Akarkata.com, Ngabang, Landak — Guna mencegah kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di berbagai wilayah Indonesia, Polsek Ngabang Polres Landak Polda Kalimantan Barat melakukan monitoring dan pengawasan ketat di seluruh SPBU yang berada di Kecamatan Ngabang dan Jelimpo, Kamis (19/03/2026).
Langkah ini diambil sebagai upaya preventif untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal serta menghindari panic buying yang dapat memicu antrean panjang, kemacetan, hingga potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Monitoring Langsung untuk Menenangkan Masyarakat
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu kelangkaan BBM yang dikaitkan dengan kondisi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah, sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Namun pemerintah bersama PT Pertamina telah menegaskan bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman.
Meski demikian, peningkatan aktivitas pengisian BBM tetap terjadi di sejumlah SPBU.
Untuk itu, personel Polsek Ngabang turun langsung melakukan pemantauan guna memastikan pembelian BBM dilakukan secara wajar dan sesuai kebutuhan.
Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang mengantre agar tidak membeli bahan bakar secara berlebihan serta tetap menjaga ketertiban selama proses pengisian.
Cegah Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Selain memantau antrean, aparat kepolisian juga mengingatkan pemilik dan karyawan SPBU agar tidak melayani pembelian menggunakan jerigen, ken, maupun tangki modifikasi yang berpotensi digunakan untuk penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Petugas menegaskan bahwa penyaluran BBM harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang migas guna mencegah praktik ilegal yang merugikan masyarakat.
“Kami mengimbau agar petugas SPBU menjalankan pelayanan sesuai aturan yang berlaku serta tidak melayani pembelian yang berpotensi melanggar hukum,” ujar salah satu personel di lapangan.
Antisipasi Kemacetan dan Gangguan Kamtibmas

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Ngabang AKP Zuanda, S.H., menjelaskan bahwa patroli dan monitoring di SPBU bertujuan menjaga stabilitas keamanan sekaligus mencegah dampak lanjutan dari antrean panjang.
“Monitoring ini difokuskan pada SPBU di Kecamatan Ngabang dan Jelimpo untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas seperti kemacetan lalu lintas, potensi tindak kejahatan, serta penyalahgunaan BBM bersubsidi,” jelas AKP Zuanda, S.H.
Ia menambahkan bahwa antrean kendaraan yang tidak terkendali berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat sekitar.
“Selain itu, patroli ini juga untuk mencegah kemacetan akibat lonjakan kendaraan yang mengisi BBM,” lanjutnya.
Imbauan Agar Masyarakat Tetap Tenang
Kapolsek Ngabang juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, khususnya yang beredar di media sosial.
Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan, bukan karena kekhawatiran berlebihan yang justru dapat memperburuk situasi.
AKP Zuanda menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas oknum yang melakukan penimbunan maupun praktik ilegal terkait distribusi BBM.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan bijak. Jangan melakukan pembelian berlebihan. Apabila ditemukan adanya penimbunan BBM oleh pihak tertentu, akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Upaya Menjaga Stabilitas Wilayah
Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari strategi Polri dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah, khususnya di tengah situasi yang berpotensi memicu keresahan publik.
Dengan kehadiran aparat kepolisian di lapangan, diharapkan masyarakat merasa aman, distribusi BBM tetap lancar, serta aktivitas ekonomi dapat berjalan normal.
Polsek Ngabang berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan hingga situasi benar-benar kondusif dan masyarakat tidak lagi diliputi kekhawatiran terkait ketersediaan BBM.











