Akarkata.com, Bengkayang, Kalimantan Barat – Komandan Kodim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc., menunjukkan komitmen nyata dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan turun langsung ke lokasi titik api di wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kamis (26/03/2026).
Langkah cepat ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah meluasnya kebakaran yang berpotensi mengancam permukiman warga serta kawasan hutan di sekitarnya.
Kehadiran langsung pimpinan di lapangan menjadi bukti keseriusan TNI dalam menangani bencana lingkungan yang kerap terjadi saat musim kemarau.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Respons Cepat Hadapi Ancaman Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem, ditandai dengan suhu panas dan angin kencang yang mempercepat penyebaran api, terutama di area lahan gambut dan semak belukar kering.
Melihat kondisi tersebut, Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc., langsung memimpin upaya pemadaman bersama personel gabungan.
Langkah ini bertujuan untuk mengisolasi titik api agar tidak merambat ke wilayah yang lebih luas.
Dengan sigap, tim gabungan melakukan penyisiran di area terdampak untuk memastikan api benar-benar dipadamkan secara menyeluruh.
Dandim Turun Langsung ke Lapangan

Dalam aksi tersebut, Letkol Inf Aprianda tidak hanya memberikan instruksi dari jarak jauh, tetapi turut terlibat langsung di lapangan.
Ia terlihat memanggul selang air dan ikut melakukan penyemprotan di area yang terbakar.
Kehadiran langsung Dandim di tengah medan yang berat dan penuh risiko memberikan semangat tambahan bagi seluruh personel yang terlibat.
“Pemadaman ini harus dilakukan secara maksimal agar api tidak meluas, terutama ke area pemukiman warga,” tegas Dandim di sela kegiatan.
Kepemimpinan yang turun langsung ini menjadi contoh nyata dedikasi TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Sinergi TNI, Polri dan Instansi Terkait

Upaya pemadaman karhutla ini melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta relawan pemadam kebakaran setempat.
Sinergi lintas instansi menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.
Koordinasi yang solid memungkinkan pembagian tugas yang efektif di lapangan, mulai dari pemadaman, suplai air, hingga pemantauan titik api.
Kerja sama ini juga memastikan bahwa setiap potensi bahaya dapat diantisipasi dengan cepat dan tepat.
Tantangan Medan dan Keterbatasan Sumber Air
Proses pemadaman tidak berjalan mudah.
Tim gabungan harus menghadapi medan yang cukup sulit, termasuk akses yang terbatas menuju lokasi kebakaran.
Selain itu, ketersediaan sumber air yang minim menjadi tantangan tersendiri.
Namun, dengan semangat dan kerja sama yang kuat, tim tetap berupaya maksimal untuk mengendalikan api.
Penyemprotan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran ulang.
Upaya Preventif dan Edukasi Masyarakat
Selain melakukan pemadaman, Dandim 1209/Bengkayang juga menegaskan pentingnya langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya karhutla di masa mendatang.
Ia menyampaikan bahwa patroli terpadu akan terus ditingkatkan, terutama di wilayah yang rawan kebakaran.
Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat juga akan digencarkan, khususnya terkait larangan membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, karena dampaknya sangat merugikan, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan,” ujarnya.
Ancaman Sanksi bagi Pelaku Pembakaran
Dandim juga menegaskan bahwa tindakan tegas akan diberlakukan bagi oknum yang terbukti sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Penegakan hukum ini menjadi bagian dari upaya memberikan efek jera sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan adanya sanksi tegas, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Komitmen Kodim 1209/Bengkayang
Kegiatan pemadaman ini merupakan bagian dari komitmen Kodim 1209/Bengkayang dalam membantu pemerintah daerah dalam menangani bencana lingkungan.
TNI tidak hanya berperan dalam aspek pertahanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk penanggulangan karhutla.
Melalui langkah cepat dan terukur, diharapkan intensitas kebakaran di wilayah Bengkayang dapat ditekan.
Pemantauan Berkelanjutan
Saat ini, kondisi di lapangan terus dipantau secara intensif, baik melalui patroli darat maupun pemantauan berbasis teknologi seperti satelit dan patroli udara.
Hal ini dilakukan untuk mendeteksi potensi munculnya titik api baru, sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas.
Aksi cepat yang dilakukan oleh Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf Aprianda, S.H., M.Sc., menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat dari ancaman karhutla.
Dengan sinergi lintas instansi serta partisipasi aktif masyarakat, diharapkan kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini.
Upaya ini tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat serta keberlanjutan ekosistem di wilayah Kalimantan Barat.
(Pendim 1209/Bky)











