Akarkata.com, Bengkayang — Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap, jajaran Kodim 1209/Bengkayang melalui Koramil 1209-07/Jagoi Babang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Selasa (17/03/2026).
Kegiatan ini merupakan langkah preventif TNI AD untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat merusak lingkungan sekaligus mengancam kesehatan.
Edukasi Langsung kepada Warga Binaan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosialisasi dilakukan secara langsung dengan mendatangi warga di lingkungan tempat tinggal maupun area pertanian.
Metode tatap muka dipilih agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas serta memungkinkan dialog dua arah antara aparat dan masyarakat.
Personel Koramil memberikan penjelasan mengenai penyebab utama kebakaran hutan dan lahan, dampak ekologis yang ditimbulkan, hingga konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran lahan secara ilegal.
Wilayah Kabupaten Bengkayang, khususnya Kecamatan Jagoi Babang yang berada di kawasan perbatasan, memiliki hutan dan lahan yang cukup luas sehingga sangat rentan terhadap kebakaran saat musim kemarau.
“Pembukaan lahan dengan cara membakar sangat berbahaya karena api dapat dengan mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat akibat kabut asap,” jelas salah satu personel di lapangan.
Antisipasi Bencana Kabut Asap

Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan hutan, tetapi juga berpotensi memicu bencana kabut asap yang berdampak luas, termasuk gangguan pernapasan, penurunan kualitas udara, hingga terganggunya aktivitas pendidikan dan ekonomi.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menghindari bencana tersebut.
Kodim 1209/Bengkayang menekankan pentingnya menjaga kelestarian alam serta memanfaatkan metode pembukaan lahan yang ramah lingkungan tanpa pembakaran.
Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat

Selain edukasi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan titik api maupun aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.
Tindakan cepat sejak awal sangat penting agar api tidak meluas dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar.
Babinsa juga memberikan arahan mengenai langkah awal yang dapat dilakukan masyarakat sebelum petugas pemadam tiba, seperti upaya pemadaman sederhana dengan alat yang tersedia serta menjaga keselamatan diri.
Sinergi TNI dan Masyarakat di Wilayah Perbatasan
Kodim 1209/Bengkayang menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kerja sama antara aparat dan masyarakat.
Tanpa partisipasi aktif warga, potensi kebakaran sulit dikendalikan, terutama di wilayah yang memiliki akses terbatas.
Pendekatan persuasif dan humanis menjadi strategi utama agar masyarakat secara sukarela meninggalkan praktik pembakaran lahan yang berisiko tinggi.
“Kami berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat sehingga upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan lingkungan tetap terjaga,” ujar personel Koramil.
Respons Positif dari Warga
Kegiatan sosialisasi ini mendapat sambutan baik dari masyarakat Jagoi Babang.
Warga mengaku kini lebih memahami dampak lingkungan, risiko kesehatan, serta konsekuensi hukum dari tindakan pembakaran hutan dan lahan.
Edukasi semacam ini dinilai sangat penting, terutama bagi masyarakat yang selama ini masih menggunakan metode tradisional dalam membuka lahan pertanian.
Komitmen Kodim 1209/Bengkayang
Kodim 1209/Bengkayang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan wilayah rawan kebakaran secara berkala.
Patroli terpadu dan kegiatan edukasi akan dilaksanakan secara berkelanjutan guna memastikan Kabupaten Bengkayang tetap aman dari ancaman Karhutla.
Upaya ini menjadi bagian dari peran TNI AD dalam menjaga stabilitas lingkungan, kesehatan masyarakat, serta keamanan wilayah perbatasan.
Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir sehingga ekosistem tetap terjaga dan bencana kabut asap tidak kembali terulang.
(Pendim 1209/Bky)











