Akarkata.com, Kapuas Hulu, Kalbar – Upaya menjaga kedaulatan negara tidak hanya dilakukan melalui pengamanan wilayah dan pertahanan bersenjata.
Di daerah perbatasan, menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda juga menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Semangat inilah yang diwujudkan Babinsa Koramil 1206-18/Puring Kencana dengan menggelar kegiatan sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) di SMPN 01 Sui Antu, Kecamatan Puring Kencana, Kabupaten Kapuas Hulu, Rabu (08/04/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut berlangsung penuh semangat dan mendapat sambutan antusias dari para siswa.
Puluhan pelajar mengikuti sosialisasi dengan serius sejak awal hingga akhir.
Mereka tampak bersemangat mendengarkan materi yang disampaikan, terutama karena kegiatan dikemas secara atraktif, interaktif, dan mudah dipahami.
Sosialisasi Wawasan Kebangsaan ini menjadi bagian dari upaya Kodim 1206/Putussibau melalui Koramil 1206-18/Puring Kencana untuk memperkuat karakter generasi muda, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Pelajar Perbatasan Dinilai Sebagai Garda Terdepan Bangsa

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Puring Kencana Serma Suyanto menegaskan bahwa para pelajar yang tinggal di wilayah perbatasan memiliki peran penting sebagai garda terdepan bangsa.
Menurutnya, siswa-siswi di daerah tapal batas bukan hanya generasi penerus, tetapi juga menjadi wajah Indonesia di wilayah perbatasan.
Oleh sebab itu, mereka harus memiliki rasa bangga terhadap bangsa, memahami nilai-nilai kebangsaan, serta menjaga identitas nasional di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
Serma Suyanto menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan arus informasi saat ini membawa banyak dampak, baik positif maupun negatif.
Jika tidak dibentengi dengan nasionalisme dan karakter yang kuat, generasi muda dapat dengan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak masa depan.
“Sebagai pelajar di wilayah perbatasan, kalian adalah wajah depan Indonesia. Kalian harus bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia dan menjaga nama baik negara,” ujar Serma Suyanto di hadapan para siswa.
Ia menambahkan bahwa rasa cinta tanah air harus mulai ditanamkan sejak dini agar tidak mudah luntur.
Sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi yang tangguh.
Serma Suyanto Tekankan Pentingnya Disiplin dan Karakter
Dalam paparannya, Serma Suyanto juga menekankan pentingnya membangun karakter dan kedisiplinan di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Menurutnya, seorang pelajar yang memiliki disiplin akan lebih mudah meraih cita-cita.
Sebaliknya, jika generasi muda terjerumus pada pergaulan bebas, narkoba, dan kebiasaan buruk lainnya, maka masa depan mereka akan terancam.
“Kalian adalah pemegang tongkat estafet bangsa ini. Rajinlah belajar, patuh kepada guru, hormati orang tua, dan jauhi narkoba serta pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan,” tegas Serma Suyanto.
Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari para siswa. Hal itu membuat materi lebih mudah dipahami dan diterima.
Selain itu, Serma Suyanto juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif.
Para siswa diajak untuk fokus belajar, aktif dalam kegiatan sekolah, serta membangun pergaulan yang sehat.
Menurutnya, pelajar yang memiliki karakter kuat akan mampu menghadapi tantangan zaman dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya negatif dari luar.
Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Tidak hanya menyampaikan teori mengenai nasionalisme, Babinsa Koramil 1206-18/Puring Kencana juga mengajak para siswa memahami penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diajak berdialog mengenai pentingnya menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya.
Serma Suyanto menekankan bahwa kerukunan dan persatuan harus terus dijaga, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki keberagaman masyarakat.
Dalam sesi tersebut, siswa diberikan contoh sederhana tentang bagaimana menerapkan nilai Pancasila di lingkungan sekolah.
Misalnya, saling membantu teman, menghormati guru, tidak membeda-bedakan teman, menjaga kebersihan sekolah, serta membangun sikap gotong royong.
Menurut Serma Suyanto, jika nilai-nilai tersebut diterapkan sejak dini, maka para pelajar akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa.
“Pancasila bukan hanya untuk dihafal, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kalian akan menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan cinta Indonesia,” jelasnya.
Suasana Interaktif Buat Siswa Antusias
Kegiatan sosialisasi berlangsung semakin menarik ketika memasuki sesi tanya jawab.
Para siswa tampak antusias mengangkat tangan dan menyampaikan pertanyaan seputar nasionalisme, cita-cita, hingga cara menghadapi pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Babinsa menjawab seluruh pertanyaan dengan santai dan komunikatif sehingga suasana menjadi lebih hidup.
Para siswa terlihat berani menyampaikan pendapat dan berdiskusi secara terbuka.
Suasana yang akrab tersebut membuat kegiatan Wawasan Kebangsaan tidak terasa membosankan.
Sebaliknya, para siswa merasa lebih dekat dengan Babinsa dan semakin termotivasi untuk menjadi pelajar yang disiplin dan cinta tanah air.
Guru-guru SMPN 01 Sui Antu juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka menilai sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membangun karakter siswa, khususnya di daerah perbatasan.
Kodim 1206/Putussibau Ingin Cetak Generasi Cerdas dan Nasionalis
Melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan ini, Kodim 1206/Putussibau berharap para siswa SMPN 01 Sui Antu tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.
Wilayah perbatasan membutuhkan generasi muda yang mampu menjaga identitas bangsa dan menjadi benteng terhadap berbagai pengaruh negatif.
Oleh karena itu, pembinaan karakter melalui kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan.
Dengan semangat nasionalisme yang ditanamkan sejak dini, para siswa diharapkan kelak dapat menjadi generasi penerus yang mampu menjaga persatuan, membangun daerah, dan membawa nama baik Indonesia, khususnya di wilayah tapal batas.
(Pendam XII/Tpr)











