Akarkata.com – Pada usia 19 tahun, Alexandr Wang memutuskan keluar dari MIT dan mendirikan Scale AI.
Berkat visinya yang revolusioner, startup ini tumbuh pesat hingga valuasinya nyaris menyentuh angka $14 miliar tahun lalu.
Saat ini, Meta induk dari Facebook, Instagram, Threads, Messenger, dan WhatsApp telah menunjuk Alexandr Wang, CEO sekaligus pendiri Scale AI, untuk memimpin lab riset AI terbaru mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut laporan The New York Times, langkah ini juga disertai dengan pembicaraan terkait potensi investasi sebesar $10 miliar dari pihak Meta, sebagaimana diungkapkan oleh Bloomberg.
Lab ini dijadikan pusat pengembangan teknologi superintelligence, yakni sistem AI dengan kemampuan yang diklaim dapat melampaui kecerdasan manusia.
Inisiatif ini juga termasuk dalam strategi restrukturisasi divisi AI Meta yang sedang menghadapi berbagai hambatan internal terkait teknologi dan produk AI-nya, sesuai laporan Times.
Meta bukan satu-satunya pemain teknologi yang terjun dalam persaingan AI tingkat tinggi yang membutuhkan biaya masif ini.
Awal tahun ini, Mark Zuckerberg, CEO Meta, mengungkapkan bahwa perusahaannya berencana mengalokasikan dana sebesar $60–65 miliar untuk memperluas infrastruktur AI.
Bahkan, Meta juga sedang membangun pusat data raksasa yang dikabarkan dapat memenuhi sebagian besar kawasan Manhattan untuk mendukung kebutuhan AI-nya.
Apa yang Dilakukan Scale AI?
Scale AI berperan sebagai penyedia data pelatihan berkualitas tinggi bagi berbagai pemain teknologi AI global, termasuk OpenAI, Microsoft, Google, dan Meta.
Halaman : 1 2 Selanjutnya











