Akarkata.com, Pontianak, Kalbar — Dalam suasana penuh kehangatan pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar), Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kediaman Sultan Pontianak IX di Keraton Kadriah, Jalan Tanjung Raya 1, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Selasa (24/3/2026).
Kapolda Kalbar hadir didampingi Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol. Hindarsono, S.I.K., S.H., M.Hum, serta Irwasda Polda Kalbar, Kombes Pol. Sigit Jatmiko, S.H., S.I.K.
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan tokoh adat dan masyarakat di Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momentum Idul Fitri Pererat Hubungan Kepemimpinan Daerah

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan saat Lebaran, tetapi juga sarana strategis memperkuat komunikasi antara unsur pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh budaya.
Kehadiran sejumlah pimpinan daerah semakin menegaskan soliditas kepemimpinan di Kalimantan Barat.
Turut hadir Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., serta Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si.
Pertemuan lintas sektor ini menunjukkan bahwa stabilitas daerah tidak hanya dibangun melalui kebijakan formal, tetapi juga melalui pendekatan kultural dan hubungan emosional yang harmonis dengan tokoh masyarakat.
Keraton Kadriah sebagai Simbol Sejarah dan Persatuan

Keraton Kadriah Pontianak merupakan salah satu ikon sejarah dan budaya di Kalimantan Barat.
Sebagai pusat Kesultanan Pontianak, keraton memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai tradisi serta identitas masyarakat Melayu di wilayah tersebut.
Kunjungan Kapolda Kalbar ke Keraton Kadriah menjadi simbol penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus pengakuan atas peran tokoh adat dalam menjaga stabilitas sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Pipit Rismanto menegaskan bahwa tradisi silaturahmi ke keraton bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun persatuan yang kokoh di tengah masyarakat.
“Silaturahmi ini merupakan jembatan untuk memperkuat persatuan antara pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat dalam merayakan hari kemenangan,” ujarnya.
Sinergi Lintas Sektoral untuk Kondusivitas Wilayah

Kapolda Kalbar menekankan bahwa keamanan daerah tidak dapat terwujud tanpa dukungan seluruh pihak.
Komunikasi yang baik antara pemerintah, TNI-Polri, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kunci utama menjaga kondusivitas wilayah.
Menurutnya, kebersamaan yang terjalin pada momentum Idul Fitri ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun Kalimantan Barat yang aman, damai, dan harmonis.
“Kondusivitas daerah dibangun di atas fondasi komunikasi yang harmonis antara pemimpin dan tokoh masyarakat. Kebersamaan ini menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas Kalbar,” tambahnya.
Sinergitas lintas sektoral tersebut dinilai sangat penting, terutama pasca periode mudik dan perayaan Lebaran yang biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat.
Cooling System untuk Menjaga Situasi Kamtibmas

Kabid Humas Polda Kalbar sekaligus Kasatgas Humas Operasi Ketupat Kapuas 2026, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan silaturahmi ini merupakan bagian dari strategi “cooling system” untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Pendekatan persuasif melalui dialog dan silaturahmi dinilai efektif dalam mencegah potensi konflik serta menjaga suasana tetap sejuk pasca perayaan hari besar keagamaan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa Polri hadir di tengah masyarakat dan merangkul seluruh elemen. Sinergi lintas sektor adalah kunci utama menjaga kondusivitas Kalimantan Barat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa hubungan baik antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Doa Bersama untuk Kesejahteraan Kalbar
Kunjungan silaturahmi di Keraton Kadriah ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
Momen tersebut semakin memperkuat pesan bahwa Idul Fitri bukan hanya perayaan spiritual, tetapi juga kesempatan mempererat persaudaraan lintas sektor.
Kehadiran pimpinan daerah secara lengkap dalam satu forum informal seperti ini menjadi simbol kuat persatuan dan komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta keharmonisan sosial.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh adat terus terjalin erat sehingga mampu menciptakan stabilitas jangka panjang di Bumi Khatulistiwa.
Polri Hadir sebagai Perekat Persatuan
Silaturahmi Kapolda Kalbar ke Sultan Pontianak IX menunjukkan peran Polri tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai perekat persatuan bangsa.
Pendekatan humanis dan kultural seperti ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat solidaritas antar elemen bangsa.
Dengan komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis, Kalimantan Barat diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, toleran, dan kondusif, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di masa mendatang.
Momentum Idul Fitri pun menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan masyarakat yang majemuk.











