Akarkata.com, Pontianak, Kalbar – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., menghadiri kegiatan Halalbihalal yang diselenggarakan oleh Sultan Pontianak IX, Syarif Mahmud Melvin Alqadri, di Istana Kadariyah, Kota Pontianak, Rabu (25/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara institusi TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat Kalimantan Barat pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, termasuk jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat, tokoh lintas agama, pemuka adat, serta perwakilan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran para pemimpin daerah dan tokoh masyarakat mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan persatuan di Bumi Khatulistiwa.
Disambut Hangat Keluarga Kesultanan Pontianak

Kedatangan Pangdam XII/Tpr disambut langsung oleh keluarga besar Kesultanan Pontianak dengan penuh kehormatan.
Tradisi penyambutan yang sarat nilai budaya lokal menambah kekhidmatan acara, sekaligus menunjukkan eratnya hubungan antara institusi negara dengan lembaga adat yang telah lama menjadi bagian penting dalam sejarah dan kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.
Istana Kadariyah sebagai pusat Kesultanan Pontianak memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi.
Keraton ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol kebesaran kerajaan masa lalu, tetapi juga sebagai penjaga tradisi, nilai moral, serta identitas masyarakat Melayu Pontianak.
Oleh karena itu, kegiatan Halalbihalal di tempat tersebut memiliki makna yang lebih mendalam daripada sekadar pertemuan seremonial.
Momentum Memperkuat Harmoni dan Stabilitas Wilayah

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan bahwa kegiatan Halalbihalal bukan hanya tradisi tahunan setelah Idul Fitri, melainkan sarana strategis untuk mempererat hubungan sosial serta menjaga stabilitas wilayah.
Menurut Pangdam XII/Tpr, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat merupakan faktor kunci dalam menciptakan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan.
“Sinergitas antara TNI, tokoh masyarakat, dan lembaga adat seperti Kesultanan Pontianak adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kami sangat mengapresiasi peran Keraton Kadariyah dalam merajut persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Kalimantan Barat dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang tinggi.
Komunikasi yang intensif serta hubungan harmonis antar elemen masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga kedamaian.
Peran Strategis Keraton Kadariyah dalam Pelestarian Budaya
Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga diisi dengan dialog santai mengenai pelestarian budaya lokal.
Para tokoh yang hadir sepakat bahwa menjaga warisan budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama di tengah arus modernisasi yang semakin pesat.
Keraton Kadariyah dinilai memiliki kontribusi besar dalam mempertahankan nilai-nilai tradisional, adat istiadat, serta identitas Melayu Pontianak.
Upaya pelestarian budaya ini tidak hanya penting bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan sebagai negara yang kaya akan keragaman budaya.
Sultan Pontianak IX, Syarif Mahmud Melvin Alqadri, dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pangdam XII/Tpr dan seluruh tamu undangan.
Ia berharap hubungan baik antara Kesultanan Pontianak dan institusi negara terus terjaga demi kemajuan daerah.
Halalbihalal sebagai Perekat Persaudaraan
Tradisi Halalbihalal sendiri merupakan budaya khas Indonesia yang sarat makna rekonsiliasi, saling memaafkan, dan mempererat persaudaraan.
Dalam konteks pemerintahan dan keamanan, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk membangun komunikasi informal yang lebih cair namun tetap produktif.
Melalui kegiatan ini, berbagai persoalan sosial dapat dibicarakan secara santai sekaligus mencari solusi bersama.
Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Harapan untuk Kalimantan Barat yang Aman dan Maju
Dengan terselenggaranya kegiatan Halalbihalal di Istana Kadariyah, diharapkan sinergi antara Kodam XII/Tpr, pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat semakin solid.
Kolaborasi ini diyakini mampu mendukung pembangunan daerah sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Barat.
Pangdam XII/Tpr juga menegaskan komitmen TNI untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan wilayah serta mendukung program pembangunan nasional di daerah.
Suasana kebersamaan yang tercipta dalam acara tersebut menjadi simbol kuat bahwa persatuan dan gotong royong tetap menjadi nilai utama masyarakat Kalimantan Barat.
Dengan komunikasi yang baik serta kerja sama lintas sektor, stabilitas wilayah diharapkan dapat terus terjaga.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
Momen ini sekaligus menegaskan bahwa Idul Fitri bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial di tengah keberagaman.
(Pendam XII/Tpr)











