan Disiplin

Selain memberikan motivasi, Pangdam juga menyampaikan sejumlah arahan operasional.
Ia meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas, baik patroli maupun interaksi sosial.
Penugasan di wilayah perbatasan memiliki tingkat risiko yang berbeda dibanding daerah lain.
Oleh sebab itu, disiplin prosedur keamanan harus dilaksanakan tanpa kompromi.
Pangdam juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik satuan. Pelanggaran sekecil apa pun dapat berdampak besar terhadap citra institusi.
Karena itu, ia menekankan profesionalisme, loyalitas, serta integritas sebagai fondasi utama prajurit.
Tak hanya aspek militer, ia juga menyinggung kekuatan mental dan spiritual.
Prajurit diminta menjaga keimanan serta moralitas sebagai penguat psikologis dalam menjalankan tugas di daerah terpencil.
Program Teritorial dan Dukungan Moril
Komandan Satgas, Letkol Inf Adhi Sumarno, melaporkan kondisi pos serta berbagai kegiatan teritorial yang telah dilaksanakan.
Program tersebut meliputi pelayanan kesehatan sederhana, kegiatan sosial masyarakat, hingga membantu pembangunan fasilitas warga.
Menurutnya, kehadiran pimpinan tertinggi Kodam di tengah hutan Papua menjadi dorongan moral yang sangat berarti bagi prajurit.
Para personel merasakan perhatian langsung dari komando atas, sehingga meningkatkan motivasi, soliditas, serta kepercayaan diri dalam menjalankan tugas negara.
Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi momen evaluasi lapangan.
Pangdam berdialog langsung dengan anggota untuk mengetahui tantangan nyata yang dihadapi selama operasi.
Peninjauan Fasilitas Pos Perbatasan
Setelah pengarahan, rombongan melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana pos.
Peninjauan meliputi kelayakan tempat tinggal prajurit, logistik, perlengkapan keamanan, serta fasilitas kesehatan lapangan.
Tujuannya memastikan kebutuhan dasar personel terpenuhi agar pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan berlangsung optimal.
Kondisi lingkungan operasi yang berat menuntut dukungan logistik yang memadai agar prajurit tetap prima.
Wilayah Keerom sendiri merupakan salah satu titik strategis di garis perbatasan Indonesia–Papua Nugini.
Stabilitas keamanan di daerah tersebut berperan penting dalam menjaga kedaulatan nasional serta mencegah aktivitas lintas batas ilegal.
Menjaga Kedaulatan dan Kepercayaan Masyarakat
Kunjungan Pangdam XII/Tanjungpura di perbatasan Papua menjadi bukti komitmen TNI dalam memastikan pengamanan wilayah negara berjalan efektif.
Selain menjaga keamanan, prajurit juga berfungsi sebagai agen stabilitas sosial.
Pendekatan humanis melalui pembinaan teritorial memperkuat kepercayaan masyarakat kepada negara.
Hal ini menjadi salah satu kunci keberhasilan operasi pengamanan perbatasan.
Dengan dukungan moril dari pimpinan serta kesiapan operasional di lapangan, Satgas Yonif 643/Wanara Sakti diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, menjaga kedaulatan, serta menghadirkan rasa aman bagi masyarakat perbatasan.











