Akarkata.com, Pontianak – Memasuki puncak arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Satuan Tugas (Satgas) Preventif Operasi Ketupat Kapuas 2026 meningkatkan pengamanan secara menyeluruh di berbagai simpul transportasi utama di wilayah Kalimantan Barat.
Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan masyarakat yang kembali dari kampung halaman dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan lancar.
Penguatan pengamanan difokuskan pada fasilitas transportasi vital, mulai dari Bandara Internasional Supadio, Pelabuhan Dwikora Pontianak, hingga Terminal Antar Negara Ambawang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketiga lokasi tersebut menjadi titik pergerakan penumpang terbesar selama periode arus balik Lebaran.
Pengamanan Masif di Titik Transportasi Strategis

Personel Satgas Preventif disebar secara intensif di area kedatangan, keberangkatan, serta titik keramaian lainnya di masing-masing lokasi transportasi.
Kehadiran aparat berseragam di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain patroli rutin, petugas juga melakukan pengawasan terhadap aktivitas penumpang, kendaraan, serta alur mobilitas barang.
Upaya ini penting mengingat volume perjalanan masyarakat meningkat signifikan setelah perayaan Idul Fitri.
Tidak hanya fokus pada keamanan, petugas turut memberikan pelayanan informasi kepada penumpang yang membutuhkan bantuan, termasuk arahan rute perjalanan, lokasi fasilitas umum, hingga prosedur keberangkatan.
Antisipasi Kriminalitas dan Penumpukan Penumpang

Kasatgas Preventif Ops Ketupat Kapuas 2026, AKBP Paino, S.Pd., menjelaskan bahwa patroli intensif ini merupakan langkah proaktif Polri dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama arus balik.
Menurutnya, situasi kepadatan penumpang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan seperti pencopetan, penipuan, maupun pencurian barang bawaan.
Oleh karena itu, kehadiran aparat secara langsung menjadi strategi preventif yang efektif.
“Kami mengedepankan pencegahan melalui kehadiran personel di lapangan. Fokus utama kami memastikan tidak ada gangguan kamtibmas di terminal, bandara, maupun pelabuhan sehingga masyarakat merasa aman,” ujar AKBP Paino.
Ia juga menambahkan bahwa petugas melakukan pengecekan terhadap sarana keselamatan transportasi guna memastikan standar pelayanan tetap terpenuhi di tengah lonjakan jumlah penumpang.
Koordinasi dengan Otoritas Transportasi

Pengamanan arus balik tidak hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas instansi.
Satgas Preventif bekerja sama dengan pihak otoritas bandara, pelabuhan, pengelola terminal, serta instansi terkait lainnya.
Sinergi ini penting untuk memastikan kelancaran operasional transportasi sekaligus mengantisipasi potensi hambatan, seperti keterlambatan jadwal, kepadatan antrean, atau gangguan teknis.
Petugas juga melakukan pemantauan kondisi fasilitas publik, termasuk ruang tunggu, jalur evakuasi, serta sistem keamanan internal di masing-masing lokasi.
Imbauan Kewaspadaan bagi Para Pemudik

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., selaku Kasatgas Humas Ops Ketupat Kapuas 2026, menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan selama perjalanan arus balik.
Ia mengimbau para pemudik agar selalu waspada terhadap barang bawaan, menjaga dokumen penting, serta tidak mudah percaya kepada orang yang tidak dikenal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan segera melapor kepada petugas jika menemukan hal mencurigakan atau mengalami kendala selama perjalanan,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan pos pengamanan dan pos pelayanan yang telah disediakan sebagai pusat bantuan selama Operasi Ketupat Kapuas berlangsung.
Pendekatan Humanis dalam Pengamanan
Operasi Ketupat Kapuas 2026 mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kegiatan pengamanan.
Petugas tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat.
Pendekatan ini terlihat dari cara petugas berinteraksi dengan penumpang, memberikan bantuan kepada lansia dan anak-anak, serta membantu penumpang yang mengalami kesulitan membawa barang.
Langkah tersebut bertujuan menciptakan suasana yang nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap aparat keamanan.
Situasi Arus Balik Terpantau Kondusif
Hingga saat ini, kondisi di berbagai terminal, bandara, dan pelabuhan di Kalimantan Barat dilaporkan ramai namun tetap terkendali.
Arus kedatangan penumpang berlangsung lancar tanpa adanya gangguan menonjol.
Pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi transportasi juga dilakukan secara intensif guna mencegah kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk.
Komitmen Polri Mengawal Arus Balik Lebaran
Pengamanan arus balik merupakan bagian penting dari Operasi Ketupat Kapuas 2026 yang bertujuan memastikan seluruh rangkaian mudik Lebaran berjalan aman dan tertib.
Melalui kehadiran Satgas Preventif di lapangan, Polri menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, baik selama perjalanan maupun setelah tiba di tujuan.
Harapan bagi Masyarakat
Dengan pengamanan yang ketat dan terkoordinasi, diharapkan masyarakat dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing dengan selamat serta dapat kembali beraktivitas normal setelah libur panjang Idul Fitri.
Polri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan mematuhi aturan demi kelancaran arus balik.











